Mengatasi Kesulitan Belajar pada anak bukan sekadar tentang memburu nilai bagus di sekolah, melainkan tentang bagaimana kita mendekap keunikan cara berpikir mereka sebagai bentuk syukur atas anugerah luar biasa yang Allah SWT titipkan kepada kita.
Sebagai orang tua, terkadang kita terjebak dalam ekspektasi duniawi yang tinggi. Padahal, setiap anak adalah “bintang” dengan sinarnya masing-masing. Mari kita tarik napas dalam-dalam, tenangkan hati, dan pelajari bagaimana membimbing mereka dengan penuh cinta serta metode yang tepat sesuai dengan tuntunan syariat.
Mengapa Setiap Anak Adalah Cerdas di Mata Allah?
Sahabat Muslim, sebelum kita masuk ke teknik belajar, mari kita luruskan sudut pandang kita. Di dalam Islam, mencari ilmu (Tholabul ‘Ilmi) adalah ibadah yang sangat mulia. Jika anak kita merasa sulit, bukan berarti mereka tidak mampu, mungkin saja “pintu” masuknya ilmu yang kita tawarkan belum pas dengan “kunci” yang mereka miliki.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).
Bagi anak yang sedang berjuang, setiap usaha mereka adalah pahala. Dan bagi kita orang tua yang bersabar, setiap detik kesabaran kita adalah penggugur dosa. Mari kita jadikan momen mendampingi anak belajar sebagai sarana self-healing untuk melatih kelembutan hati kita sendiri.
Memahami Tipe Kecerdasan: Menemukan “Kunci” yang Tepat
Allah menciptakan manusia dengan keberagaman. Ada anak yang sangat cerdas saat mendengar, ada yang harus melihat gambar, dan ada yang harus bergerak. Dalam psikologi, ini dikenal dengan Multiple Intelligences. Bagaimana cara kita Mengatasi Kesulitan Belajar berdasarkan keunikan ini?
- Tipe Visual: Anak lebih mudah belajar dengan warna, diagram, atau video.
- Tipe Auditori: Anak sangat peka terhadap suara. Mereka lebih suka mendengarkan penjelasan atau membaca keras-keras.
- Tipe Kinestetik: Anak tidak bisa diam. Mereka belajar sambil memegang benda, bereksperimen, atau berjalan.
Cobalah perhatikan Ananda. Jika ia suka menggambar saat kita bicara, mungkin ia tipe visual. Jangan memarahinya karena tidak menatap mata kita, karena itulah caranya menyerap ilmu.
7 Langkah Bijak Mengatasi Kesulitan Belajar dengan Dukungan Moral
Agar proses belajar menjadi momen yang menyejukkan batin, Sahabat Muslim bisa mencoba langkah-langkah berikut:
- Awali dengan Doa Bersama: Sebelum membuka buku, ajaklah anak berdoa. Bacakan “Rabbi zidni ‘ilman warzuqni fahman” (Ya Allah, tambahkanlah ilmuku dan berilah aku pemahaman yang baik). Ini mengajarkan anak bahwa sumber segala kecerdasan adalah Allah.
- Berikan Dukungan Moral yang Utuh: Saat anak gagal atau salah menjawab, jangan gunakan kata-kata yang mematahkan semangat. Katakan, “Gapapa Sayang, Allah sedang melatih kesabaran kita. Mari kita coba lagi pelan-pelan.”
- Identifikasi Gaya Belajarnya: Jika ia sulit menghafal teks, cobalah mengubah materi menjadi lagu atau cerita pendek. Menggunakan metode yang pas akan mengurangi rasa frustasi pada anak.
- Ciptakan Suasana Rumah yang Tenang: Anak sulit konsentrasi jika suasana rumah penuh dengan suara TV atau gangguan HP. Pastikan Sahabat Muslim juga ikut mendampingi tanpa distraksi gadget.
- Gunakan Metode “Bit-Sized” (Langkah Kecil): Jangan paksakan satu bab besar sekaligus. Pecah menjadi bagian-bagian kecil. Keberhasilan menyelesaikan satu langkah kecil akan membangun kepercayaan diri mereka.
- Tanamkan Konsep Proses, Bukan Hasil: Ingatkan anak bahwa Allah menilai usaha mereka, bukan angka di kertas ujian. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa setiap usaha untuk kebaikan tidak akan sia-sia di mata-Nya.
- Berikan Apresiasi yang Tulus: Sekecil apa pun kemajuan yang mereka buat, berikan pelukan atau pujian. “Masya Allah, hari ini tulisanmu rapi sekali, Nak.” Apresiasi adalah nutrisi bagi mental mereka.
Menghadapi Tantangan dengan Kesabaran Luas Samudera
Sahabat Muslim, ada kalanya kita merasa putus asa. Saat itulah, ingatlah firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 286:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”
Tantangan dalam Mengatasi Kesulitan Belajar anak adalah “beban” yang Allah tahu Sahabat Muslim sanggup memikulnya. Jika kita lelah, beristirahatlah sejenak. Berwudhu, shalat dua rakaat, dan mintalah ketenangan hati. Anak yang dididik oleh orang tua yang tenang akan tumbuh menjadi pribadi yang stabil secara emosional.
Kesimpulan
Pada akhirnya, tidak ada metode belajar yang lebih hebat daripada pancaran cinta dari mata orang tuanya. Saat Sahabat Muslim mampu menerima kekurangan anak dan tetap mendukungnya dengan tulus, di situlah kecerdasan yang sesungguhnya sedang tumbuh—yaitu kecerdasan iman dan karakter.
Jangan biarkan angka-angka di sekolah merusak hubungan indah antara Sahabat Muslim dan Ananda. Teruslah menjadi pelabuhan yang paling aman bagi mereka untuk bertanya dan berbuat salah.
Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan mengenai tips parenting islami, cara mendidik karakter anak sesuai sunnah, hingga informasi seputar persiapan ibadah yang menenangkan jiwa? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel inspiratif dan menyejukkan hati lainnya hanya di umroh.co. Mari bersama-sama terus belajar untuk membangun keluarga yang penuh cahaya rida-Nya!



