7 Rahasia Waktu Berdua Pasutri Bikin Pernikahan Makin Berkah

12 Januari 2026

5 Menit baca

Nathan dumlao EdULZpOKsUE unsplash

Waktu Berdua Pasutri adalah investasi spiritual dan emosional yang sering kali terlupakan di tengah kesibukan mengasuh anak, padahal menjaga bara cinta antara suami dan istri merupakan bagian dari menjaga keutuhan amanah Allah SWT. Pernahkah Anda merasa bahwa percakapan dengan pasangan akhir-akhir ini hanya seputar tagihan bulanan, jadwal sekolah anak, atau urusan dapur? ‘

Seiring bertambahnya anggota keluarga, peran sebagai “Ayah” dan “Ibu” sering kali menenggelamkan peran sebagai “Suami” dan “Istri”. Padahal, fondasi dari keluarga yang bahagia bukanlah anak yang berprestasi, melainkan hubungan orang tua yang harmonis dan penuh cinta.

Sebagai umat muslim yang mendambakan rumah tangga sakinah, mawaddah, wa rahmah, kita perlu menyadari bahwa kemesraan pasutri adalah ibadah. Menghabiskan waktu berdua tanpa gangguan anak bukan berarti kita tidak sayang kepada buah hati, melainkan cara kita “mengisi ulang” energi agar bisa menjadi orang tua yang lebih sabar dan penyayang.

Artikel ini akan menjadi panduan ahli bagi Anda untuk memahami mengapa date night itu penting dan bagaimana melakukannya sesuai tuntunan syariat agar berbuah keberkahan.

Kedudukan Kemesraan dalam Islam: Belajar dari Rasulullah SAW

Banyak yang beranggapan bahwa setelah punya anak, romansa harus dipinggirkan demi pendidikan anak. Namun, Islam justru mengajarkan bahwa kemesraan antara suami dan istri adalah sedekah. Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling sibuk memimpin umat, namun beliau selalu menyempatkan waktu untuk bermanja-manja dan bermain dengan istri-istrinya.

Allah SWT berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang…” (QS. Ar-Rum: 21).

Kata “tenteram” (taskunu) dalam ayat ini menunjukkan bahwa pasangan adalah tempat pulang. Bagaimana kita bisa merasa tenteram jika waktu kita habis hanya untuk urusan logistik rumah tangga? Rasulullah SAW bahkan pernah mengajak Aisyah RA lomba lari berdua hanya untuk menyenangkan hatinya. Ini membuktikan bahwa memiliki Waktu Berdua Pasutri adalah bagian dari Sunnah yang mulia.

Mengapa Date Night Tanpa Anak Itu Penting?

Secara psikologis, keberadaan anak di tengah pasangan sering kali mengubah dinamika komunikasi menjadi lebih fungsional. Berikut adalah alasan mengapa Anda butuh waktu eksklusif berdua:

1. Memperkuat “Interaksi Intim” dan Komunikasi Mendalam

Saat ada anak, komunikasi biasanya bersifat instruksional (“Tolong ganti popok,” “Anak sudah makan?”). Date night memberikan ruang untuk deep talk—membicarakan mimpi, perasaan, dan pertumbuhan diri masing-masing tanpa interupsi teriakan atau tangisan anak.

2. Mengisi Kembali “Tangki Cinta” (Love Tank)

Setiap manusia memiliki kebutuhan emosional untuk merasa diinginkan dan diperhatikan secara khusus. Ketika suami atau istri merasa tangki cintanya penuh, mereka akan memiliki cadangan kesabaran yang lebih besar saat menghadapi kenakalan anak-anak di siang hari.

3. Menghindari “Parenting Burnout”

Mengasuh anak adalah pekerjaan 24 jam yang melelahkan fisik dan mental. Tanpa jeda untuk bersantai berdua, pasangan rentan mengalami stres kronis yang bisa memicu pertengkaran. Mengambil waktu sejenak untuk “berkencan” adalah cara mencegah kelelahan jiwa tersebut.

7 Rahasia Membangun Waktu Berdua yang Berkualitas

Berikut adalah langkah-langkah praktis dan persuasif untuk menghidupkan kembali romansa di tengah riuhnya suara anak-anak:

1. Jadwalkan secara Rutin, Bukan Menunggu Waktu Luang

Jangan menunggu ada waktu luang, karena waktu luang tidak akan pernah datang bagi orang tua yang sibuk. Tetapkan satu hari dalam seminggu atau sebulan sebagai “Hari Pasutri”. Tuliskan di kalender dan perlakukan jadwal ini selayaknya janji bisnis yang penting.

2. Lepaskan Rasa Bersalah (Mom/Dad Guilt)

Banyak orang tua merasa berdosa jika meninggalkan anak sebentar untuk bersenang-senang. Ingatlah, anak yang paling bahagia adalah anak yang melihat orang tuanya saling mencintai. Dengan menjaga hubungan Anda, Anda sedang memberikan lingkungan terbaik untuk tumbuh kembang mereka.

