7 Rahasia Peran Ayah dalam Parenting yang Bikin Anak Tangguh!

27 Januari 2026

5 Menit baca

Aakash malik wxeDDI5hZlo unsplash

​Peran Ayah dalam Parenting dimulai dari kehadiran fisik dan emosi yang utuh di dalam rumah, bukan sekadar menjadi sosok yang hanya terlihat saat waktu makan atau tidur saja. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa seperti “tamu” di rumah sendiri, di mana si kecil lebih memilih berlari ke pelukan ibunya saat merasa takut, sementara kepada Anda ia justru terlihat segan atau bahkan menjaga jarak?

​Jangan berkecil hati, Sahabat Muslim. Rasa gelisah yang Anda rasakan adalah bentuk kerinduan jiwa untuk kembali pada fitrah sebagai pemimpin keluarga yang hangat. Mari kita jadikan momen bermain bersama anak sebagai sarana self-healing—melepaskan penatnya dunia kerja dengan menyelami tawa polos buah hati. Membangun kedekatan melalui bermain bukan hanya soal bersenang-senang, melainkan cara terbaik untuk menanamkan figur otoritas yang protektif sekaligus penuh cinta.

​Mengapa Sosok Ayah Harus Hadir dalam Dunia Bermain?

​Banyak yang mengira bermain adalah tugas ibu, sementara ayah bertugas mendisiplinkan. Padahal, dalam Islam, figur ayah adalah pendidik utama yang memberikan visi dan kekuatan mental. Kehadiran ayah saat bermain memberikan rasa aman yang berbeda; sebuah rasa aman yang membuat anak berani mengeksplorasi dunia karena ia tahu ada “benteng” kuat yang menjaganya.

​Allah SWT mengabadikan dialog antara ayah dan anak dalam Al-Qur’an melalui kisah Luqman Al-Hakim:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah…'” (QS. Luqman: 13).

​Pelajaran tauhid dan akhlak yang berat itu disampaikan Luqman dengan panggilan sayang (Ya Bunayya), yang menunjukkan adanya kedekatan emosional yang luar biasa sebelumnya. Kedekatan itu, salah satunya, dibangun melalui waktu-waktu santai dan bermain bersama.

​7 Cara Ayah Membangun Kedekatan Lewat Bermain

​Berikut adalah langkah-langkah praktis bagi Sahabat Muslim untuk mengoptimalkan Peran Ayah dalam Parenting melalui dunia bermain yang seru:

​1. Lakukan Permainan Fisik (Rough and Tumble Play)

​Berbeda dengan ibu yang cenderung berhati-hati, ayah biasanya lebih suka mengajak anak bermain fisik seperti bergulat ringan, menggendong di pundak, atau kejar-kejaran.

  • ​Permainan ini melatih anak mengelola emosi dan kekuatan fisiknya.
  • ​Anak belajar tentang batasan dan kontrol diri melalui interaksi fisik dengan ayahnya.

​2. Menjadi Pendengar yang Aktif saat Bermain

​Jangan hanya hadir secara fisik sambil mata menatap layar ponsel.

  • ​Letakkan gadget Anda, tatap mata mereka, dan ikutlah dalam alur imajinasi mereka.
  • ​Saat ayah mau mendengarkan ocehan anak tentang mainannya, anak akan merasa bahwa pendapatnya berharga di mata sang pemimpin keluarga.

​3. Kenalkan Tantangan dan Problem Solving

​Ayah cenderung mendorong anak untuk berani mencoba hal baru.

  • ​Saat bermain balok atau puzzle, jangan langsung memberikan jawaban.
  • ​Berikan stimulasi: “Kira-kira kalau ditaruh di sini roboh tidak ya?”. Ini akan membangun rasa percaya diri anak dalam menghadapi masalah di masa depan.

​4. Jadikan Bermain sebagai Sarana Mengenalkan Sunnah

​Gunakan waktu bermain untuk meneladani Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok yang sangat hangat kepada cucu-cucunya, Hasan dan Husain.

  • ​Rasulullah pernah membiarkan cucunya menunggangi punggung beliau saat sedang sujud.
  • ​Beliau bersabda: “Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari & Muslim).
  • ​Saat menggendong anak di punggung, ceritakan bahwa Nabi pun suka melakukan hal yang sama.

​5. Membangun Otoritas yang Hangat

​Bermain bukan berarti menghilangkan wibawa. Justru saat bermain, ayah bisa menanamkan aturan dengan cara yang menyenangkan.

  • ​Misalkan, aturan “bereskan mainan setelah selesai” adalah bentuk latihan tanggung jawab.
  • ​Anak akan lebih mudah menuruti aturan yang lahir dari rasa cinta, bukan dari rasa takut.

​6. Berikan Perlindungan yang Menenangkan (Protective Figure)

​Saat bermain di luar dan anak terjatuh, jadilah orang pertama yang menenangkannya tanpa mematikan keberaniannya.

  • “Tidak apa-apa, Ayah di sini. Yuk, kita coba lagi pelan-pelan.”
  • ​Kalimat ini membangun persepsi bahwa ayah adalah tempat kembali yang aman saat dunia terasa keras.

​7. Luangkan Waktu Khusus (Quality Time) Tanpa Gangguan

​Tidak perlu waktu lama, cukup 15-30 menit setiap hari secara konsisten.

  • ​Waktu yang berkualitas akan mengisi “tangki cinta” anak dengan penuh.
  • ​Ini adalah investasi terbaik untuk kesehatan mental anak hingga mereka dewasa kelak.

​Manfaat Bermain bagi Ayah: Sebuah Self-Healing

​Sahabat Muslim, sadarkah Anda bahwa bermain dengan anak sebenarnya adalah terapi bagi diri Anda sendiri?

  • Menurunkan Kortisol: Tawa anak mampu menurunkan hormon stres setelah seharian bekerja.
  • Perspektif Baru: Melihat dunia dari mata anak-anak membantu kita lebih bersyukur atas hal-hal kecil.
  • Pahala Jariyah: Setiap detik Anda mendidik mereka melalui bermain, Allah mencatatnya sebagai bentuk ibadah menjaga amanah.

​Kesimpulan

​Menerapkan Peran Ayah dalam Parenting melalui bermain adalah cara paling efektif untuk membangun pondasi karakter anak yang kokoh. Anak laki-laki belajar bagaimana menjadi pemimpin yang lembut dari ayahnya, dan anak perempuan belajar bagaimana seharusnya seorang laki-laki memperlakukannya dengan hormat dari ayahnya.

​Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja. Anak-anak hanya sebentar menjadi kecil, namun kenangan bermain dengan ayahnya akan mereka bawa hingga ke liang lahat. Mari kita mulai hari ini, dengan senyuman dan hati yang lapang.

​Ingin mendapatkan inspirasi lebih dalam tentang cara mendidik keluarga sesuai sunnah atau panduan kehidupan muslim lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar parenting islami hanya di umroh.co. Mari bersama-sama bertumbuh menjadi orang tua yang lebih bijak demi masa depan gemilang buah hati tercinta!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more