Gerakan Rakyat Secara Resmi Jadi Partai Politik! Anies Baswedan Dipuja Sebagai Anggota Kehormatan, Loyalis Jadi Ketum, Ini Tujuannya!

31 Januari 2026

5 Menit baca

Anies Baswedan

Dalam dinamika politik Indonesia yang semakin memanas menjelang Pemilu 2029, sebuah langkah mengejutkan terjadi ketika Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi berubah menjadi partai politik. Perubahan status ini diumumkan secara resmi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Gerakan Rakyat yang berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 18 Januari 2026. Peristiwa ini mendapatkan perhatian besar di panggung politik nasional karena membawa nama Anies Rasyid Baswedan dan juga tokoh penting yang ditunjuk sebagai Ketua Umum partai baru tersebut.

Rakernas yang menjadi puncak transformasi tersebut dihadiri oleh ratusan pengurus dari berbagai tingkat kepengurusan. Dalam forum itu, keputusan bersejarah untuk mengubah ormas menjadi partai politik disetujui secara aklamasi oleh mayoritas peserta rapat. Para pengurus yang hadir, termasuk representasi dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan ratusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum terpilih untuk memimpin organisasi yang kini bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat.

Anies Baswedan: Anggota Kehormatan dengan Peran Simbolis

Dalam peresmian partai baru itu, nama Anies Baswedan menjadi sorotan utama. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini diangkat sebagai Anggota Kehormatan nomor 001 Partai Gerakan Rakyat, sebuah posisi simbolis yang menunjukkan hubungan historis dan inspiratif antara sosok Anies dengan organisasi tersebut. Keputusan ini mempertegas bahwa partai baru ini mengambil inspirasi dari nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan oleh Anies, terutama soal keadilan sosial, pemerataan, dan pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Kendati gelar anggota kehormatan bersifat non-eksekutif, posisi Anies sebagai ikon moral dan simbol perjuangan partai menjadi magnet besar, karena dengan demikian partai baru ini terlihat langsung berafiliasi dengan figur nasional populer. Hal ini juga menciptakan narasi kuat bahwa Partai Gerakan Rakyat adalah kendaraan politik yang berakar pada cita-cita perubahan yang selama ini disuarakan Anies di berbagai forum sosial dan publik.

Sahrin Hamid: Ketua Umum Partai Baru

Sementara itu, dalam Rakernas yang sama, Sahrin Hamid ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk periode 2026–2031. Sahrin adalah salah satu tokoh sentral di balik konsolidasi organisasi sejak awal, dan perannya kini bertambah besar sebagai pucuk pimpinan partai yang baru berdiri.

Sebagai Ketua Umum, Sahrin menyampaikan pidato perdana yang tegas tentang arah perjuangan partai. Ia menegaskan bahwa perubahan status dari ormas ke partai politik bukan sekadar pergantian label, tetapi merupakan ikhtiar nyata untuk menghadirkan alat perjuangan politik yang bisa membawa aspirasi rakyat ke ruang legislatif dan eksekutif. Menurutnya, Partai Gerakan Rakyat akan menjadi wadah politik yang kuat dan berpihak pada prinsip keadilan dan kesejahteraan masyarakat luas.

Visi, Misi, dan Arah Politik

Dalam pidatonya, Sahrin menggarisbawahi bahwa Panca Dharma Partai Gerakan Rakyat menjadi landasan ideologis dan karakter kader-kadernya. Panca Dharma yang dimaksud mencakup nilai-nilai seperti religiusitas, nasionalisme kerakyatan, semangat ksatria, kasih sayang, dan integritas moral — semua disiapkan agar partai ini bisa menjadi kekuatan politik yang etis dan berakar kuat di tengah dinamika politik Indonesia.

Partai Gerakan Rakyat juga menegaskan bahwa karakter perjuangan mereka tidak akan hanya fokus pada politik elektoral semata. Mereka berambisi mendorong perubahan struktural yang lebih besar melalui keterlibatan masyarakat aktif di tingkat akar rumput, pendidikan politik, serta advokasi isu-isu sosial penting seperti kesejahteraan, pemerataan pembangunan, serta lingkungan hidup.

