Indonesia kembali mencatat pencapaian besar dalam peta industri halal global. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan Kepala BPJPH Haikal Hassan di puncaknya berhasil membawa Indonesia ke posisi paling prestisius dalam organisasi sertifikasi halal internasional. Dalam sebuah event besar bertajuk Jakarta Halal Market di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Haikal mengumumkan bahwa Indonesia kini resmi menjadi Presiden International Halal Standard World Council sebuah lembaga standar halal dunia yang beranggotakan 20 negara.
Pengangkatan Indonesia sebagai presiden lembaga sertifikasi halal dunia ini tidak datang begitu saja. Melainkan melalui kesepakatan bersama anggota organisasi dan atas pengakuan peran strategis Indonesia dalam memajukan standardisasi halal global. Haikal menyatakan rasa syukur dan optimisme tinggi terhadap posisi baru yang diemban Indonesia ini.
Menurut Haikal, kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia bukan hanya sekadar kehormatan simbolik, melainkan cerminan dari kemajuan kebijakan dan ekosistem halal nasional yang bertumbuh pesat selama beberapa tahun terakhir. Termasuk memperluas jumlah produk bersertifikat halal besar-besaran dan menguatkan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga internasional.
Apa Itu International Halal Standard World Council?
International Halal Standard World Council merupakan sebuah organisasi multinasional yang beranggotakan negara-negara dengan kepentingan serius dalam pengembangan standar halal internasional. Tujuan utama lembaga ini adalah menyusun dan menyelaraskan standar halal yang diakui secara global, sehingga memudahkan perdagangan dan kepercayaan konsumen lintas negara. Dengan pemimpin Indonesia, diharapkan suara negara-negara berkembang akan lebih kuat dalam menentukan arah standar halal dunia.
Reaksi Indonesia: Dari Jakarta untuk Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Haikal tidak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga memproklamasikan visi besar yang disebutnya sebagai “Jakarta is the capital of halal” Jakarta sebagai ibu kota halal dunia. Ide ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pusat kegiatan halal global, bukan semata pemasok produk halal, tetapi juga sebagai pusat standarisasi, inovasi, dan perdagangan halal.
Haikal juga menekankan bahwa standardisasi halal harus menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar ekspor Indonesia, serta memberi nilai tambah bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang mewakili sebagian besar ekonomi nasional.
Mengapa Ini Penting untuk Indonesia?
Indonesia dikenal sebagai salah satu pasar produk halal terbesar di dunia dengan jumlah penduduk muslim besar dan konsumen yang sangat memperhatikan kehalalan produk. Menjadi presiden lembaga sertifikasi halal dunia berarti Indonesia bukan hanya menjadi pengikut aturan internasional, tetapi juga pencetus standar halal global yang bisa lebih adil dan sesuai kebutuhan pasar berkembang.
Peran baru ini memberi peluang besar bagi industri halal dalam negeri untuk mendapatkan pengakuan yang lebih kuat di luar negeri, sekaligus membuka ruang kerja sama internasional lebih luas dalam berbagai sektor mulai dari makanan, minuman, farmasi, kosmetik, sampai teknologi halal.
Dampak terhadap Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
Dengan posisi Indonesia sebagai presiden dewan sertifikasi halal dunia, dampaknya juga bisa menjalar ke pelaku usaha kecil di dalam negeri. Pemerintah melalui BPJPH kini memiliki kesempatan untuk membantu UMK masuk ke pasar global dengan standar yang sudah diakui secara internasional. Pasar halal sekarang bukan hanya soal konsumsi dalam negeri, tetapi juga peluang ekspor dengan nilai tambah tinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, BPJPH dan pemerintah aktif mengembangkan kebijakan selain pencapaian internasional ini — termasuk wajibnya sertifikasi halal untuk semua produk tertentu mulai 2026, serta program sertifikasi halal gratis bagi UMK. Semua itu memperkuat sinergi antara kebijakan domestik dan posisi global.
Kritik & Tantangan
Meski prestasi besar ini disambut positif oleh banyak pihak, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi. Pengembangan standar halal global berarti Indonesia harus konsisten menjaga kualitas dan kredibilitas standar yang diadopsi. Selain itu, ada tantangan memastikan UMK Indonesia dapat memenuhi standar ini tanpa terbebani biaya tinggi atau kesulitan administratif.
Peluang internasional ini juga mengangkat pertanyaan soal hak suara negara-negara anggota dalam mengambil keputusan penting, sehingga Indonesia harus bisa menjadi jembatan antara kepentingan negara berkembang dan negara maju dalam standar halal global. Namun, banyak pihak berharap posisi baru ini akan menjadi momentum besar untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di dunia internasional.
Penunjukan Indonesia sebagai Presiden International Halal Standard World Council adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah sertifikasi halal Indonesia. Langkah ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mengarahkan standar halal dunia, memperkuat ekonomi halal nasional, dan memberikan akses pasar global yang lebih luas bagi pelaku usaha di tanah air. Haikal Hassan dan BPJPH kini tidak hanya bekerja untuk domestik, tetapi juga menjadi wajah Indonesia di panggung halal dunia.


