9 Cara Hubungan dengan Keluarga Besar Mertua Makin Berkah!

6 Januari 2026

5 Menit baca

Rajiv perera fXkoHG4dYxA unsplash

Hubungan dengan Keluarga Besar merupakan salah satu aspek terpenting dalam pernikahan Muslim yang sering kali menjadi ujian sekaligus ladang pahala jariyah yang sangat luas bagi pasangan suami istri. Menikah dalam Islam bukan sekadar menyatukan dua kepala, melainkan menyatukan dua kabilah, dua tradisi, dan dua sejarah keluarga yang berbeda.

Di sinilah seni menjaga silaturahmi diuji; bagaimana kita mampu menempatkan mertua dan saudara ipar sebagai bagian integral dari perjalanan kita menuju rida Allah SWT, bukan sebagai “orang asing” yang masuk ke dalam kehidupan rumah tangga kita.

Sebagai seorang Muslim yang haus akan ilmu dan keberkahan, memahami bahwa keluarga pasangan adalah amanah adalah kunci utama keharmonisan. Artikel ini akan menjadi panduan menyeluruh bagi Anda untuk merajut kedekatan yang tulus dengan keluarga besar pasangan agar rumah tangga Anda kian kokoh, penuh berkah, dan tentunya dilapangkan rezekinya melalui jalur silaturahmi.

Mengapa Kedekatan dengan Keluarga Pasangan Begitu Penting?

Dalam Islam, keluarga memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ketika Anda menikahi seseorang, secara otomatis orang tua mereka menjadi orang tua Anda (mertua), dan saudara mereka menjadi saudara Anda.

Silaturahmi: Perintah Langit yang Melapangkan Rezeki

Menjaga Hubungan dengan Keluarga Besar adalah bentuk pengamalan dari perintah silaturahmi. Rasulullah SAW memberikan janji yang sangat luar biasa bagi mereka yang gemar menyambung tali persaudaraan:

“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Bayangkan, hanya dengan berbuat baik kepada mertua atau ipar, Allah menjamin keberkahan ekonomi dan usia bagi rumah tangga Anda. Ini adalah investasi langit yang tidak boleh Anda lewatkan.

Mertua adalah Orang Tua Kedua

Banyak orang terjebak pada istilah “Mertua vs Menantu”. Padahal, dalam syariat, mertua adalah orang tua yang harus dihormati (Birrul Walidain). Tanpa mereka, pasangan yang Anda cintai hari ini tidak akan pernah ada. Menghormati mereka adalah bentuk penghormatan Anda kepada pasangan dan kepada Allah yang telah menjodohkan Anda.

9 Langkah Menjaga Hubungan dengan Keluarga Besar Mertua

Membangun kedekatan emosional memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Berikut adalah panduan praktis yang persuasif untuk Anda terapkan:

1. Niatkan karena Allah SWT (Ikhlas)

Segala amal tergantung pada niatnya. Jangan mendekati keluarga besar pasangan hanya karena ingin dipuji atau agar diberi warisan. Niatkanlah tulus karena Allah memerintahkan silaturahmi. Niat yang lurus akan membuat Anda tetap sabar meskipun ada sikap keluarga besar yang mungkin kurang berkenan di hati.

2. Berikan Perhatian pada Hal-Hal Kecil

Sering kali, mertua hanya butuh didengar atau ditanya kabarnya. Mengirimkan pesan singkat menanyakan kesehatan mereka, membawakan makanan kesukaan saat berkunjung, atau sekadar mengingat hari-hari penting mereka akan membuat mereka merasa sangat dihargai sebagai bagian dari hidup Anda.

3. Hindari Membandingkan Keluarga Sendiri dengan Keluarga Pasangan

Setiap keluarga memiliki budaya dan kebiasaan yang unik. Hindari kalimat seperti, “Kalau di keluargaku biasanya begini…”. Terimalah perbedaan tersebut sebagai kekayaan warna dalam pernikahan Anda. Fokuslah pada mencari titik temu daripada memperlebar perbedaan.

4. Menjadi Pendengar yang Baik dan Empatik

Mertua sering kali suka bercerita tentang masa kecil pasangan Anda atau pengalaman hidup mereka. Jadilah pendengar yang antusias. Dengan mendengarkan, Anda tidak hanya mendapatkan ilmu kehidupan, tetapi juga membangun jembatan emosional yang kuat dengan mereka.

5. Memberi Hadiah Tanpa Menunggu Momen Khusus

Rasulullah SAW bersabda: “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad). Hadiah kecil untuk ibu mertua atau bantuan untuk adik ipar akan meluluhkan kekakuan hubungan dan menumbuhkan benih kasih sayang yang tulus.

