Mengatasi Sibling Rivalry atau persaingan antar saudara kandung adalah salah satu tantangan parenting yang paling menguras emosi, namun jika dihadapi dengan ketenangan, ia bisa menjadi ladang pahala dan sarana pembentuk karakter anak yang luar biasa. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa bingung harus membela siapa saat kakak dan adik mulai bertengkar hebat hanya karena masalah sepele? Atau mungkin Anda merasa cemas kalau-kalau rasa cemburu ini terbawa hingga mereka dewasa nanti?
Rasa lelah dan cemas yang Sahabat Muslim rasakan adalah tanda betapa besarnya kasih sayang Anda kepada mereka. Mari kita jadikan momen ini sebagai bentuk self-healing bagi kita sebagai orang tua; untuk kembali belajar tentang arti keadilan dan kesabaran sebagaimana yang diajarkan dalam syariat. Persaingan antar saudara adalah hal yang manusiawi, namun Islam memberikan tuntunan agar api cemburu itu berubah menjadi cahaya kasih sayang.
Mengapa Persaingan Kakak-Adik Bisa Muncul?
Sahabat Muslim, sebelum kita bertindak, mari kita pahami bahwa anak-anak seringkali bersaing bukan karena mereka jahat, melainkan karena mereka sedang memperebutkan satu harta paling berharga: perhatian Anda. Dalam Al-Qur’an, kita diingatkan tentang kisah putra-putra Nabi Ya’qub AS yang merasa cemburu kepada Nabi Yusuf AS. Mereka berkata:
“Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat)…” (QS. Yusuf: 8).
Kisah ini adalah pelajaran abadi bahwa rasa tidak adil—meskipun hanya dalam persepsi anak—bisa memicu konflik besar. Maka, langkah pertama kita adalah memastikan setiap anak merasa “penuh” tangki cintanya.
7 Strategi Kreatif Mengatasi Sibling Rivalry di Rumah
Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa Sahabat Muslim terapkan untuk meredam kecemburuan dan menumbuhkan rasa saling melindungi:
1. Berlaku Adil Secara Kuantitas dan Kualitas
Islam sangat menekankan keadilan orang tua terhadap anak-anaknya. Rasulullah SAW bersabda:
“Bertakwalah kalian kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adil bukan berarti memberikan barang yang sama persis, tetapi memberikan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing tanpa membanding-bandingkan.
2. Hindari Labeling dan Perbandingan
”Kenapa kamu tidak pintar seperti kakakmu?” atau “Adikmu saja bisa, masa kamu tidak?”. Kalimat-kalimat seperti ini adalah racun bagi hubungan persaudaraan.
- Fokuslah pada keunikan masing-masing anak.
- Rayakan setiap kemajuan kecil mereka tanpa harus mengaitkannya dengan pencapaian saudaranya.
3. Ciptakan “Waktu Spesial” Secara Terpisah
Terkadang, anak berbuat ulah hanya karena ingin berduaan saja dengan Sahabat Muslim.
- Luangkan waktu 10-15 menit sehari hanya untuk si kakak (tanpa adik).
- Begitu pula sebaliknya untuk si adik. Saat mereka merasa memiliki waktu “eksklusif” dengan orang tuanya, rasa haus akan perhatian akan berkurang.
4. Jangan Selalu Menjadi “Hakim”
Saat terjadi pertengkaran kecil, jangan buru-buru mencari siapa yang salah. Hal ini justru membuat mereka saling menyalahkan demi mendapat pembelaan Anda.
- Ajak mereka mencari solusi bersama: “Bunda sedih lihat kalian bertengkar. Menurut kalian, gimana ya caranya supaya mainan ini bisa dimainkan bergantian?”
- Biarkan mereka belajar bernegosiasi.
5. Ajarkan Adab Mendahulukan Saudara (Itsar)
Tanamkan nilai kedermawanan. Ajarkan si kakak untuk menyayangi yang lebih kecil, dan ajarkan si adik untuk menghormati yang lebih tua.
- Berikan pujian saat kakak mau mengalah: “Masya Allah, Kakak shalih sekali sudah mau berbagi dengan adik.”
- Ajarkan adik berterima kasih: “Ayo bilang terima kasih ke kakak, kakak sudah baik sekali.”
6. Fokus pada Kerja Sama, Bukan Kompetisi
Alih-alih berkata “Siapa yang paling cepat mandi dia yang menang”, lebih baik katakan “Yuk, kita bareng-bareng beresin mainan ini supaya ruangannya jadi bersih”.
- Buatlah kegiatan yang membutuhkan kerja tim, seperti memasak bersama atau membersihkan halaman.
- Saat mereka berhasil melakukan sesuatu bersama, mereka akan merasa sebagai satu tim yang solid.
7. Doakan Kelembutan Hati Mereka dalam Sujud Anda
Sahabat Muslim, kita hanya perantara, namun Allah-lah Pemilik hati. Jangan pernah putus mendoakan mereka. Bacalah doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an:
“…Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)…” (QS. Al-Furqan: 74).
Menemukan Ketenangan: Self-Healing untuk Orang Tua
Menghadapi Mengatasi Sibling Rivalry memang melelahkan. Jika suatu hari Sahabat Muslim merasa ingin marah, berwudhulah. Sadarilah bahwa anak-anak ini sedang belajar tentang kehidupan melalui konflik tersebut. Kesabaran Anda dalam menghadapi mereka adalah bentuk ibadah yang sangat tinggi nilainya di mata Allah.
Biarkan rumah Anda menjadi madrasah cinta. Saat Anda tenang, anak-anak pun akan belajar untuk tenang. Maafkan diri Anda jika belum bisa selalu adil, dan mulailah kembali setiap hari dengan niat yang baru.
Kesimpulan
Menangani persaingan antar saudara adalah proses maraton, bukan lari cepat. Dengan keadilan, komunikasi yang hangat, dan teladan yang baik, Sahabat Muslim sedang membangun jalinan kasih yang insyaAllah akan membuat mereka saling melindungi hingga dewasa kelak. Jadikan rumah tempat yang paling aman bagi setiap anak untuk merasa dicintai sepenuhnya.
Ingin mendapatkan inspirasi lebih dalam tentang tips keluarga sakinah, panduan adab islami, atau informasi menarik seputar persiapan umroh keluarga? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar kehidupan muslim hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan iman kita demi membangun kehidupan keluarga yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT!



