Hubungan dengan Keluarga Besar merupakan salah satu aspek terpenting dalam pernikahan Muslim yang sering kali menjadi ujian sekaligus ladang pahala jariyah yang sangat luas bagi pasangan suami istri. Menikah dalam Islam bukan sekadar menyatukan dua kepala, melainkan menyatukan dua kabilah, dua tradisi, dan dua sejarah keluarga yang berbeda.
Di sinilah seni menjaga silaturahmi diuji; bagaimana kita mampu menempatkan mertua dan saudara ipar sebagai bagian integral dari perjalanan kita menuju rida Allah SWT, bukan sebagai “orang asing” yang masuk ke dalam kehidupan rumah tangga kita.
Sebagai seorang Muslim yang haus akan ilmu dan keberkahan, memahami bahwa keluarga pasangan adalah amanah adalah kunci utama keharmonisan. Artikel ini akan menjadi panduan menyeluruh bagi Anda untuk merajut kedekatan yang tulus dengan keluarga besar pasangan agar rumah tangga Anda kian kokoh, penuh berkah, dan tentunya dilapangkan rezekinya melalui jalur silaturahmi.
Mengapa Kedekatan dengan Keluarga Pasangan Begitu Penting?
Dalam Islam, keluarga memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ketika Anda menikahi seseorang, secara otomatis orang tua mereka menjadi orang tua Anda (mertua), dan saudara mereka menjadi saudara Anda.
Silaturahmi: Perintah Langit yang Melapangkan Rezeki
Menjaga Hubungan dengan Keluarga Besar adalah bentuk pengamalan dari perintah silaturahmi. Rasulullah SAW memberikan janji yang sangat luar biasa bagi mereka yang gemar menyambung tali persaudaraan:
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim).
Bayangkan, hanya dengan berbuat baik kepada mertua atau ipar, Allah menjamin keberkahan ekonomi dan usia bagi rumah tangga Anda. Ini adalah investasi langit yang tidak boleh Anda lewatkan.
Mertua adalah Orang Tua Kedua
Banyak orang terjebak pada istilah “Mertua vs Menantu”. Padahal, dalam syariat, mertua adalah orang tua yang harus dihormati (Birrul Walidain). Tanpa mereka, pasangan yang Anda cintai hari ini tidak akan pernah ada. Menghormati mereka adalah bentuk penghormatan Anda kepada pasangan dan kepada Allah yang telah menjodohkan Anda.
9 Langkah Menjaga Hubungan dengan Keluarga Besar Mertua
Membangun kedekatan emosional memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Berikut adalah panduan praktis yang persuasif untuk Anda terapkan:
1. Niatkan karena Allah SWT (Ikhlas)
Segala amal tergantung pada niatnya. Jangan mendekati keluarga besar pasangan hanya karena ingin dipuji atau agar diberi warisan. Niatkanlah tulus karena Allah memerintahkan silaturahmi. Niat yang lurus akan membuat Anda tetap sabar meskipun ada sikap keluarga besar yang mungkin kurang berkenan di hati.
2. Berikan Perhatian pada Hal-Hal Kecil
Sering kali, mertua hanya butuh didengar atau ditanya kabarnya. Mengirimkan pesan singkat menanyakan kesehatan mereka, membawakan makanan kesukaan saat berkunjung, atau sekadar mengingat hari-hari penting mereka akan membuat mereka merasa sangat dihargai sebagai bagian dari hidup Anda.
3. Hindari Membandingkan Keluarga Sendiri dengan Keluarga Pasangan
Setiap keluarga memiliki budaya dan kebiasaan yang unik. Hindari kalimat seperti, “Kalau di keluargaku biasanya begini…”. Terimalah perbedaan tersebut sebagai kekayaan warna dalam pernikahan Anda. Fokuslah pada mencari titik temu daripada memperlebar perbedaan.
4. Menjadi Pendengar yang Baik dan Empatik
Mertua sering kali suka bercerita tentang masa kecil pasangan Anda atau pengalaman hidup mereka. Jadilah pendengar yang antusias. Dengan mendengarkan, Anda tidak hanya mendapatkan ilmu kehidupan, tetapi juga membangun jembatan emosional yang kuat dengan mereka.
5. Memberi Hadiah Tanpa Menunggu Momen Khusus
Rasulullah SAW bersabda: “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad). Hadiah kecil untuk ibu mertua atau bantuan untuk adik ipar akan meluluhkan kekakuan hubungan dan menumbuhkan benih kasih sayang yang tulus.
