5 Rahasia Berlaku Adil pada Anak Agar Keluarga Tetap Harmonis

27 Januari 2026

5 Menit baca

Jelleke vanooteghem chuzevDl4qM unsplash

​Berlaku Adil pada Anak bukanlah sekadar membagi roti menjadi dua bagian yang sama besar di atas meja makan, melainkan tentang bagaimana kita menjaga ketenangan hati setiap jiwa mungil yang Allah titipkan kepada kita agar mereka merasa sama-sama dicintai. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa salah satu anak terlihat lebih murung atau sering mencari perhatian lebih, sementara kita merasa sudah memberikan segalanya dengan rata?

​Terkadang, tanpa sadar kita lebih condong kepada anak yang lebih penurut atau anak bungsu yang menggemaskan, sementara si kakak merasa terabaikan. Kegelisahan yang Sahabat Muslim rasakan saat ini adalah sebuah bentuk “healing” spiritual—tanda bahwa hati Anda masih sangat peduli pada kebenaran. Mari kita pelajari bersama bagaimana tuntunan Islam memberikan kedamaian dalam mengatur kasih sayang kepada buah hati.

​Mengapa Keadilan dalam Keluarga Adalah Perintah Langit?

​Sahabat Muslim, keadilan adalah napas dari keharmonisan rumah tangga. Allah SWT sangat menekankan pentingnya berlaku adil dalam segala aspek kehidupan, termasuk kepada darah daging kita sendiri.

​Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat tegas namun penuh hikmah dalam sebuah hadits shahih:

“Bertakwalah kalian kepada Allah dan berlakulah adil di antara anak-anak kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

​Kisah di balik hadits ini berawal dari seorang sahabat, Basyir bin Sa’ad, yang ingin memberikan hadiah hanya kepada salah satu anaknya, Nu’man. Rasulullah SAW menolak menjadi saksi atas pemberian tersebut jika anak-anak yang lain tidak diberikan hal yang serupa. Beliau menyebutnya sebagai sebuah ketidakadilan. Hal ini mengajarkan kita bahwa keadilan orang tua adalah fondasi ketakwaan.

​Bahaya Tersembunyi di Balik Sikap Pilih Kasih

​Mungkin kita merasa pilih kasih adalah hal sepele, namun bagi jiwa seorang anak, itu adalah luka yang bisa membekas hingga mereka dewasa. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang harus kita waspadai:

  • Tumbuhnya Rasa Iri dan Benci (Sibling Rivalry): Anak yang merasa tidak diistimewakan akan memandang saudaranya sebagai saingan, bukan sebagai teman pelindung.
  • Rendahnya Rasa Percaya Diri: Anak yang merasa “nomor dua” akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya tidak cukup berharga atau tidak layak dicintai.
  • Putusnya Silaturahmi di Masa Depan: Luka masa kecil seringkali terbawa hingga dewasa, membuat hubungan antar saudara menjadi kaku dan penuh kebencian.
  • Hati yang Keras: Anak yang sering merasa diperlakukan tidak adil cenderung sulit menerima nasihat dan mudah memberontak.

​Strategi Memberikan Perhatian yang Merata: Keadilan vs Kesamaan

​Penting untuk dipahami bahwa Berlaku Adil pada Anak tidak selalu berarti memberikan sesuatu yang “sama persis” secara kuantitas, tetapi lebih kepada memberikan sesuai kebutuhan dan hak mereka (ekuitas).

​1. Adil dalam Pemberian Materi

​Jika si kakak membutuhkan sepatu sekolah baru karena yang lama sudah sempit, bukan berarti si adik harus dibelikan sepatu juga saat itu. Namun, pastikan si adik juga mendapatkan sesuatu yang ia butuhkan di waktu yang lain. Kuncinya adalah komunikasi; jelaskan mengapa kakak mendapatkan sepatu sekarang, agar si adik tidak merasa dilompati.

​2. Adil dalam Pemberian Perhatian dan Waktu

​Waktu adalah mata uang paling berharga bagi anak. Cobalah untuk menyediakan waktu “One-on-One” dengan setiap anak.

  • ​Habiskan 15 menit hanya dengan si kakak untuk mendengar ceritanya.
  • ​Habiskan 15 menit bermain dengan si adik sesuai kegemarannya.
  • ​Ketika mereka merasa mendapatkan porsi waktu yang eksklusif, rasa haus akan perhatian akan terobati.

​3. Adil dalam Ciuman dan Pelukan

​Ini mungkin terdengar sederhana, tapi Rasulullah SAW sangat memperhatikan hal ini. Beliau mengajarkan bahwa jika kita mencium salah satu anak, maka ciumlah yang lainnya juga. Jangan biarkan ada satu mata yang menatap iri saat saudaranya sedang bermanja di pelukan Anda.

​5 Cara Praktis Berlaku Adil Tanpa Melelahkan Hati

​Sahabat Muslim, mendidik anak adalah maraton, bukan lari cepat. Gunakan langkah-langkah menenangkan ini agar Anda tetap konsisten:

  1. Validasi Perasaan Mereka: Jika anak mengeluh, “Bunda kok lebih sayang adik?”, jangan langsung marah. Rangkul dia dan katakan, “Terima kasih sudah jujur sama Bunda. Maafin Bunda ya kalau ada yang kurang, Bunda sayang banget sama kamu.”
  2. Berhenti Membanding-bandingkan: Kalimat seperti “Coba lihat kakakmu, dia rajin banget,” adalah racun bagi jiwa anak. Fokuslah pada keunikan masing-masing.
  3. Berikan Tugas Sesuai Kemampuan: Adil berarti memberikan beban tanggung jawab sesuai usia. Jangan menuntut si kakak untuk selalu mengalah tanpa memberikan haknya sebagai anak yang juga butuh bimbingan.
  4. Muhasabah Sebelum Tidur: Setiap malam, renungkan interaksi Anda. Jika merasa tadi terlalu keras pada si sulung, jangan ragu untuk meminta maaf dan memeluknya sebelum ia terlelap.
  5. Doa Mohon Kelembutan Hati: Selalu minta kepada Allah agar kita diberikan hati yang luas dan mampu membagi cinta dengan bijak.

​Menyembuhkan Luka di Masa Lalu (Self-Healing bagi Orang Tua)

​Mungkin sebagian dari Sahabat Muslim pernah mengalami perlakuan tidak adil dari orang tua di masa lalu. Jangan biarkan luka itu berulang pada anak-anak Anda. Jadikan pengalaman pahit tersebut sebagai kekuatan untuk menjadi orang tua yang lebih baik. Memutus rantai pilih kasih adalah salah satu bentuk amal jariyah yang luar biasa.

​Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu…” (QS. An-Nisa: 135).

​Kesimpulan

Berlaku Adil pada Anak adalah investasi jangka panjang untuk kedamaian dunia dan akhirat. Saat kita berusaha adil, kita sedang menanam benih kasih sayang yang akan tumbuh menjadi pohon yang rindang bagi keluarga kita. Jangan stres jika sesekali kita khilaf, yang terpenting adalah kemauan kita untuk terus memperbaiki diri dan kembali pada jalan yang diridhai Allah.

​Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang saling mencintai dan mendukung karena mereka melihat keadilan itu nyata dalam rumah mereka. Amin ya Rabbal Alamin.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips mengasuh anak sesuai sunnah atau panduan adab keluarga islami lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel inspiratif dan menyejukkan hati seputar dunia parenting dan keislaman hanya di umroh.co. Mari terus belajar agar kita bisa menjadi orang tua yang lebih bijak dan berlimpah berkah!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more