Target Politik dan Ambisi NasDem

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat memunculkan spekulasi dan respons dari berbagai pihak tentang kemungkinan besar partai baru ini akan mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden Republik Indonesia (Capres) pada Pemilu 2029. Dalam deklarasi yang dilakukan beberapa hari setelah Rakernas, Ketua Umum Sahrin Hamid menyatakan secara terbuka bahwa partai ini berharap Anies akan menjadi pemimpin nasional di masa depan karena ia dianggap mewakili nilai-nilai yang partai perjuangkan.

Pernyataan ini mempertegas arah politik Partai Gerakan Rakyat dan menempatkan Anies sebagai figur sentral dalam narasi kampanye partai. Meskipun Anies sendiri belum mengumumkan pencalonan secara resmi, dukungan terbuka dari partai baru ini menambah dinamika dalam perdebatan peta koalisi politik menjelang Pemilu 2029.

Tantangan Besar bagi Partai Baru

Meski deklarasi dan peresmian ini merupakan langkah besar, Partai Gerakan Rakyat tetap menghadapi sejumlah tantangan serius ke depan. Partai baru harus melalui proses verifikasi formal oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa menjadi peserta resmi Pemilu. Ini memerlukan konsolidasi struktural yang masif, pembentukan kepengurusan di seluruh daerah, serta pemenuhan persyaratan administratif yang ketat.

Selain itu, membangun basis dukungan dan memperkenalkan identitas partai kepada pemilih di seluruh Indonesia juga menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di tengah persaingan dengan partai-partai besar dan mapan yang sudah terlebih dahulu mengakar kuat di ranah politik nasional.

Transformasi Gerakan Rakyat menjadi partai politik menandai tonggak penting dalam peta politik Indonesia. Dengan Anies Baswedan sebagai anggota kehormatan dan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum, Partai Gerakan Rakyat berambisi menjadi kekuatan baru yang bukan hanya berperan di ranah politik elektoral, tetapi juga membawa aspirasi perubahan sosial yang lebih luas. Perjalanan partai ini tentu akan menjadi salah satu fenomena politik menarik dalam beberapa tahun ke depan menjelang kontestasi besar Pemilu 2029.

Artikel Terkait

Baluran

8 Februari 2026

3 Makna Bakar Kapal Thariq bin Ziyad: Kunci Pantang Mundur!

Thariq bin Ziyad adalah sosok panglima besar yang mengajarkan kita sebuah seni melepaskan yang luar biasa: bahwa terkadang, untuk mencapai kemenangan sejati, kita harus ... Read more

Baluran

6 Februari 2026

5 Rahasia Sejarah Perang Salib

​Sejarah Perang Salib adalah sebuah rangkaian panjang peristiwa sejarah selama dua abad yang tidak hanya mengubah peta politik dunia, tetapi juga memberikan cermin besar ... Read more

5 Februari 2026

3 Syuhada Perang Mut’ah

​ Perang Mut’ah adalah sebuah lembar sejarah yang tak hanya berkisah tentang adu pedang, tapi tentang bagaimana jiwa-jiwa yang tenang mampu berdiri teguh meski ... Read more

Baluran

31 Januari 2026

Gerakan Rakyat Secara Resmi Jadi Partai Politik! Anies Baswedan Dipuja Sebagai Anggota Kehormatan, Loyalis Jadi Ketum, Ini Tujuannya!

Dalam dinamika politik Indonesia yang semakin memanas menjelang Pemilu 2029, sebuah langkah mengejutkan terjadi ketika Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat resmi berubah menjadi partai ... Read more

Baluran

31 Januari 2026

Heboh! Indonesia Jadi ‘Presiden Halal Dunia’, Ini Dampaknya Bagi Produk Kita!

Indonesia kembali mencatat pencapaian besar dalam peta industri halal global. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan Kepala BPJPH Haikal Hassan di puncaknya berhasil ... Read more

20 Januari 2026

7 Rahasia Menabung Qurban Tanpa Terasa, Mau Coba?

​Menabung Qurban adalah langkah kecil penuh cinta yang sebenarnya bisa menjadi sarana self-healing luar biasa bagi keluarga muda yang ingin mendekatkan diri kepada Sang ... Read more