7 Cara Menghindari Iri Dengki pada Keluarga Lain

9 Januari 2026

5 Menit baca

Gemini Generated Image 5tdcol5tdcol5tdc

Menghindari Iri Dengki adalah kunci utama untuk meraih ketenangan batin yang hakiki di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh dengan perbandingan dan pamer pencapaian di media sosial. Pernahkah Anda merasa sesak di dada saat melihat unggahan tetangga yang baru saja membeli mobil baru, atau merasa “kurang beruntung” ketika melihat keluarga besar kerabat sedang berlibur mewah ke luar negeri?

Perasaan iri atau hasad adalah penyakit hati yang sangat manusiawi namun sangat destruktif jika dibiarkan tumbuh subur. Sebagai seorang Muslim yang mendambakan kehidupan yang berkah, memahami cara mengelola emosi ini bukan hanya soal etika sosial, melainkan juga bagian dari menjaga kesehatan spiritual dan mental kita.

Mengapa Rasa Iri Bisa Muncul dalam Hati?

Secara psikologis, rasa iri muncul karena adanya kecenderungan manusia untuk melakukan perbandingan sosial (social comparison). Namun, dalam Islam, iri hati atau hasad memiliki dimensi yang lebih dalam; ia dianggap sebagai bentuk ketidakridaan terhadap ketetapan Allah Swt. dalam membagi rezeki-Nya.

Bahaya Hasad dalam Perspektif Islam

Hasad bukan sekadar perasaan tidak suka, melainkan keinginan agar nikmat yang ada pada orang lain hilang atau berpindah kepada kita. Rasulullah saw. memberikan peringatan yang sangat keras mengenai bahaya penyakit hati ini dalam sebuah hadis:

“Waspadalah kalian terhadap hasad (iri dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud)

Jika kita membiarkan dengki menguasai hati, maka seluruh amal ibadah, shalat, dan sedekah yang telah kita kumpulkan dengan susah payah bisa hangus seketika. Oleh karena itu, Menghindari Iri Dengki adalah perjuangan (jihad) melawan diri sendiri demi menyelamatkan tabungan akhirat kita.

7 Cara Ampuh Menghindari Iri Dengki terhadap Keluarga Lain

Menghilangkan sifat dominan dari rasa iri memerlukan latihan ruhani yang konsisten. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda terapkan mulai hari ini:

1. Praktik Qana’ah (Merasa Cukup dengan Apa yang Ada)

Langkah pertama untuk menghalau iri adalah dengan menanamkan sifat qana’ah. Fokuslah pada apa yang Anda miliki, bukan pada apa yang dimiliki orang lain. Setiap keluarga memiliki “paket” ujian dan nikmatnya masing-masing yang sudah diukur dengan sangat presisi oleh Allah Swt.

2. Memahami Konsep Pembagian Rezeki

Rezeki bukan hanya soal uang, tetapi juga kesehatan, anak yang shalih, dan ketenangan rumah tangga. Allah Swt. berfirman:

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan…” (QS. An-Nisa: 32)

Percayalah bahwa Allah tidak pernah salah alamat dalam membagi nikmat. Jika keluarga lain mendapat lebih dalam hal materi, mungkin Allah memberi Anda lebih dalam hal kedamaian hati atau kesehatan.

3. Mendoakan Kebaikan bagi Orang yang Kita Iri (Tips Jitu!)

Ini adalah cara yang paling ampuh untuk membunuh rasa dengki. Saat hati mulai merasa iri, paksa diri Anda untuk mendoakan keberkahan bagi orang tersebut. Berdoalah, “Ya Allah, berkahilah hartanya dan tambahkanlah nikmat baginya.” Saat kita mendoakan orang lain, malaikat akan mendoakan hal yang sama untuk kita. Inilah cara cerdas menarik rezeki sekaligus membersihkan hati.

4. Membatasi Paparan Media Sosial (Digital Detox)

Media sosial sering kali menjadi “etalase” kebahagiaan yang tidak utuh. Kita hanya melihat highlight kesuksesan orang lain tanpa tahu perjuangan dan air mata di baliknya. Jika melihat unggahan tertentu membuat hati Anda panas, jangan ragu untuk melakukan unfollow atau mute sementara demi kesehatan mental Anda.

