7 Trik Mengatasi Anak Picky Eater

29 Januari 2026

5 Menit baca

Providence doucet 5za6niH4qpw unsplash

​Mengatasi Anak Picky Eater sering kali menjadi tantangan batin tersendiri bagi kita para orang tua, apalagi saat melihat nasi dan sayur yang kita siapkan dengan cinta justru berakhir ditolak mentah-mentah oleh si kecil. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa ingin menangis di dapur karena merasa gagal memberikan gizi terbaik, atau justru terpancing amarah karena lelah menghadapi aksi tutup mulut sang buah hati?

​Rasa lelah itu manusiawi, Sahabat Muslim. Namun, mari kita jadikan momen ini sebagai sarana self-healing. Ingatlah bahwa setiap butir nasi adalah rezeki (rizki) dari Allah yang harus kita hargai. Mengajarkan anak makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan mengenalkan mereka pada kasih sayang Allah melalui makanan. Mari kita ubah strategi kita menjadi lebih kreatif, lembut, dan penuh berkah.

​Menata Hati Orang Tua Sebelum Menata Meja Makan

​Sahabat Muslim, sebelum kita mengubah menu anak, kita perlu mengubah suasana hati kita sendiri. Jika kita datang ke meja makan dengan stres dan ketegangan, si kecil akan merasakannya. Makanan adalah nikmat, maka meja makan haruslah menjadi tempat yang penuh kedamaian.

​Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 172).

​Jadikan ayat ini pengingat bahwa tugas kita adalah menyediakan yang baik dan mengajarkan syukur. Hasilnya? Kita serahkan pada Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.

​7 Cara Kreatif dan Islami Mengatasi Anak Picky Eater

​Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Sahabat Muslim terapkan agar waktu makan kembali menjadi momen yang dinanti:

​1. Sajikan dengan Visual yang “Bicara”

​Anak-anak adalah makhluk visual. Gunakan kreativitas untuk membuat piring mereka terlihat menarik.

  • ​Gunakan cetakan nasi bentuk bintang atau hewan.
  • ​Susun sayuran warna-warni seperti pelangi.
  • ​Berikan nama unik pada makanan, misalnya “Brokoli Pohon Ajaib” atau “Wortel Mata Elang”.

​2. Libatkan Anak Sejak dari Dapur

​Kemandirian melahirkan ketertarikan. Saat anak ikut membantu memetik sayur atau mencuci buah, mereka akan merasa memiliki “karya” tersebut.

  • ​Ajak mereka memilih sayur di pasar atau supermarket.
  • ​Biarkan mereka membantu menata meja makan.
  • ​Anak yang merasa terlibat cenderung lebih penasaran untuk mencicipi hasilnya.

​3. Ceritakan Kisah di Balik Makanan (Storytelling)

​Alih-alih memaksa, ceritakanlah dari mana makanan itu berasal. Sahabat Muslim bisa bercerita betapa hebatnya Allah menumbuhkan tanaman dari tanah yang kering dengan siraman air hujan.

  • ​Jelaskan bahwa nasi ini adalah hasil kerja keras petani yang Allah mudahkan rezekinya.
  • ​Storytelling membantu anak menghargai proses dan menumbuhkan rasa sayang pada makanan.

​4. Terapkan Sunnah Makan Bersama

​Rasulullah SAW bersabda: “Makanlah kalian bersama-sama dan sebutlah nama Allah (membaca bismillah), maka kalian akan diberi berkah pada makanan kalian.” (HR. Abu Daud).

  • ​Hindari membiarkan anak makan sendirian sambil menonton gawai.
  • ​Makan bersama menciptakan bonding dan anak akan melihat orang tuanya makan sayur dengan lahap sebagai teladan.

​5. Jangan Pernah Mencela Makanan

​Ini adalah adab penting. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • ​Jika anak menolak, jangan dimarahi atau dicela seleranya. Cukup angkat makanannya dengan tenang dan coba lagi di waktu lain.

​6. Kenalkan Konsep “Berbagi” Sebelum Makan

​Saat makan, Sahabat Muslim bisa menyelipkan cerita tentang saudara-saudara kita yang mungkin kesulitan mendapatkan makanan.

  • ​Ajarkan anak untuk mengambil porsi secukupnya agar tidak ada yang terbuang (mubazir).
  • ​Jelaskan bahwa menyisakan makanan berarti kita kurang menghargai rezeki yang Allah berikan.

​7. Kekuatan Doa dalam Setiap Suapan

​Jangan remehkan kekuatan doa seorang ibu dan ayah.

  • ​Sebelum makan, ajak anak berdoa dengan khusyuk, bukan sekadar hafalan.
  • ​Bacakan doa: “Allahumma barik lana fima razaqtana waqina ‘adzabannar.”
  • ​Mintalah dalam hati agar Allah melembutkan hati anak dan memberikan keberkahan pada setiap nutrisi yang masuk ke tubuhnya.

​Mengubah Keluhan Menjadi Syukur (Self-Healing)

​Sahabat Muslim, jika hari ini si kecil tetap menolak makanannya, tariklah napas dan ucapkan Alhamdulillah. Bersyukurlah karena Anda masih diberi kemampuan untuk menyediakan makanan, dan bersyukurlah karena anak Anda masih sehat dan aktif.

​Jangan biarkan piring yang tersisa merusak kedamaian rumah Anda. Sabar dalam mendidik adalah ibadah. Anggaplah penolakan anak sebagai latihan bagi Anda untuk memperluas samudera kesabaran di dalam hati. Saat Anda tenang, anak pun akan merasa aman, dan perlahan-lahan ia akan lebih terbuka terhadap makanan baru.

​Kesimpulan

Mengatasi Anak Picky Eater adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketelatenan. Dengan menyajikan makanan secara kreatif, melibatkan anak, serta membiasakan adab-adab islami, kita sedang membangun pondasi syukur yang akan mereka bawa hingga dewasa. Ingatlah, yang masuk ke dalam tubuh mereka bukan hanya protein dan vitamin, tapi juga energi cinta dan doa dari orang tuanya.

​Semoga meja makan di rumah Sahabat Muslim selalu dipenuhi dengan keberkahan, tawa, dan rasa syukur yang tulus kepada Allah SWT.

​Sahabat Muslim ingin mengetahui lebih banyak tentang tips pola asuh islami, resep makanan sehat untuk anak, atau panduan keluarga sakinah lainnya? Anda bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar dunia parenting dan keislaman hanya di umroh.co. Mari terus belajar dan bertumbuh bersama demi masa depan keluarga yang lebih berkah!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more