Sifat Jaiz Allah adalah sebuah konsep dasar dalam akidah yang jika kita pahami dengan hati, akan menjadi obat paling ampuh untuk menyembuhkan rasa sesak akibat ekspektasi duniawi yang tidak terpenuhi.
Sahabat, mari kita duduk sejenak dan bicarakan hal ini dari hati ke hati. Kita sering kali merasa bahwa hidup harus berjalan sesuai kemauan kita, padahal ada satu hakikat besar yang perlu kita sadari: Allah itu bebas berkehendak. Mari kita selami lebih dalam bagaimana memahami “kebebasan” Allah ini justru bisa membuat hidup kita jauh lebih ringan.
Apa Itu Sifat Jaiz Allah?
Dalam pelajaran akidah, kita mengenal sifat wajib (yang pasti ada pada Allah) dan sifat mustahil (yang tidak mungkin ada pada Allah). Namun, ada satu lagi yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, yaitu Sifat Jaiz.
Sifat Jaiz Allah artinya adalah sifat yang boleh bagi Allah untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu menurut kehendak-Nya yang mutlak. Tidak ada satu pun kekuatan di alam semesta ini yang bisa memaksa atau menghalangi Allah untuk mewujudkan atau meniadakan sesuatu.
Memahami Makna “Boleh” Bagi Allah
Secara teologis, para ulama menjelaskan bahwa Allah tidak “wajib” menciptakan alam semesta, tidak “wajib” memberikan rezeki, dan tidak “wajib” memasukkan orang taat ke surga. Semua itu dilakukan Allah semata-mata karena rahmat dan kehendak-Nya yang Jaiz (boleh/mungkin).
“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (QS. Al-Qasas: 68)
Mengapa Memahami Sifat Jaiz Allah Adalah Self-Healing?
Bagi sebagian orang, konsep “Allah bebas berkehendak” mungkin terdengar menakutkan. Tapi bagi mukmin yang mencari ketenangan, ini adalah kabar gembira. Mengapa?
- Melepaskan Beban Kontrol: Kita sering stres karena merasa “harus” mengontrol segalanya. Dengan memahami Sifat Jaiz, kita sadar bahwa tugas kita hanya berusaha, sedangkan hasil adalah wilayah “Jaiz”-nya Allah.
- Mencegah Putus Asa: Jika Allah bebas berkehendak, berarti keajaiban itu selalu mungkin. Sesuatu yang menurut logika manusia mustahil, bagi Allah adalah “Jaiz” untuk diwujudkan.
- Menghilangkan Sifat Sombong: Kita sadar bahwa keberhasilan kita bukan semata karena kecerdasan kita, tapi karena Allah “memilih” untuk mengizinkan keberhasilan itu terjadi.
Perbedaan Sifat Allah: Wajib, Mustahil, dan Jaiz
Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat perbandingannya dalam tabel berikut:
| Kategori Sifat | Definisi Sederhana | Contoh |
|---|---|---|
| Sifat Wajib | Sifat yang pasti dan harus ada pada Allah. | Ada (Wujud), Kuasa (Qudrat), Mengetahui (Ilmu). |
| Sifat Mustahil | Kebalikan dari sifat wajib, tidak mungkin ada. | Tidak ada (Adam), Lemah (Ajzun), Bodoh (Jahlun). |
| Sifat Jaiz | Sifat “Boleh”, Allah bebas memilih untuk bertindak atau tidak. | Menciptakan manusia, memberi rezeki, memberikan hidayah. |
3 Rahasia Dibalik Kebebasan Berkehendak Allah
Mari kita bedah beberapa poin penting yang sering kali ditanyakan oleh sahabat muslim lainnya mengenai bagaimana sifat ini bekerja dalam hidup kita:
1. Allah Tidak Terikat oleh Logika Manusia
Kadang kita merasa sudah sangat baik, tapi kok ujian datang terus? Sementara ada orang yang terlihat jauh dari agama tapi hidupnya lancar. Di sinilah Sifat Jaiz Allah bekerja. Allah punya hikmah yang tidak terjangkau oleh akal kita. Kita hanya perlu yakin bahwa apa pun yang Allah “pilih” untuk terjadi pada kita, itulah yang terbaik.
2. Harapan yang Tidak Pernah Mati (Ar-Raja’)
Karena Allah bebas berkehendak, jangan pernah berhenti berdoa. Seberat apa pun sakitmu, sepahit apa pun kegagalanmu, Allah bisa saja berkehendak mengangkat itu semua dalam sekejap. Sifat Jaiz Allah memberikan kita ruang untuk selalu berharap pada mukjizat.
3. Belajar Ikhlas dan Tawakal
Tawakal yang sejati muncul ketika kita menyerahkan hasil akhir kepada kehendak Allah yang Jaiz. Kita melakukan bagian kita (ikhtiar), lalu kita berbisik pada hati, “Ya Allah, aku sudah berusaha, sekarang aku rida pada apa pun yang Engkau kehendaki.”
Dalil dan Referensi dalam Al-Quran
Al-Quran sering kali menekankan hakikat ini agar manusia tidak menjadi sombong atau mudah berputus asa. Selain Surah Al-Qasas ayat 68 di atas, Allah juga menegaskan dalam surah lainnya:
“Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Ma’idah: 1)
Dan dalam sebuah hadits qudsi, Allah SWT berfirman: “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku…” (HR. Bukhari & Muslim). Ini artinya, meskipun Allah bebas berkehendak, Dia selalu mendorong kita untuk berprasangka baik (Husnuzan) bahwa kehendak-Nya selalu didasari kasih sayang.
Tips Praktis Menanamkan Akidah Sifat Jaiz dalam Keseharian
Bagaimana cara kita mempraktikkan ilmu ini agar hati lebih tenang?
- Ucapkan Insya Allah dengan Makna: Jangan hanya jadi sekadar kata-kata. Saat berjanji atau merencanakan sesuatu, sadari bahwa rencana itu hanya akan terjadi jika Allah “berkehendak” (Jaiz).
- Syukuri Keberhasilan Kecil: Setiap kali sesuatu berjalan lancar, sadarilah bahwa itu adalah “pilihan” Allah untuk memudahkanmu.
- Terima Kegagalan dengan Lapang: Katakan, “Mungkin kali ini Allah berkehendak lain untuk menjagaku dari sesuatu yang buruk.”
Kesimpulan
Memahami Sifat Jaiz Allah bukan berarti kita menjadi pasif atau malas. Sebaliknya, ini adalah bahan bakar untuk berusaha semaksimal mungkin tanpa harus dihantui oleh ketakutan akan hasil. Ketika kita tahu bahwa Allah bebas berkehendak, dan kita tahu bahwa Allah itu Maha Pengasih, maka setiap keputusan-Nya akan kita terima dengan senyuman.
Dunia ini hanyalah panggung dari kehendak-Nya yang luar biasa. Tugas kita hanyalah menjadi hamba yang rida agar Allah pun rida kepada kita. Sudahkah kamu merasa lebih tenang hari ini setelah menyadari bahwa kamu memiliki Tuhan yang Maha Kuasa dan bebas memberikan yang terbaik untukmu?
Yuk, cari tahu lebih banyak rahasia ketenangan hati dan pengetahuan akidah lainnya yang menginspirasi!
Klik di sini untuk membaca artikel edukatif lainnya seputar kehidupan muslim dan tips spiritual di umroh.co. Temukan panduan lengkap untuk memperdalam iman dan mempercantik akhlakmu setiap hari.