5. Fokus pada Progres Keluarga Sendiri (Kunci Kedamaian!)

Inilah rahasia nomor lima yang sering dilupakan: pembanding terbaik untuk diri Anda adalah diri Anda di masa lalu, bukan orang lain saat ini. Buatlah target-target kecil untuk keluarga Anda, misalnya meningkatkan kualitas shalat berjamaah atau menabung untuk pendidikan anak. Saat Anda sibuk memperbaiki diri, Anda tidak akan punya waktu untuk mengurusi rumput tetangga.

6. Mengingat Dampak Buruk Penyakit Hati

Ingatkan diri Anda secara rutin bahwa iri dengki hanya akan membuat Anda lelah, sulit tidur, dan stres. Penyakit hati ini tidak akan mengubah keadaan orang yang Anda iri, justru ia hanya menyiksa diri Anda sendiri. Jadikan kesehatan mental sebagai motivasi untuk tetap bersih hati.

7. Berdzikir dan Memohon Perlindungan dari Setan

Iri dengki adalah bisikan setan yang ingin memecah belah persaudaraan. Rutinkan membaca Al-Mu’awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nas) setiap pagi dan petang, terutama ayat yang berbunyi: “…dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Tabel: Memahami Perbedaan Hasad vs Ghibthah

Tidak semua rasa iri itu dilarang. Islam mengenal istilah Ghibthah, yaitu keinginan untuk memiliki nikmat seperti orang lain tanpa mengharapkan nikmat tersebut hilang darinya. Berikut perbedaannya:

AspekHasad (Iri Dengki – Haram)Ghibthah (Motivasi – Boleh)
Niat DasarIngin nikmat orang lain hilang/hancur.Ingin bisa seperti dia tanpa merugikannya.
Dampak HatiGelisah, benci, dan tidak tenang.Terinspirasi, semangat, dan positif.
HukumDosa besar yang menghapus amal.Diperbolehkan, bahkan dianjurkan dalam hal kebaikan.
FokusFokus pada “Kenapa dia?”Fokus pada “Bagaimana saya bisa?”
ContohKesal saat teman naik jabatan.Bertekad rajin sedekah setelah melihat orang kaya yang dermawan.

Tips Praktis Menjaga Hati di Era Digital

Untuk membantu Anda dalam proses Menghindari Iri Dengki, cobalah teknik “3 Detik Syukur”:

  • Setiap kali Anda melihat keberhasilan orang lain (baik langsung maupun di layar HP), langsung ucapkan “Masya Allah Tabarakallah” dalam 3 detik pertama.
  • Ucapan ini adalah pengakuan bahwa semua kebaikan datang dari Allah dan sekaligus menjadi perisai bagi Anda agar tidak terkena penyakit ‘Ain (pandangan yang mencelakai).

Mengubah Hasad Menjadi Amal

Jika Anda merasa sangat ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain, ubahlah energi negatif itu menjadi energi amal. Jika Anda iri pada keluarga yang terlihat harmonis, gunakan energi itu untuk belajar adab berkomunikasi dengan pasangan. Jika Anda iri pada kekayaan orang lain, gunakan itu untuk bekerja lebih keras dan jujur demi keluarga.

Kesimpulan

Menghindari Iri Dengki adalah perjalanan seumur hidup untuk mendewasakan iman kita. Kita harus sadar bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, dan kompetisi yang sesungguhnya adalah dalam hal ketaatan kepada Allah, bukan dalam hal kemewahan dunia. Saat kita mampu melapangkan hati dan ikut tersenyum atas kebahagiaan saudara kita, saat itulah kita sebenarnya telah memenangkan pertarungan melawan ego kita sendiri.

Jangan biarkan hati Anda menjadi penjara bagi kesuksesan orang lain. Bebaskan diri Anda dengan syukur, maka Allah akan melapangkan rezeki Anda dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ingin Memperdalam Ilmu Hati dan Kehidupan Muslim Lainnya?

Menjaga kejernihan hati adalah pondasi bagi ibadah yang diterima. Dapatkan berbagai wawasan mendalam mengenai manajemen emosi islami, tips keluarga sakinah, hingga panduan praktis ibadah harian untuk menyempurnakan kualitas hidup Anda sebagai Muslim yang bertaqwa.

Kunjungi dan baca artikel inspiratif lainnya hanya di umroh.co untuk memperluas cakrawala keislaman Anda dan keluarga setiap hari!

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more