Cara Menasehati Pasangan yang benar merupakan kunci agar sebuah teguran tidak berubah menjadi pertengkaran hebat, melainkan menjadi pupuk yang menyuburkan rasa cinta di antara suami dan istri sesuai tuntunan syariat. Pernikahan adalah perjalanan panjang dua insan yang tidak sempurna untuk saling menyempurnakan dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Dalam perjalanan itu, mustahil jika salah satu pihak tidak pernah melakukan kekhilafan. Namun, seni mengingatkan pasangan tanpa melukai harga dirinya adalah keterampilan spiritual yang harus dimiliki oleh setiap Muslim dan Muslimah demi menjaga keutuhan rumah tangga.
Sebagai pejuang keluarga yang merindukan surga, kita harus menyadari bahwa nasehat adalah bentuk kasih sayang yang paling murni. Artikel ini akan membedah secara mendalam bagaimana adab Islami dalam memberikan teguran agar pesan kebaikan Anda sampai ke hati tanpa menyisakan goresan luka.
Mengapa Menasihati Pasangan Sering Terasa Berat?
Banyak pasangan terjebak dalam dilema: ingin mengingatkan tapi takut ribut, atau diam saja tapi hati merasa tidak tenang melihat kemungkaran. Sering kali, nasehat ditolak bukan karena isinya salah, melainkan karena caranya yang kurang tepat.
Prinsip Qaulan Layyinan (Perkataan yang Lembut)
Bahkan ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk menemui Firaun yang sangat melampaui batas, Allah tetap berfirman:
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.” (QS. Thaha: 44).
Jika kepada musuh Allah saja kita diperintahkan untuk lemah lembut, apalagi kepada pasangan hidup yang telah menemani suka dan duka kita? Menggunakan Cara Menasehati Pasangan dengan kelembutan adalah perintah langit yang tak boleh diabaikan.
9 Adab Cara Menasehati Pasangan Agar Berkah & Diterima
Berikut adalah panduan Expert Guide untuk merubah teguran menjadi sebuah keindahan komunikasi:
1. Landasi dengan Niat Ikhlas karena Allah
Sebelum membuka lisan, periksa hati Anda. Apakah Anda menasihati karena merasa lebih pintar, karena ingin menang sendiri, atau murni karena ingin menyelamatkan pasangan dari dosa? Nasihat yang lahir dari hati yang ikhlas akan memiliki “bobot” spiritual yang mampu menembus hati pasangan.
2. Pilih Waktu “Golden Moment” yang Tepat
Jangan pernah menasihati saat pasangan sedang lelah, lapar, atau emosinya sedang tidak stabil. Cari waktu di mana suasana hati keduanya sedang rileks, misalnya setelah salat berjamaah atau saat santai di akhir pekan. Timing yang tepat menentukan 50% keberhasilan nasehat Anda.
3. Jaga Privasi: Nasehati Secara Empat Mata
Imam Syafii pernah berkata dalam syairnya: “Berilah nasehat kepadaku saat aku sendiri, dan jauhilah nasehat di tengah khalayak ramai. Karena nasehat di depan orang banyak adalah salah satu bentuk pelecehan…” Menegur suami atau istri di depan anak-anak, mertua, atau teman adalah cara tercepat untuk menghancurkan kepercayaan mereka.
4. Gunakan Teknik “Sandwich” (Pujian-Nasehat-Pujian)
Awali dengan mengakui kebaikan pasangan. Contoh: “MasyaAllah, selama ini Abang sudah sangat sabar mendidik anak-anak. Aku bersyukur sekali. Tapi, bolehkah aku usul agar cara bicara Abang tadi sedikit lebih tenang?” Dengan begini, pasangan merasa tetap dihargai meski sedang diingatkan.
5. Hindari Membandingkan dengan Orang Lain
Kalimat seperti “Lihat tuh suaminya si fulan…” adalah racun dalam hubungan. Fokuslah pada perbaikan diri pasangan Anda sebagai individu yang unik. Membandingkan hanya akan menumbuhkan rasa rendah diri dan dendam.
