5 Cara Mengarahkan Pergaulan Anak: Tetap Sholih & Rendah Hati

31 Januari 2026

5 Menit baca

Ismail hasan eZrwVUHa HI unsplash

​Mengarahkan Pergaulan Anak adalah salah satu bentuk ikhtiar langit yang paling menantang bagi orang tua, karena di sinilah kita sedang membentuk benteng nilai di dalam jiwa mereka agar tetap kokoh namun tetap membumi.

​Dunia ini luas dan penuh warna. Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak-anak kita dikelilingi oleh mereka yang membawa pengaruh surga. Namun, mari kita tarik napas dalam-dalam. Mari kita bicarakan bagaimana cara membimbing mereka menjadi permata yang bersinar di tengah keberagaman, tanpa harus merasa paling mulia di hadapan manusia lainnya.

​Mengapa Lingkungan Pertemanan Sangat Menentukan Iman?

​Sahabat Muslim, Rasulullah SAW memberikan perumpamaan yang sangat indah tentang teman. Beliau bersabda:

“Perumpamaan teman yang sholih dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau akan membeli darinya, atau minimal engkau mendapat bau harum darinya…” (HR. Bukhari & Muslim).

​Teman adalah “cermin” jiwa. Namun, tugas kita bukan hanya mencarikan mereka “toko minyak wangi”, tapi juga memastikan mereka tidak merasa hidungnya paling mancung karena sudah memakai minyak wangi tersebut. Inilah inti dari keseimbangan antara iman dan adab.

​5 Strategi Bijak Mengarahkan Pergaulan Anak

​Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Sahabat Muslim terapkan untuk membimbing si kecil dengan gaya yang humanis dan penuh kelembutan:

​1. Jadilah “Rumah” yang Paling Nyaman

​Sebelum kita mengenalkan mereka pada lingkungan sholih di luar, pastikan kita adalah teman terbaik mereka di dalam rumah. Jika anak merasa didengar dan dicintai tanpa syarat di rumah, mereka tidak akan mencari validasi berlebihan dari teman-teman yang salah. Mengarahkan Pergaulan Anak dimulai dari meja makan, tempat kita saling bercerita tanpa penghakiman.

​2. Kenalkan pada Komunitas Masjid yang Hangat

​Masjid bukan hanya tempat shalat, tapi pusat peradaban. Ajak anak ikut kegiatan remaja masjid atau pengajian yang menyenangkan. Pilih lingkungan yang mengajarkan bahwa keshalehan itu berbanding lurus dengan keramahan.

  • ​Pilih komunitas yang fokus pada aksi sosial.
  • ​Cari guru atau mentor yang gaya bicaranya menyejukkan.
  • ​Biarkan anak melihat bahwa orang sholih adalah orang yang paling ringan tangannya membantu sesama.

​3. Tanamkan Konsep “Tawadhu” (Rendah Hati)

​Penting bagi Sahabat Muslim untuk menjelaskan bahwa keshalehan adalah pemberian Allah, bukan prestasi yang bisa disombongkan.

  • ​Gunakan kalimat: “Sayang, kita belajar agama agar kita bisa lebih banyak membantu orang, bukan untuk menilai orang lain.”
  • ​Bacakan kisah Nabi Muhammad SAW yang tetap menyuapi orang Yahudi buta yang mencacinya. Ini adalah obat bagi penyakit hati yang merasa “lebih suci”.

​4. Ajarkan Filter “Akhlak”, Bukan Filter “Status”

​Bimbing anak untuk berteman dengan siapa saja dalam urusan dunia, namun jadikan orang sholih sebagai sahabat karib untuk urusan akhirat.

  • ​Ajarkan mereka melihat kebaikan pada setiap orang.
  • ​Berikan pengertian bahwa meskipun teman mereka belum shalat, tugas kita adalah mendoakan dan menunjukkan akhlak yang baik, bukan menjauhi dengan tatapan sinis.
  • ​Allah SWT mengingatkan dalam QS. Al-Kahf ayat 28 untuk bersabar bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya, namun tetap dengan hati yang lembut.

​5. Fokus pada Nilai, Bukan Sekadar Label

​Kadang kita terjebak hanya ingin anak berteman dengan yang “berlabel” tertentu. Padahal, keshalehan sejati terlihat dari integritasnya. Ajarkan anak mencari teman yang jujur, tidak suka membicarakan orang lain, dan menepati janji. Nilai-nilai ini bersifat universal dan akan menjaga anak dari perilaku sombong.

​Menghalau Benih Kesombongan di Hati Si Kecil

​Terkadang, saat anak mulai paham agama, muncul rasa bangga yang keliru. Sahabat Muslim perlu peka akan hal ini. Jika anak mulai berkata, “Si A nakal ya, nggak pernah ke masjid,” itulah saatnya kita melakukan self-healing bersama.

​Ajak anak merenung: “Kita bisa ke masjid karena Allah yang menggerakkan kaki kita. Jadi, kita harus bersyukur dan mendoakan teman kita agar juga digerakkan hatinya oleh Allah.” Kalimat ini akan mengubah rasa sombong menjadi rasa empati dan syukur yang mendalam.

​Kesimpulan

​Pada akhirnya, setelah semua ikhtiar dalam Mengarahkan Pergaulan Anak kita lakukan, kembalikan semuanya kepada Sang Pemilik Hati. Kita tidak bisa mengontrol setiap detik kehidupan mereka, tapi doa kita bisa menembus batas ruang dan waktu.

​Teruslah memeluk mereka dengan doa-doa di setiap sujud Sahabat Muslim. Biarkan mereka tumbuh menjadi pribadi yang berprinsip, mencintai orang sholih, namun tetap rendah hati dan menebar manfaat bagi siapa saja di sekelilingnya.

​Ingin mendapatkan panduan lebih dalam mengenai fikih keseharian, tips parenting islami yang menyejukkan, hingga informasi seputar persiapan ibadah umroh yang berkah? Yuk, perkaya wawasan Sahabat Muslim dengan membaca artikel-artikel pilihan lainnya hanya di umroh.co. Mari bersama-sama belajar untuk membangun keluarga yang diridhai Allah SWT dan menjadi saksi kebaikan di dunia!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more