Mengenalkan Hijab pada Anak adalah sebuah perjalanan spiritual yang dimulai dari kelembutan hati, karena kita ingin si kecil merasa bahwa menutup aurat adalah bentuk kasih sayang Allah kepadanya, bukan sekadar aturan kaku yang membelenggu. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa cemas atau dilingkupi rasa bersalah saat melihat putri Anda mulai beranjak besar, namun ia terlihat belum tertarik atau bahkan menolak saat diminta memakai kerudung?
Tenanglah, Sahabat Muslim. Ambil napas dalam-dalam dan sadari bahwa hidayah adalah milik Allah, sedangkan tugas kita hanyalah menanam benih cinta dengan cara yang paling indah. Mari kita jadikan momen mendidik ini sebagai sarana self-healing—sebuah proses di mana kita belajar untuk lebih sabar dan kembali merenungi makna kecantikan yang sesungguhnya di mata Sang Pencipta.
Mengapa Menutup Aurat Harus Dikenalkan sebagai “Hadiah”?
Dalam Islam, hijab bukan hanya selembar kain, melainkan identitas kemuliaan. Namun, bagi anak-anak, konsep ini harus disampaikan secara bertahap dan menyenangkan. Allah SWT berfirman:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu…” (QS. Al-Ahzab: 59).
Sahabat Muslim, mari kita tekankan pada bagian “agar lebih mudah dikenali”. Jelaskan pada putri kita bahwa ia adalah “permata” yang sangat berharga sehingga Allah ingin ia dikenal sebagai anak yang shalihah dan terjaga.
7 Langkah Kreatif Mengenalkan Hijab pada Anak dengan Cinta
Berikut adalah panduan praktis yang bisa Sahabat Muslim terapkan di rumah agar proses belajar ini terasa menenangkan:
1. Jadilah Cermin Kecantikan yang Nyata
Anak adalah peniru yang ulung. Sebelum memintanya memakai kerudung, biarkan ia melihat betapa Bunda merasa sangat nyaman, cantik, dan bahagia saat memakainya.
- Tunjukkan wajah ceria saat memakai hijab di depan cermin.
- Ceritakan betapa Bunda merasa terlindungi dan tenang saat menutup aurat.
2. Berikan Kebebasan Memilih “Mahkota” Versinya
Jangan langsung memaksakan warna atau model tertentu. Ajak si kecil pergi ke toko kerudung dan biarkan ia memilih sendiri.
- Pilihkan bahan yang dingin (seperti kaos atau voal) agar ia tidak merasa gerah.
- Biarkan ia memilih motif atau warna favoritnya agar ia merasa memiliki kontrol atas penampilannya.
3. Gunakan Analogi yang Menyentuh Imajinasi
Anak-anak sangat menyukai metafora. Gunakan bahasa yang humanis untuk menjelaskan fungsi hijab.
- “Sayang, tahu tidak kenapa permen dibungkus rapi? Supaya tetap bersih dan enak. Kakak juga begitu, hijab ini seperti bungkus cantik untuk permen yang berharga.”
- “Hijab ini adalah mahkota dari Allah supaya Kakak terlihat seperti ratu surga.”
4. Kenalkan Secara Bertahap (Step-by-Step)
Jangan menuntutnya langsung memakai hijab 24 jam. Mulailah dari momen-momen tertentu yang menyenangkan.
- Ajak memakai kerudung saat berangkat mengaji atau saat ada acara keluarga yang meriah.
- Berikan apresiasi saat ia mau memakainya lebih lama dari biasanya.
5. Selipkan Kalimat Thoyyibah yang Memotivasi
Pujian adalah nutrisi bagi kepercayaan dirinya. Saat ia memakai hijab, jangan hanya bilang “cantik”, tapi kuatkan jati dirinya.
- “Masya Allah, Kakak terlihat teduh sekali pakai ini.”
- “Barakallahu fiik, Bunda bangga Kakak belajar menjaga amanah Allah.”
6. Hubungkan Hijab dengan Rasa Sayang Allah
Hindari kata “berdosa” atau “nanti masuk neraka” saat ia belum mau berhijab di usia dini.
- Katakan bahwa Allah sangat sayang padanya dan ingin memberinya perlindungan terbaik.
- Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu Maha Pemalu dan Maha Menutup (Aib), Dia mencintai rasa malu dan ketertutupan.” (HR. Abu Daud). Ajarkan ia bahwa rasa malu adalah perhiasan yang paling indah.
7. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
Dukungan dari Ayah juga sangat penting. Pujian dari seorang ayah seringkali memberikan dampak kepercayaan diri yang luar biasa bagi anak perempuan.
- Jadikan waktu berkumpul keluarga sebagai momen untuk saling menghargai pilihan-pilihan baiknya.
Menghadapi Fase “Ingin Melepas Hijab” dengan Tenang
Sahabat Muslim, akan ada saatnya anak merasa jenuh atau merasa berbeda dari teman-temannya. Ini adalah hal yang wajar.
- Jangan emosional: Dengarkan alasannya dengan tenang.
- Validasi perasaannya: “Bunda tahu memang cuacanya lagi panas ya sayang? Kita cari bahan yang lebih tipis yuk.”
- Sabar adalah kunci: Ingatlah bahwa mendidik adalah maraton. Tetaplah mendoakannya di setiap sujud tanpa henti.
Kesimpulan
Proses Mengenalkan Hijab pada Anak adalah tentang membangun pondasi harga diri yang kuat. Kita ingin mereka berhijab bukan karena takut pada orang tua, melainkan karena mereka tahu betapa berharganya diri mereka di hadapan Allah. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling nyaman bagi mereka untuk belajar, bertanya, dan akhirnya mencintai syariat ini dengan tulus.
Tetaplah bersemangat, Sahabat Muslim. Setiap helai kain yang menutupi auratnya atas bimbingan Anda adalah butiran pahala jariyah yang takkan pernah putus.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips pola asuh islami, adab sehari-hari, atau panduan kehidupan muslim lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel inspiratif dan edukatif seputar dunia keluarga dan keislaman hanya di umroh.co. Mari terus belajar dan bertumbuh bersama demi membangun generasi yang mencintai rida Allah SWT!



