3 Cara Bersyukur yang Benar Agar Rezeki Terus Bertambah

2 Januari 2026

5 Menit baca

Jon tyson 0o9dgxEu5Q unsplash

Pernahkah kamu merasa sudah memiliki banyak hal namun hati tetap merasa sempit, gelisah, dan seolah-olah selalu ada yang kurang? Memahami Cara Bersyukur yang Benar bukan hanya soal mengucapkan untaian kata di lisan, melainkan bagaimana kita mengubah setiap detak jantung dan setiap lembar rezeki yang kita terima menjadi sarana ketaatan untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT lebih luas lagi.

Halo, Sahabat. Di tengah dunia yang sering kali memaksa kita untuk selalu menatap ke atas dan mengejar apa yang belum ada, kita sering lupa untuk memeluk apa yang sudah digenggam. Syukur adalah sebuah seni “menyembuhkan diri” (self-healing) dari rasa tidak puas yang melelahkan.

Artikel ini hadir sebagai teman ngobrol untuk mengajakmu menyelami hakikat syukur yang sesungguhnya bukan sekadar formalitas, tapi sebuah gaya hidup yang membawa ketenangan abadi.

Apa Itu Hakikat Syukur? Lebih dari Sekadar Kata

Syukur secara bahasa berarti menampakkan. Dalam istilah syariat, syukur adalah menampakkan bekas nikmat Allah pada lisan (dengan pujian), pada hati (dengan kesadaran dan cinta), serta pada anggota badan (dengan ketaatan).

Ibnu al-Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa syukur tegak di atas lima fondasi:

  1. Ketundukan orang yang bersyukur kepada Zat yang memberi nikmat (Allah).
  2. Cintanya kepada-Nya.
  3. Pengakuannya atas nikmat tersebut.
  4. Pujiannya kepada-Nya atas nikmat itu.
  5. Tidak menggunakan nikmat tersebut untuk sesuatu yang dibenci-Nya.

Poin kelima inilah yang sering kali terlupakan. Syukur yang sejati adalah ketika kita menggunakan mata untuk melihat ayat-ayat-Nya, telinga untuk mendengar kebenaran, dan harta untuk menolong sesama.

3 Cara Bersyukur yang Benar dalam Keseharian

Mari kita pelajari langkah praktis untuk mengimplementasikan syukur dalam hidup kita agar bukan hanya lisan yang bicara, tapi seluruh jiwa yang bergerak.

1. Syukur dengan Hati (Tasydiq)

Ini adalah akar dari segala syukur. Kamu harus meyakini sepenuhnya bahwa semua kebaikan yang kamu terim sekecil apa pun itu murni berasal dari Allah, bukan semata-mata karena kehebatanmu.

  • Aksi Nyata: Setiap kali mendapatkan keberhasilan, bisikkan dalam hati, “Ini adalah karunia dari Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur.”

2. Syukur dengan Lisan (Tahmîd)

Mengucapkan “Alhamdulillah” adalah bentuk pengakuan. Ceritakanlah nikmat Allah kepada orang lain dengan niat berbagi inspirasi dan rasa syukur, bukan untuk pamer (riya).

  • Aksi Nyata: Biasakan memulai pagi dengan menyebutkan 3 hal kecil yang kamu syukuri hari ini sebelum mengeluhkan satu hal yang belum kamu miliki.

3. Syukur dengan Anggota Badan (‘Amal)

Inilah bukti nyata. Cara bersyukur yang benar adalah dengan memakai nikmat tersebut untuk melakukan ketaatan.

  • Nikmat Sehat: Digunakan untuk berjalan ke masjid atau membantu orang lain.
  • Nikmat Harta: Digunakan untuk sedekah dan memenuhi kewajiban zakat.
  • Nikmat Waktu: Digunakan untuk menuntut ilmu agama.

Tabel: Perbandingan Hati yang Bersyukur vs Hati yang Kufur

KeadaanPribadi yang BersyukurPribadi yang Kufur (Ingkar)
Saat Mendapat NikmatRendah hati dan semakin taat.Sombong dan merasa itu hasil usahanya sendiri.
Saat Menghadapi UjianSabar dan yakin ada hikmah di baliknya.Mengeluh dan berprasangka buruk pada Allah.
Pandangan HidupFokus pada apa yang dimiliki.Fokus pada apa yang hilang atau milik orang lain.
Efek MentalTenang, damai, dan penuh harapan.Cemas, iri dengki, dan selalu merasa kurang.

Janji Allah: Syukur Adalah Kunci Penambah Rezeki

Mungkin kamu pernah mendengar ayat yang sangat masyhur ini. Allah SWT memberikan jaminan langsung dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’.” (QS. Ibrahim: 7).

Janji Allah itu pasti. Syukur tidak akan mengurangi rezekimu; ia justru menjadi “magnet” yang menarik keberkahan lebih banyak lagi ke dalam hidupmu.

