7 Langkah Ampuh Mengatasi Anak Penakut, Bunda Wajib Coba!

29 Januari 2026

5 Menit baca

La fabbrica dei sogni lJfgwQ1nNQo unsplash

​Mengatasi Anak Penakut memerlukan pendekatan yang penuh kelembutan dan kesabaran, karena keberanian sejati tidak lahir dari paksaan, melainkan dari rasa percaya bahwa ia tidak pernah benar-benar sendirian di dunia ini. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa khawatir saat si kecil enggan pergi ke kamar mandi sendiri atau selalu minta ditemani karena takut akan kegelapan dan sosok imajiner yang menakutkan?

​Wajar jika kita merasa lelah, namun mari kita jadikan momen ini sebagai sarana self-healing. Rasa takut pada anak sering kali merupakan refleksi dari rasa butuh akan perlindungan. Dalam Islam, ketenangan hati adalah kunci, dan ketenangan itu bermuara pada zikrullah (mengingat Allah). Mari kita bedah bagaimana cara menanamkan “jangkar” tauhid yang kokoh agar si kecil tumbuh menjadi pribadi yang bermental baja namun berhati lembut.

​Memahami Akar Rasa Takut: Mengapa Mereka Ragu?

​Sebelum memberikan solusi, Sahabat Muslim perlu memahami bahwa imajinasi anak usia dini sangatlah luas. Mereka belum bisa sepenuhnya membedakan antara fiksi dan realitas.

  • Kurangnya Rasa Aman: Anak merasa dunianya terancam saat figur pelindungnya (orang tua) tidak terlihat.
  • Paparan Konten Negatif: Cerita hantu atau tontonan yang tidak sesuai usia bisa meninggalkan residu kecemasan di alam bawah sadar mereka.
  • Refleksi Kecemasan Orang Tua: Terkadang, tanpa sadar kita menunjukkan kekhawatiran berlebih yang kemudian diserap oleh anak.

​Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

​7 Langkah Praktis Menumbuhkan Mental Pemberani

​Berikut adalah cara-cara humanistis yang bisa Sahabat Muslim terapkan di rumah agar suasana menjadi lebih damai:

​1. Validasi Perasaannya dengan Kasih Sayang

​Jangan pernah meremehkan rasa takutnya dengan kalimat, “Ah, gitu aja takut!”. Hal ini justru akan membuat batinnya semakin tertekan.

  • ​Dekaplah ia dan katakan: “Bunda tahu Kakak merasa takut, itu manusiawi. Bunda di sini menemani Kakak.” * Saat perasaannya diterima, ia akan merasa lebih tenang untuk mendengarkan solusi selanjutnya.

​2. Kenalkan Allah sebagai Al-Hafiz (Sang Maha Penjaga)

​Ajarkan anak bahwa ada satu kekuatan yang jauh lebih besar dari apa pun di dunia ini.

  • ​Ceritakan bahwa Allah adalah pelindung yang tidak pernah tidur.
  • ​Gunakan analogi yang sederhana: “Seperti Bunda yang menjaga Kakak, Allah menjaga kita semua jauh lebih hebat lagi.”

​3. Ajarkan Doa Perlindungan sebagai “Senjata”

​Berikan anak alat pertahanan spiritual yang bisa ia gunakan kapan saja.

  • ​Ajarkan membaca Ayat Kursi atau Mu’awwidhatain (Surat Al-Falaq dan An-Naas) sebelum tidur.
  • ​Jelaskan bahwa saat membaca doa tersebut, Allah mengirimkan malaikat untuk menjaganya hingga pagi. Hal ini secara psikologis memberikan rasa aman yang luar biasa.

​4. Kisah Heroik Sahabat Nabi sebagai Idola

​Alih-alih superhero fiktif, ceritakanlah kisah keberanian Ali bin Abi Thalib saat menggantikan posisi tidur Rasulullah atau keteguhan hati Khalid bin Walid.

  • ​Tunjukkan bahwa keberanian mereka bersumber dari rasa cinta kepada Allah.
  • ​Anak butuh figur nyata yang bisa dicontoh integritasnya.

​5. Berlatih Keberanian Secara Bertahap

​Jangan langsung memaksa anak tidur di kamar gelap total.

  • ​Gunakan lampu tidur yang redup terlebih dahulu.
  • ​Berikan tantangan kecil, seperti mengambil barang di ruangan sebelah yang lampunya menyala, lalu berikan pujian yang tulus saat ia berhasil.

​6. Berhenti Menggunakan “Ancaman” untuk Disiplin

​Sahabat Muslim, hindari menakut-nakuti anak agar mereka patuh, seperti: “Kalau nggak mandi, nanti ada hantu lho!”.

  • ​Ucapan ini adalah benih rasa takut yang akan tumbuh subur di benaknya.
  • ​Disiplinkan anak dengan logika dan kasih sayang, bukan dengan menciptakan teror fiktif.

​7. Nasehat Rasulullah kepada Ibnu Abbas

​Ingatkan anak pada pesan indah Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:

“…Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu. Jika kamu memohon, memohonlah kepada Allah. Jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah…” (HR. Tirmidzi).

Tanamkan bahwa selama kita berada di jalan-Nya, tidak ada yang perlu ditakuti secara berlebihan.

​Menyembuhkan Batin Orang Tua (Self-Healing)

​Mendidik anak yang penakut terkadang menguras emosi kita. Jika Anda merasa ingin marah, ingatlah bahwa ini adalah proses pertumbuhan. Ketenangan batin Anda adalah cermin bagi anak. Jika Sahabat Muslim tampak tenang dan yakin pada perlindungan Allah, maka anak akan merasa lebih aman. Jadikan setiap momen mendampingi ketakutannya sebagai cara bagi Anda untuk juga kembali mendekat kepada Sang Khalik.

​Kesimpulan

Mengatasi Anak Penakut bukan sekadar masalah psikologis, melainkan sebuah perjalanan spiritual. Dengan menanamkan keyakinan bahwa Allah selalu dekat, kita sedang membekali mereka dengan “perisai” yang akan menjaganya seumur hidup. Biarkan mereka tahu bahwa rasa takut itu normal, namun Allah jauh lebih besar dari rasa takut itu sendiri.

​Semoga putra-putri kita tumbuh menjadi generasi yang berani karena Allah, tangguh dalam menghadapi ujian, dan selalu memiliki hati yang tenang.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips pola asuh islami, adab sehari-hari, atau inspirasi keluarga sakinah lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar dunia keluarga muslim hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan iman kita demi membangun generasi yang shalih dan masa depan keluarga yang penuh berkah!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more