6. Gunakan Bahasa Tubuh yang Penuh Cinta
Sampaikan nasehat sambil menggenggam tangannya atau memberikan tatapan mata yang lembut. Sentuhan fisik yang halal mampu menurunkan ego dan melepaskan hormon oksitosin yang membuat komunikasi menjadi lebih cair.
7. Fokus pada Kesalahan, Bukan Menyerang Pribadi
Gunakan kalimat “Aku merasa…” daripada “Kamu itu…”. Contoh: “Aku merasa sedih kalau kamu pulang terlambat tanpa kabar,” lebih efektif daripada “Kamu itu orangnya nggak pernah peduli sama keluarga!”
8. Jangan Mengungkit Kesalahan Masa Lalu
Islam mengajarkan kita untuk menutup aib yang sudah lewat jika seseorang sudah bertaubat. Saat membahas satu masalah, tetaplah pada masalah tersebut. Jangan jadikan momen nasehat sebagai ajang “reuni” kesalahan masa lalu yang sudah terkubur.
9. Tutup dengan Doa dan Harapan
Setelah memberikan nasehat, doakan pasangan di hadapannya atau dalam sujud Anda. Sampaikan bahwa nasehat ini adalah karena Anda ingin bersama-sama masuk surga. Penutup yang manis akan membuat pasangan merasa didukung, bukan disudutkan.
Tabel: Perbedaan Cara Menasehati (Kritik vs Nasehat)
| Aspek | Kritik yang Menyakiti | Nasehat Beradab |
|---|---|---|
| Tujuan | Mencari kesalahan/Menjatuhkan | Memperbaiki/Membangun |
| Waktu | Spontan (saat marah) | Direncanakan (saat tenang) |
| Tempat | Di mana saja (depan umum) | Privasi (hanya berdua) |
| Nada Bicara | Tinggi dan menghakimi | Rendah dan penuh empati |
| Efek | Perlawanan/Ego naik | Kesadaran/Hati luluh |
Landasan Dalil: Saling Menasihati dalam Kebaikan
Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk senantiasa dalam koridor dakwah yang santun:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl: 125).
Rasulullah SAW juga menekankan bahwa agama itu adalah nasehat:
“Agama adalah nasehat.” Kami bertanya: “Untuk siapa?” Beliau bersabda: “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya (termasuk pasangan).” (HR. Muslim).
Solusi Saat Pasangan Masih Sulit Menerima Nasehat
Terkadang, meski adab sudah dilakukan, pasangan tetap keras hati. Apa yang harus dilakukan?
- Perbanyak Istighfar: Mungkin ada dosa kita yang menjadi penghalang nasehat itu sampai.
- Jadilah Teladan: Kadang satu contoh nyata lebih kuat daripada seribu kata-kata. Jika ingin pasangan rajin salat, mulailah dengan menunjukkan kekhusyukan kita.
- Sabar dan Beri Waktu: Hidayah adalah milik Allah. Tugas kita hanya menyampaikan dengan cara terbaik, hasilnya urusan Allah.
Kesimpulan
Menerapkan Cara Menasehati Pasangan sesuai adab Islami akan merubah suasana rumah tangga yang tegang menjadi penuh kasih sayang. Ingatlah bahwa tujuan akhir dari nasehat bukan untuk membuktikan siapa yang benar, melainkan untuk memastikan kedua kaki Anda dan pasangan tetap melangkah di jalan sirathal mustaqim.
Jangan biarkan ego menghancurkan kemesraan. Jadilah pasangan yang saling menjaga, saling mengingatkan dengan cinta, dan saling merangkul dalam ketaatan.
Ingin Memperdalam Ilmu Rumah Tangga Islami & Informasi Muslim Lainnya?
Perjalanan membina keluarga sakinah adalah proses belajar tanpa batas. Selain adab menasihati, masih banyak wawasan mengenai pendidikan anak, manajemen konflik, hingga persiapan spiritual ibadah bersama yang perlu kita pelajari. Dapatkan berbagai panduan expert dan artikel inspiratif lainnya mengenai kehidupan Muslim hanya di umroh.co.
Mari jadikan setiap jengkal kehidupan kita sebagai ladang amal menuju rida-Nya.