Mengapa Syukur Bisa Menjadi Self-Healing?

Sahabat, banyak dari kita yang stres karena mengejar bayangan yang tidak pernah sampai. Syukur bertindak sebagai penawar racun ketidakpuasan.

  • Menghilangkan Iri Hati: Saat kamu bersyukur, kamu tidak lagi sibuk membandingkan piringmu dengan piring orang lain.
  • Menurunkan Hormon Stres: Pengakuan akan nikmat memberikan sinyal tenang ke otak bahwa “aku baik-baik saja” dan “aku cukup”.
  • Meningkatkan Hormon Bahagia: Fokus pada kebaikan meningkatkan kualitas mood dan energi positif.

Rasulullah SAW memberikan tips emas agar kita selalu bisa bersyukur:

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu (dalam urusan dunia). Hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian.” (HR. Muslim).

Langkah Praktis Menjadi Pribadi yang Pandai Bersyukur

  1. Miliki Jurnal Syukur: Tuliskan hal-hal indah yang terjadi setiap hari.
  2. Berhenti Mengeluh di Media Sosial: Gantilah keluhan dengan kalimat-kalimat yang membangun semangat.
  3. Sedekah Tanpa Menunggu Kaya: Sedekah saat sempit adalah bukti syukur yang paling jujur.
  4. Hargai Orang Lain: Syukur kepada Allah juga dilakukan dengan berterima kasih kepada manusia yang menjadi perantara kebaikan.

Referensi Berdasarkan Dalil yang Sahih

Penjelasan mengenai cara bersyukur ini merujuk pada sumber yang valid:

  • QS. Az-Zumar: 7: Tentang Allah yang meridai syukur hamba-Nya.
  • Hadits Riwayat Ahmad: “Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti dia tidak bersyukur kepada Allah.”
  • Kitab Madarijus Salikin: Penjelasan mendalam Ibnu al-Qayyim tentang tingkatan syukur.

Kesimpulan

Memahami Cara Bersyukur yang Benar adalah tentang mengubah cara kita memandang dunia. Jangan menunggu bahagia untuk bersyukur, tapi bersyukurlah agar kamu bahagia. Ingatlah, setiap nikmat yang tidak menambah ketaatanmu kepada Allah, bisa jadi itu adalah sebuah ujian (istidraj). Mari kita jadikan setiap tarikan napas kita sebagai tasbih syukur kepada Sang Pemberi Hidup.

Tersenyumlah, karena hari ini kamu masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri dan merasakan luasnya rahmat-Nya.

Ingin mendapatkan lebih banyak inspirasi harian, panduan ibadah yang menyejukkan batin, atau informasi seputar gaya hidup muslim yang produktif?

Yuk, terus perkaya wawasan keislamanmu dengan membaca artikel bermanfaat lainnya hanya di [umroh.co]. Mari kita bersama-sama menuju kehidupan yang lebih tenang, berkah, dan penuh syukur!

Artikel Terkait

Baluran

6 Januari 2026

7 Alasan Mencintai Allah: Rahasia Menemukan Cinta Sejati

Alasan mencintai Allah sering kali menjadi pencarian terdalam bagi setiap jiwa yang merasa lelah dengan hiruk-pikuk dunia yang sering kali mengecewakan dan meninggalkan luka. ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

10 Manfaat Mengingat Kematian: Rahasia Hidup Lebih Bahagia

Mengingat kematian sering kali dianggap sebagai topik yang menakutkan bagi sebagian orang, padahal bagi seorang mukmin, hal ini adalah kunci utama untuk meraih kebahagiaan ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

7 Kedalaman Makna Al-Hayyu: Rahasia Hidup yang Lebih Berarti

Memahami Makna Al-Hayyu adalah langkah awal bagi setiap Muslim untuk menyadari betapa fana dan terbatasnya kehidupan yang kita jalani saat ini dibandingkan dengan Sang ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

7 Hikmah Larangan Putus Asa: Mengapa Muslim Harus Optimis?

Hikmah Larangan Putus Asa dalam ajaran Islam bukan sekadar kalimat motivasi biasa, melainkan fondasi akidah yang menentukan kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Pernahkah ... Read more

Baluran

3 Januari 2026

Bahaya Fanatisme Golongan yang Merusak Persatuan

Bahaya Fanatisme Agama adalah duri dalam daging yang sering kali tidak kita sadari sedang mencabik-cabik ukhuwah Islamiyah dari dalam, mengubah energi yang seharusnya digunakan ... Read more

Baluran

3 Januari 2026

Mengenal Nama Allah Al-Haqq (Maha Benar)

Makna Al-Haqq adalah satu-satunya pelabuhan kebenaran tempat jiwa kita bisa bersandar dengan tenang saat dunia ini mulai terasa seperti panggung sandiwara yang penuh dengan ... Read more