6. Menjaga Adab, Lisan, dan Rahasia Rumah Tangga
Penting untuk tetap menjaga batasan. Jangan pernah menceritakan kekurangan pasangan Anda kepada keluarga besarnya, atau sebaliknya. Jadilah pelindung bagi marwah pasangan di depan keluarganya. Lisan yang terjaga mencerminkan akidah yang murni.
7. Melibatkan Mereka dalam Momen-Momen Penting
Ajaklah keluarga besar dalam acara syukuran, aqiqah, atau sekadar makan siang bersama. Keterlibatan ini memberikan rasa memiliki (sense of belonging) bagi mereka, sehingga mereka merasa tetap menjadi bagian penting dari kehidupan anak dan menantunya.
8. Sabar dalam Menghadapi Perbedaan Pendapat
Konflik dalam Hubungan dengan Keluarga Besar adalah hal yang manusiawi. Namun, Islam mengajarkan kita untuk membalas keburukan dengan kebaikan. Jika ada sikap mertua yang kurang nyaman, balaslah dengan senyuman dan kesabaran. Ketulusan Anda lama-kelamaan akan melembutkan hati yang paling keras sekalipun.
9. Doakan Mereka dalam Setiap Sujud Anda
Kekuatan terbesar seorang Muslim adalah doa. Mintalah kepada Allah agar hati keluarga besar pasangan dilembutkan untuk mencintai Anda, dan agar Anda pun dimudahkan untuk mencintai mereka karena-Nya.
Tabel: Etika Berinteraksi dengan Keluarga Besar (Do’s & Don’ts)
| Situasi | Lakukan (Do’s) | Hindari (Don’ts) |
|---|---|---|
| Berkunjung | Membawa buah tangan & membantu pekerjaan rumah. | Datang dengan tangan kosong & hanya duduk diam menunggu dilayani. |
| Diskusi | Mendengarkan dengan takzim walau beda pendapat. | Mendebat atau merasa lebih tahu/modern. |
| Media Sosial | Memberi komentar positif & membagikan momen bahagia. | Menulis status sindiran atau curhatan rumah tangga. |
| Kebutuhan | Menawarkan bantuan sebelum diminta. | Berhitung soal materi atau tenaga yang diberikan. |
Dalil dan Hadits Penguat Silaturahmi
Allah SWT berfirman mengenai kewajiban menjaga hubungan kekerabatan:
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam)… dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1).
Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras bagi mereka yang memutus tali persaudaraan:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadits ini adalah pengingat bagi kita bahwa hubungan baik dengan keluarga pasangan bukan sekadar urusan sosial, melainkan urusan keselamatan kita di akhirat.
Strategi Menghadapi Mertua yang “Sulit”
Terkadang, realita tidak seindah teori. Jika Anda menghadapi mertua yang cenderung ikut campur atau sulit didekati:
- Tetap Sopan: Jangan pernah hilang adab. Adab Anda adalah cerminan didikan orang tua Anda.
- Komunikasi via Pasangan: Biarkan pasangan yang menjadi jembatan untuk memberikan pengertian kepada orang tuanya.
- Tetapkan Batasan secara Lembut: Anda bisa menjaga privasi rumah tangga tanpa harus menjadi kasar atau memutus hubungan.
Kesimpulan
Menjaga Hubungan dengan Keluarga Besar suami atau istri adalah seni mencintai pasangan secara utuh. Dengan merangkul keluarga mereka, Anda sedang membangun sistem pendukung yang kuat untuk masa depan anak-anak Anda. Ingatlah bahwa pernikahan yang harmonis bukan hanya yang suaminya baik kepada istrinya, tapi yang kedua belah pihak mampu menjadi rahmat bagi keluarga besar masing-masing.
Jangan biarkan ego menghalangi keberkahan silaturahmi. Jadikan setiap kunjungan dan interaksi sebagai sarana untuk mendulang pahala dan memperluas pintu rezeki Anda.
Ingin Memperdalam Ilmu Rumah Tangga Islami & Update Informasi Muslim?
Membangun kedekatan dengan keluarga hanyalah satu bagian dari perjalanan besar membangun keluarga sakinah. Masih banyak wawasan mengenai manajemen konflik pasutri, pendidikan anak sesuai sunnah, hingga persiapan ibadah bersama yang perlu kita pelajari. Temukan berbagai panduan expert dan artikel inspiratif lainnya mengenai kehidupan Muslim hanya di umroh.co.
Mari bersama-sama memperkaya wawasan keislaman kita untuk mewujudkan keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tapi juga bertetangga di surga kelak.





