3 Fakta Penting Hukum Ulang Tahun dalam Islam, Wajib Tahu!

12 Januari 2026

5 Menit baca

Sergei solo XmefirQLMfY unsplash

​Pernahkah terbersit di pikiran Anda sebuah tanya saat melihat notifikasi tanggal lahir di kalender, “Sebenarnya bagaimana ya pandangan agama saya mengenai momen ini?” Membahas tentang Hukum Ulang Tahun memang seringkali memunculkan keraguan di tengah masyarakat muslim, antara keinginan untuk bersyukur dan kekhawatiran akan melanggar syariat.

​Mengetahui kebenaran bukan untuk membuat hati kita sempit, melainkan untuk memberikan ketenangan (self-healing) bahwa setiap langkah kita di dunia ini selaras dengan ridha-Nya. Mari kita duduk sejenak, siapkan secangkir teh hangat, dan bedah masalah ini dengan sudut pandang yang jernih dan penuh kasih.

​Mengapa Setiap Detik Begitu Berharga?

​Sebelum kita masuk ke dalam inti hukumnya, mari kita ingat kembali betapa Islam sangat menghargai waktu. Pertambahan usia sebenarnya adalah pengingat bahwa “jatah” kita di dunia semakin berkurang.

​Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)

​Ayat ini adalah dasar utama bagi kita. Setiap kali angka usia berubah, yang pertama kali muncul seharusnya bukanlah euforia pesta, melainkan refleksi atau muhasabah. Apakah waktu yang telah berlalu sudah kita isi dengan amal yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya?

​Memahami 3 Sudut Pandang Hukum Ulang Tahun

​Dalam khazanah keilmuan Islam, para ulama memiliki beberapa pandangan mengenai perayaan hari lahir. Memahami perbedaan ini akan membuat kita lebih bijak dalam bersikap tanpa perlu menghakimi orang lain.

​1. Pandangan yang Berhati-hati (Larangan Tasyabbuh)

​Sebagian ulama cenderung melarang perayaan ulang tahun karena dikhawatirkan menyerupai tradisi kaum lain (tasyabbuh). Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah ﷺ:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud)

​Kekhawatiran utama di sini adalah jika perayaan tersebut diisi dengan ritual yang tidak ada asalnya dalam Islam, seperti meniup lilin yang dianggap mengandung filosofi tertentu, atau pesta pora yang berlebihan.

​2. Pandangan yang Memperbolehkan (Adat Kebiasaan)

​Ulama lain melihat bahwa merayakan ulang tahun masuk ke dalam ranah adat (kebiasaan duniawi) dan bukan ibadah mahdhah. Selama tidak ada unsur kesyirikan, tidak ada maksiat, dan tujuannya semata-mata sebagai bentuk kegembiraan keluarga, maka hukumnya kembali ke hukum asal sesuatu, yaitu mubah (boleh).

​3. Pandangan yang Menyarankan Syukur (Tahaddus bin Ni’mah)

​Pandangan ini lebih menitikberatkan pada isi dari kegiatan tersebut. Jika “perayaan” diubah menjadi momen berbagi kepada anak yatim, bersedekah, atau sujud syukur atas nikmat umur yang panjang, maka hal ini dipandang baik sebagai bentuk tahaddus bin ni’mah (menyebut-nyebut nikmat Allah untuk disyukuri).

​Mengubah Perayaan Menjadi Momen “Self-Healing” dan Refleksi

​Bunda dan Ayah yang dirahmati Allah, daripada terjebak dalam perdebatan yang melelahkan, alangkah indahnya jika kita menjadikan momen pertambahan usia sebagai sarana penyembuhan jiwa. Berikut cara bijak menyikapinya:

  • Muhasabah Cinta: Luangkan waktu 10-15 menit untuk menyendiri. Ingat dosa-dosa setahun lalu dan mintalah ampun. Ingat nikmat-nikmat setahun lalu dan ucapkanlah Alhamdulillah.
  • Sedekah Jariyah: Jadikan tanggal lahir sebagai alarm rutin untuk bersedekah ekstra. Rasakan ketenangan saat kita bisa meringankan beban orang lain.
  • Doa yang Mendalam: Rasulullah ﷺ sering berpuasa di hari Senin karena itu adalah hari kelahirannya. Ini adalah bentuk “perayaan” dengan ibadah. Kita bisa mencontoh esensinya dengan memperbanyak doa perlindungan.

​3 Tips Menjalankan Syukur di Hari Lahir Tanpa Melanggar Syariat

​Jika Anda ingin memberikan tanda pada hari spesial Anda atau keluarga, pastikan langkah-langkah berikut terpenuhi agar hati tetap tenang:

  1. Niatkan Hanya karena Allah: Niatkan untuk mensyukuri nikmat hidup agar sisa usia lebih berkah. Sesuai janji Allah: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7).
  2. Hindari Ritual Berlebihan: Jauhi tradisi yang tidak memiliki dasar dalam Islam. Sederhana dalam penampilan, namun kaya dalam makna doa adalah kunci utama.
  3. Utamakan Doa dan Makan Bersama: Mengumpulkan keluarga untuk makan bersama dan saling mendoakan adalah hal yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi.

​Kesimpulan

​Pada akhirnya, Hukum Ulang Tahun kembali pada bagaimana kita mengemasnya. Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Jika diisi dengan hal-hal yang mendekatkan diri pada Allah dan mempererat kasih sayang keluarga tanpa melanggar batas syariat, maka kegembiraan itu insya Allah menjadi berkah.

​Mari jadikan setiap pertambahan usia sebagai pengingat untuk terus berbenah. Karena sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik pula amal perbuatannya.

​Bunda dan Ayah bisa menemukan banyak artikel inspiratif lainnya yang disusun oleh para pakar di website umroh.co. Dapatkan informasi lengkap seputar dunia keislaman yang terpercaya untuk menemani perjalanan spiritual Anda setiap hari.

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more