Manfaat Puasa Sunnah bagi Anak bukan sekadar soal melatih mereka menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah metode “healing” ruhani sejak dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap penderitaan sesama dan mampu mengontrol hawa nafsunya.
Di tengah dunia yang serba instan ini, anak-anak seringkali mendapatkan apa pun yang mereka inginkan dengan cepat. Kondisi ini terkadang membuat mereka lupa akan rasa syukur. Melalui puasa Senin dan Kamis, kita mengajak mereka untuk sejenak berhenti, merenung, dan merasakan kehadiran Allah dalam setiap helaan napas mereka. Mari kita selami lebih dalam bagaimana ibadah indah ini bisa membentuk karakter ananda.
Mengapa Puasa Senin-Kamis Begitu Istimewa untuk Anak?
Mungkin Sahabat Muslim bertanya, apakah anak-anak sudah perlu diajarkan puasa sunnah? Secara syariat, mereka memang belum dibebani kewajiban (mukallaf), namun masa kanak-kanak adalah masa “menanam”. Apa yang kita tanam hari ini dengan penuh kelembutan akan memanen karakter yang kuat di masa depan.
Meneladani Kebiasaan Baginda Rasulullah SAW
Rasulullah SAW sangat menyukai puasa di kedua hari ini. Dalam sebuah hadis, beliau menjelaskan alasannya:
“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah dalam setiap pekan dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka aku ingin amalku diperiksa saat aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi).
Dengan mengenalkan kisah ini, kita memberikan alasan yang kuat bagi anak: bahwa kita ingin Allah melihat kita dalam keadaan terbaik. Ini akan membangun izzah (kebanggaan) dalam diri anak sebagai seorang muslim.
7 Manfaat Puasa Sunnah bagi Anak yang Menyejukkan Jiwa
Mari kita bedah satu per satu manfaat luar biasa yang bisa didapatkan si kecil saat mereka mulai belajar mencintai puasa sunnah:
- Membangun Empati Terdalam kepada Sesama Saat merasakan haus dan lapar di siang hari, anak akan memahami bahwa di luar sana ada banyak orang yang merasakan hal serupa bukan karena beribadah, tapi karena tidak memiliki makanan. Ini adalah cara paling efektif menanamkan jiwa sosial tanpa banyak kata.
- Melatih Kontrol Hawa Nafsu sejak Dini Dunia saat ini penuh dengan distraksi. Dengan berpuasa, anak belajar berkata “tidak” pada keinginannya sendiri demi ketaatan kepada Allah. Ini adalah fondasi kekuatan mental yang luar biasa.
- Menyehatkan Tubuh dan Jiwa (Self-Healing) Secara medis, puasa memberikan waktu bagi organ pencernaan untuk beristirahat. Secara psikologis, puasa memberikan ketenangan batin karena anak merasa sedang melakukan hal yang mulia.
- Membiasakan Diri dengan Disiplin Waktu Anak belajar kapan harus makan sahur, kapan harus menahan diri, dan kapan saatnya berbuka. Kedisiplinan ini akan terbawa ke dalam pola belajar dan aktivitas harian mereka lainnya.
- Meningkatkan Rasa Syukur atas Nikmat Makanan Seteguk air saat berbuka akan terasa jauh lebih nikmat daripada biasanya. Di sinilah anak akan benar-benar menghayati kalimat “Alhamdulillah” dari lubuk hati yang terdalam.
- Mempererat Hubungan dengan Orang Tua Momen sahur dan buka puasa bersama di luar bulan Ramadhan menciptakan ikatan emosional yang spesial. Gunakan momen ini untuk mengobrol santai dan memberikan pelukan hangat bagi mereka.
- Mendapatkan Kedekatan Khusus dengan Sang Pencipta Puasa adalah ibadah rahasia antara hamba dan Tuhannya. Mengajarkan hal ini membuat anak sadar bahwa Allah selalu ada dan mengawasi mereka dengan penuh cinta.
Tips Mengajarkan Puasa dengan Cara yang Menyenangkan
Agar Manfaat Puasa Sunnah bagi Anak bisa dirasakan secara optimal tanpa rasa tertekan, Sahabat Muslim bisa mencoba pendekatan berikut:
- Gunakan Metode Bertahap: Jangan langsung sehari penuh. Mulailah dengan puasa setengah hari atau “puasa jajan” sebagai perkenalan.
- Berikan Apresiasi, Bukan Sekadar Hadiah: Puji kesabaran mereka. Katakan, “Masya Allah, Bunda bangga sekali melihat kamu belajar sabar hari ini.”
- Siapkan Menu Buka Puasa Favorit: Libatkan mereka dalam memilih menu sebagai bentuk apresiasi atas usahanya.
- Ceritakan Kisah Para Nabi: Bacakan kisah-kisah penuh hikmah tentang kesabaran para Nabi saat sedang menunggu waktu berbuka.
Mengajarkan Makna Berbagi saat Berbuka
Dalam Al-Quran, Allah sangat memuji orang-orang yang memberi makan meskipun mereka sendiri membutuhkannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Insan ayat 8:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.”
Ajaklah anak untuk berbagi takjil sederhana kepada tetangga atau orang di jalan saat mereka sedang puasa sunnah. Pengalaman ini akan mengunci pemahaman mereka bahwa puasa dan berbagi adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.
Menemukan Ketenangan dalam Ibadah Keluarga
Mengajarkan puasa sunnah sebenarnya adalah momen self-healing bagi kita orang tua. Kita belajar untuk lebih sabar mendampingi proses mereka, dan kita diingatkan kembali tentang esensi hidup yang sederhana. Hati yang tenang akan tercipta saat rumah dipenuhi dengan aktivitas ibadah yang dijalankan dengan penuh sukacita, bukan paksaan.
Kesimpulan
Membiasakan anak dengan puasa Senin dan Kamis adalah langkah nyata dalam membangun karakter yang tangguh, empati yang tinggi, dan kecintaan yang mendalam kepada Allah. Manfaat Puasa Sunnah bagi Anak akan menjadi bekal abadi yang menjaga mereka di mana pun mereka berada kelak.
Mari kita dampingi langkah-langkah kecil mereka dengan doa yang tiada putus. Karena pada akhirnya, hidayah dan kemantapan hati adalah milik Allah semata.
Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang pola asuh anak sesuai sunnah, tips mengelola emosi orang tua, hingga panduan ibadah harian yang menyejukkan jiwa? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel inspiratif dan menenangkan lainnya hanya di umroh.co. Mari bersama-sama terus belajar untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah di bawah naungan rida-Nya!



