Cara Mengatasi Anak Tantrum dengan kepala dingin sering kali menjadi tantangan terbesar bagi kita, terutama saat si kecil mulai berteriak di tempat umum atau menangis tersedu-sedu tanpa henti. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa seolah “habis napas” atau ingin ikut berteriak karena lelah menghadapi ledakan emosi buah hati yang datang tiba-tiba?
Ketahuilah, Anda tidak sendirian. Fase ini adalah bagian dari tumbuh kembang mereka, namun bagi kita, ini adalah sekolah kesabaran yang sesungguhnya. Mari kita jadikan momen tantrum anak sebagai sarana self-healing untuk melatih kedewasaan spiritual kita sendiri, sembari membimbing mereka dengan penuh cinta sesuai tuntunan Islam.
Mengapa Tantrum adalah Bagian dari Fitrah?
Sahabat Muslim, sebelum kita masuk ke langkah praktis, mari kita luruskan niat dan pandangan. Anak-anak belum memiliki kemampuan komunikasi yang sempurna untuk menyampaikan rasa lelah, lapar, atau kecewa. Tantrum bukanlah tanda bahwa Anda adalah orang tua yang gagal, melainkan sinyal bahwa si kecil sedang butuh bantuan untuk mengenali emosinya.
Dalam Islam, anak adalah amanah yang fitrahnya suci. Tugas kita adalah mengarahkan fitrah tersebut dengan penuh kelembutan (rifq). Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.” (HR. Bukhari & Muslim).
7 Cara Mengatasi Anak Tantrum dengan Sabar dan Bijak
Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa Sahabat Muslim terapkan saat badai emosi itu datang:
1. Ambil Napas dan Ber-ta’awwudz
Sebelum mendekati anak, pastikan Sahabat Muslim sudah tenang. Marah tidak bisa dihadapi dengan marah.
- Ucapkan “A’udzu billahi minash shaitanir rajeem” untuk mengusir bisikan setan yang ingin memancing emosi Anda.
- Ingatlah bahwa ketenangan Anda adalah kunci utama. Jika Anda tenang, anak akan lebih cepat merasa aman.
2. Berikan Ruang Aman, Bukan Hukuman
Saat tantrum memuncak, anak sering kali kehilangan kontrol diri.
- Pastikan mereka berada di tempat yang aman (jauh dari benda tajam atau berbahaya).
- Temani mereka tanpa harus banyak bicara terlebih dahulu. Kehadiran fisik Anda jauh lebih bermakna daripada ribuan kata nasihat saat mereka sedang emosi.
3. Gunakan Teknik “Low Voice, Low Eye Level”
Berbicara dengan nada tinggi hanya akan membuat anak semakin defensif.
- Berlututlah agar mata Anda sejajar dengan matanya.
- Gunakan suara yang lembut namun tegas. Ini memberikan rasa bahwa Anda tetap memegang kendali tanpa harus mengintimidasi.
4. Validasi Perasaan Mereka dengan Empati
Salah satu aspek penting dalam Cara Mengatasi Anak Tantrum adalah membuat mereka merasa dipahami.
- Katakan, “Bunda tahu Kakak sedang kecewa karena mainannya rusak ya?” atau “Ayah paham Kakak masih ingin main, tapi sekarang waktunya shalat.”
- Mengakui perasaan mereka akan menurunkan intensitas emosi karena mereka merasa didengarkan.
5. Pelukan “Sakinah” Setelah Badai Mereda
Rasulullah SAW sangat sering memeluk dan mencium cucu-cucu beliau. Pelukan memiliki efek menenangkan secara biologis dan psikologis.
- Saat tangisnya mulai mereda, tawarkan pelukan.
- Pelukan ini memberikan sinyal bahwa meskipun mereka melakukan kesalahan atau sedang marah, cinta Anda kepada mereka tidak berubah.
6. Alihkan Perhatian dengan Hal yang Bermanfaat
Kadang, cara terbaik adalah memutus pola pikir anak dari hal yang membuatnya tantrum.
- Ajak mereka melihat burung di luar jendela atau tawarkan minuman air putih.
- Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk mengubah posisi saat marah (dari berdiri ke duduk, atau dari duduk ke berbaring). Prinsip perubahan posisi ini juga efektif diterapkan pada anak.
7. Muhasabah dan Doa Bersama
Setelah semuanya tenang, barulah masukkan nilai-nilai kebaikan.
- Ajak anak berbicara santai tentang apa yang terjadi.
- Berdoalah bersama agar Allah memberikan hati yang sabar. Bacalah potongan ayat Al-Furqan: 74: “Rabbana hab lana min azwajina wa dhurriyyatina qurrata a’yun…” (Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati).
Mengelola Emosi Orang Tua: Kesabaran yang Berpahala
Menghadapi tantrum adalah ujian keteguhan hati. Sahabat Muslim, ingatlah janji Allah bagi orang-orang yang sabar:
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).
Jadikan setiap teriakan anak sebagai pengingat untuk berdzikir. Jangan biarkan ego kita sebagai orang tua mengalahkan kasih sayang. Ketika kita mampu menahan amarah, kita sebenarnya sedang melakukan healing bagi jiwa kita sendiri dari sifat-sifat buruk.
Mengapa Tidak Boleh Memarahi Anak yang Sedang Tantrum?
- Anak Tidak Belajar Apa-apa: Saat emosi meledak, otak bagian logika anak sedang “mati”. Omelan hanya akan menambah trauma.
- Merusak Hubungan: Anak akan takut pada Anda, bukan menghormati Anda.
- Meniru Perilaku: Jika kita berteriak saat mereka tantrum, mereka belajar bahwa berteriak adalah cara menyelesaikan masalah.
Kesimpulan
Menerapkan Cara Mengatasi Anak Tantrum memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun, dengan landasan iman dan kesabaran, setiap tantangan akan menjadi ladang pahala. Tetaplah menjadi pelabuhan yang tenang bagi anak-anak Anda, karena bagi mereka, pelukan Anda adalah tempat paling aman di dunia.
Ingin mendapatkan lebih banyak tips pola asuh islami atau inspirasi harian untuk keluarga muslim? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel menarik lainnya seputar dunia parenting, adab, dan kehidupan muslim yang menyejukkan hati hanya di umroh.co. Mari bersama-sama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dengan ilmu yang tepat!



