3 Bahaya Ghuluw dalam Agama Islam

30 Desember 2025

5 Menit baca

Muhammad shah zeb e45jST23mH8 unsplash

Ghuluw dalam Agama adalah fenomena bersikap berlebihan yang sering kali berawal dari niat baik untuk menjadi hamba yang sempurna, namun jika tidak dikelola dengan ilmu, ia justru bisa menjadi beban mental dan spiritual yang berat.

Halo, Sahabat Muslim yang luar biasa. Kita semua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk Allah SWT. Namun, tahukah kamu bahwa Islam adalah agama yang mencintai keseimbangan? Mari kita duduk sejenak, tarik napas dalam-dalam, dan bahas fenomena ini dari hati ke hati agar ibadahmu kembali terasa seperti self-healing yang menenangkan jiwa.

Apa Itu Ghuluw?

Secara bahasa, Ghuluw berarti melampaui batas atau berlebihan. Dalam konteks agama, ini merujuk pada sikap yang terlalu ekstrem dalam meyakini atau menjalankan sesuatu hingga keluar dari batas-batas yang telah digariskan oleh syariat.

Pandangan Al-Qur’an tentang Sikap Berlebihan

Allah SWT secara lembut namun tegas mengingatkan kita dalam Al-Qur’an agar tidak terjatuh dalam lubang yang sama dengan umat terdahulu.

“Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya…'” (QS. Al-Ma’idah: 77)

Mengapa Niat Baik Bisa Menjadi Ghuluw?

Seringkali, seseorang terjatuh pada sikap ghuluw karena rasa semangat yang membara namun tidak dibarengi dengan pemahaman ilmu yang utuh. Kita mengira semakin keras kita menyiksa diri dalam ibadah, semakin Allah cinta. Padahal, Allah lebih menyukai amalan yang konsisten (istiqamah) meskipun sedikit.

3 Tanda Kamu Terjebak dalam Ghuluw dalam Agama

Penting bagi kita untuk melakukan refleksi diri. Berikut adalah tanda-tanda yang perlu kita waspadai agar kesehatan mental dan spiritual kita tetap terjaga:

  1. Mempersulit yang Mudah: Merasa tidak sah beribadah jika tidak melakukan tata cara yang paling berat, padahal ada kemudahan (rukhsah) yang Allah berikan.
  2. Mudah Menghakimi Orang Lain: Merasa diri paling suci dan menganggap orang lain yang tidak se-“ekstrem” dirinya sebagai orang yang kurang beriman.
  3. Kehilangan Keseimbangan Hidup: Mengabaikan hak tubuh (istirahat), hak keluarga, atau tanggung jawab duniawi demi mengejar ibadah yang bersifat sunnah secara berlebihan.

Tabel: Perbandingan Sikap dalam Beragama

Agar kamu lebih mudah memahami posisi “Jalan Tengah” (Wasathiyah), silakan perhatikan tabel di bawah ini:

KategoriSikap Tafrith (Meremehkan)Sikap Wasathiyah (Moderat/Tengah)Sikap Ghuluw (Berlebihan)
IbadahSering meninggalkan kewajiban.Menjalankan kewajiban & sunnah sesuai kemampuan.Memaksakan diri hingga jatuh sakit/stres.
Interaksi SosialTerlalu bebas tanpa batas syariat.Bergaul dengan adab dan akhlak mulia.Menjauhi semua orang karena dianggap “ahli maksiat”.
Dampak JiwaHati menjadi keras dan jauh dari Tuhan.Tenang, bahagia, dan penuh harap.Cemas, kaku, dan mudah emosi.

Rahasia Ibadah yang Menenangkan: Belajar dari Rasulullah SAW

Sahabat, Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal keseimbangan. Beliau pernah mengingatkan para sahabat yang ingin beribadah tanpa henti (ingin shalat malam tanpa tidur, puasa setiap hari, dan tidak ingin menikah).

Beliau bersabda:

“Hendaklah kalian menjauhi sikap ghuluw (berlebihan) dalam agama, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian hancur karena sikap ghuluw dalam agama.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Beliau juga menekankan bahwa agama ini adalah kemudahan:

“Sesungguhnya agama ini mudah. Dan tidaklah seseorang mempersulit agama melainkan ia akan dikalahkan (oleh agama itu sendiri)…” (HR. Bukhari no. 39)

Tips Praktis Menghindari Ghuluw (Self-Healing Spiritual)

  • Belajar Ilmu secara Bertahap: Jangan langsung “melahap” semua amalan tanpa memahami prioritas (fikh aulawiyat).
  • Nikmati Prosesnya: Ibadah adalah pertemuan cinta. Jangan jadikan ia sebagai daftar beban yang harus dicentang dengan rasa takut.
  • Fokus pada Akhlak: Jika ibadahmu membuatmu semakin sombong, periksalah hatimu. Ibadah yang benar akan melahirkan kerendahhatian.

Kesimpulan

Mengenal fenomena Ghuluw dalam Agama membantu kita kembali ke khittah bahwa Islam adalah jalan kedamaian. Allah tidak ingin kita menderita dalam ketaatan; Dia ingin kita menemukan ketenangan melalui pengabdian yang tulus dan seimbang. Ketika kamu bisa beribadah dengan senyuman dan hati yang lapang, itulah tanda bahwa imanmu sedang tumbuh dengan sehat.

Mari kita jaga agar semangat berislam kita tetap membara, namun tetap dalam koridor ilmu dan cinta yang tidak melampaui batas.

Ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana menjaga keseimbangan spiritual dan mental dalam Islam? Temukan beragam panduan ibadah yang menenangkan jiwa dan artikel inspiratif lainnya hanya di umroh.co. Mari bersama-sama membangun perjalanan hijrah yang lebih indah dan damai!

Artikel Terkait

Baluran

6 Januari 2026

7 Alasan Mencintai Allah: Rahasia Menemukan Cinta Sejati

Alasan mencintai Allah sering kali menjadi pencarian terdalam bagi setiap jiwa yang merasa lelah dengan hiruk-pikuk dunia yang sering kali mengecewakan dan meninggalkan luka. ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

10 Manfaat Mengingat Kematian: Rahasia Hidup Lebih Bahagia

Mengingat kematian sering kali dianggap sebagai topik yang menakutkan bagi sebagian orang, padahal bagi seorang mukmin, hal ini adalah kunci utama untuk meraih kebahagiaan ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

7 Kedalaman Makna Al-Hayyu: Rahasia Hidup yang Lebih Berarti

Memahami Makna Al-Hayyu adalah langkah awal bagi setiap Muslim untuk menyadari betapa fana dan terbatasnya kehidupan yang kita jalani saat ini dibandingkan dengan Sang ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

7 Hikmah Larangan Putus Asa: Mengapa Muslim Harus Optimis?

Hikmah Larangan Putus Asa dalam ajaran Islam bukan sekadar kalimat motivasi biasa, melainkan fondasi akidah yang menentukan kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Pernahkah ... Read more

Baluran

3 Januari 2026

Bahaya Fanatisme Golongan yang Merusak Persatuan

Bahaya Fanatisme Agama adalah duri dalam daging yang sering kali tidak kita sadari sedang mencabik-cabik ukhuwah Islamiyah dari dalam, mengubah energi yang seharusnya digunakan ... Read more

Baluran

3 Januari 2026

Mengenal Nama Allah Al-Haqq (Maha Benar)

Makna Al-Haqq adalah satu-satunya pelabuhan kebenaran tempat jiwa kita bisa bersandar dengan tenang saat dunia ini mulai terasa seperti panggung sandiwara yang penuh dengan ... Read more