3. Ciptakan Aturan “No Kid Talk”

Tujuan dari Waktu Berdua Pasutri adalah mengenal kembali sosok di depan Anda. Cobalah selama satu jam pertama berkencan untuk tidak membahas urusan sekolah, kesehatan, atau kenakalan anak. Bicarakan tentang hobi, berita terbaru, atau kenangan masa awal pernikahan.

4. Tidak Harus Mahal, Fokus pada Koneksi

Berkencan tidak harus makan di restoran mewah. Jalan kaki berdua di taman setelah Subuh, shalat Tahajud berjamaah di sepertiga malam, atau sekadar minum teh di teras saat anak-anak sudah tidur pun bisa menjadi momen yang sangat berkualitas jika dilakukan dengan kehadiran hati secara penuh.

5. Bangun Kebiasaan “Pillow Talk” Sebelum Tidur

Jika sulit keluar rumah, manfaatkan 15-30 menit sebelum tidur untuk mengobrol santai tanpa gadget. Dalam Islam, menyentuh dan membelai pasangan dengan kasih sayang adalah penggugur dosa. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang suami apabila memandang istrinya dan istrinya memandangnya, maka Allah memandang mereka berdua dengan pandangan rahmat…” (HR. Ar-Rafi’i).

6. Cari Pendukung (Support System) yang Tepercaya

Titipkan anak sejenak kepada kakek-nenek atau kerabat yang Anda percayai. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa membuat “kencan di rumah” dengan mengatur suasana kamar atau ruang makan menjadi lebih spesial setelah anak-anak terlelap.

7. Selalu Akhiri dengan Doa Bersama

Setelah menghabiskan waktu berdua, tutup dengan doa bersama. Syukuri nikmat pasangan yang telah Allah berikan. Doa yang dilakukan bersama setelah momen kebersamaan yang indah akan sangat menguatkan ikatan batin.

Tabel: Perbandingan Kualitas Hubungan dengan vs tanpa Date Night

Aspek HubunganTanpa Waktu Berdua (Hanya Fokus Anak)Dengan Waktu Berdua Pasutri Rutin
Tingkat StresTinggi, merasa seperti “rekan kerja” saja.Lebih rendah, merasa didukung dan dicintai.
KomunikasiTransaksional dan seputar masalah rumah.Emosional, mendalam, dan visioner.
Kehidupan IntimTerasa sebagai rutinitas atau kewajiban.Lebih ekspresif dan penuh keridaan.
Ketahanan KonflikMudah meledak karena tumpukan rasa lelah.Lebih sabar dan mudah memaafkan.
Pola AsuhSering tidak kompak karena kurang diskusi.Kompak dan satu visi dalam mendidik anak.

Menjaga Adab dalam Berduaan

Meskipun sedang berkencan, sebagai muslim kita tetap harus menjaga adab. Pilihlah tempat yang tidak mengundang maksiat. Gunakan kesempatan ini untuk saling memberikan nasihat dalam kebaikan (tawashau bil haqq). Ingatlah bahwa tujuan akhir dari pernikahan kita adalah berkumpul kembali di surga-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).

Kebaikan kepada keluarga dimulai dari bagaimana Anda memperlakukan pasangan hidup Anda. Memberikan waktu eksklusif adalah bentuk memuliakan pasangan.

Tantangan Era Digital: Gadget sebagai “Orang Ketiga”

Salah satu penghancur utama Waktu Berdua Pasutri saat ini bukanlah anak, melainkan ponsel pintar. Banyak pasangan yang duduk berdua namun sibuk dengan dunianya masing-masing di layar kaca. Saat sedang berkencan, buatlah kesepakatan untuk menyimpan ponsel di dalam tas. Tataplah mata pasangan Anda, karena di sanalah letak koneksi jiwa yang sesungguhnya.

Kesimpulan

Memiliki Waktu Berdua Pasutri bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan darurat untuk kesehatan mental dan spiritual keluarga Anda. Pernikahan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan bahan bakar berupa cinta dan pengertian. Dengan menyisihkan waktu tanpa anak, Anda sedang membangun fondasi rumah tangga yang kokoh. Anak-anak Anda mungkin tidak akan ingat setiap mainan yang Anda belikan, tapi mereka akan selalu ingat betapa Ayah dan Ibunya saling mencintai.

Mari jadikan setiap momen berdua sebagai sarana untuk bersyukur kepada Allah atas karunia pasangan yang menjadi penyempurna iman. Jangan tunda lagi, ajaklah pasangan Anda untuk membuat janji temu malam ini.

Apakah Anda ingin mendapatkan lebih banyak bimbingan spiritual mengenai dinamika rumah tangga Islami, tips parenting, atau informasi seputar kehidupan muslim lainnya? Menjadi pasangan yang bijak dan orang tua yang bertakwa adalah proses belajar yang tak pernah usai. Jangan biarkan tantangan hidup menjauhkan Anda dari rida Allah.

Temukan berbagai artikel inspiratif, panduan rumah tangga sakinah, hingga info terbaru seputar dunia Islam yang akan memperkuat langkah Anda dalam berhijrah. Yuk, perkaya wawasan dan ketenangan hati Anda dengan mengunjungi website umroh.co sekarang juga. Dapatkan informasi tepercaya yang akan membimbing Anda dan keluarga menuju kehidupan yang lebih bermakna dan kaffah!

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more