6. Menjaga Adab, Lisan, dan Rahasia Rumah Tangga

Penting untuk tetap menjaga batasan. Jangan pernah menceritakan kekurangan pasangan Anda kepada keluarga besarnya, atau sebaliknya. Jadilah pelindung bagi marwah pasangan di depan keluarganya. Lisan yang terjaga mencerminkan akidah yang murni.

7. Melibatkan Mereka dalam Momen-Momen Penting

Ajaklah keluarga besar dalam acara syukuran, aqiqah, atau sekadar makan siang bersama. Keterlibatan ini memberikan rasa memiliki (sense of belonging) bagi mereka, sehingga mereka merasa tetap menjadi bagian penting dari kehidupan anak dan menantunya.

8. Sabar dalam Menghadapi Perbedaan Pendapat

Konflik dalam Hubungan dengan Keluarga Besar adalah hal yang manusiawi. Namun, Islam mengajarkan kita untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Jika ada sikap mertua yang kurang nyaman, balaslah dengan senyuman dan kesabaran. Ketulusan Anda lama-kelamaan akan melembutkan hati yang paling keras sekalipun.

9. Doakan Mereka dalam Setiap Sujud Anda

Kekuatan terbesar seorang Muslim adalah doa. Mintalah kepada Allah agar hati keluarga besar pasangan dilembutkan untuk mencintai Anda, dan agar Anda pun dimudahkan untuk mencintai mereka karena-Nya.

Tabel: Etika Berinteraksi dengan Keluarga Besar (Do’s & Don’ts)

SituasiLakukan (Do’s)Hindari (Don’ts)
BerkunjungMembawa buah tangan & membantu pekerjaan rumah.Datang dengan tangan kosong & hanya duduk diam menunggu dilayani.
DiskusiMendengarkan dengan takzim walau beda pendapat.Mendebat atau merasa lebih tahu/modern.
Media SosialMemberi komentar positif & membagikan momen bahagia.Menulis status sindiran atau curhatan rumah tangga.
KebutuhanMenawarkan bantuan sebelum diminta.Berhitung soal materi atau tenaga yang diberikan.

Dalil dan Hadits Penguat Silaturahmi

Allah SWT berfirman mengenai kewajiban menjaga hubungan kekerabatan:

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam)… dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1).

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras bagi mereka yang memutus tali persaudaraan:

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Hadits ini adalah pengingat bagi kita bahwa hubungan baik dengan keluarga pasangan bukan sekadar urusan sosial, melainkan urusan keselamatan kita di akhirat.

Strategi Menghadapi Mertua yang “Sulit”

Terkadang, realita tidak seindah teori. Jika Anda menghadapi mertua yang cenderung ikut campur atau sulit didekati:

  • Tetap Sopan: Jangan pernah hilang adab. Adab Anda adalah cerminan didikan orang tua Anda.
  • Komunikasi via Pasangan: Biarkan pasangan yang menjadi jembatan untuk memberikan pengertian kepada orang tuanya.
  • Tetapkan Batasan secara Lembut: Anda bisa menjaga privasi rumah tangga tanpa harus menjadi kasar atau memutus hubungan.

Kesimpulan

Menjaga Hubungan dengan Keluarga Besar suami atau istri adalah seni mencintai pasangan secara utuh. Dengan merangkul keluarga mereka, Anda sedang membangun sistem pendukung yang kuat untuk masa depan anak-anak Anda. Ingatlah bahwa pernikahan yang harmonis bukan hanya yang suaminya baik kepada istrinya, tapi yang kedua belah pihak mampu menjadi rahmat bagi keluarga besar masing-masing.

Jangan biarkan ego menghalangi keberkahan silaturahmi. Jadikan setiap kunjungan dan interaksi sebagai sarana untuk mendulang pahala dan memperluas pintu rezeki Anda.

Ingin Memperdalam Ilmu Rumah Tangga Islami & Update Informasi Muslim?

Membangun kedekatan dengan keluarga hanyalah satu bagian dari perjalanan besar membangun keluarga sakinah. Masih banyak wawasan mengenai manajemen konflik pasutri, pendidikan anak sesuai sunnah, hingga persiapan ibadah bersama yang perlu kita pelajari. Temukan berbagai panduan expert dan artikel inspiratif lainnya mengenai kehidupan Muslim hanya di umroh.co.

Mari bersama-sama memperkaya wawasan keislaman kita untuk mewujudkan keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tapi juga bertetangga di surga kelak.

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more