Mengajarkan Amal Jariyah sejak dini adalah jawaban yang paling menenangkan hati atas kekhawatiran tersebut, karena kita sedang melatih mereka membangun istana yang megah di akhirat nanti.
Banyak dari kita mungkin terlalu fokus pada nilai akademik anak, namun sering terlupa menanamkan konsep sedekah yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang wafat. Mari kita duduk sejenak, ambil napas dalam, dan resapi betapa indahnya jika kita bisa mewariskan kebiasaan jariyah ini kepada buah hati kita. Ini bukan sekadar tentang memberi uang, tapi tentang menanamkan rasa cinta kepada Allah melalui kontribusi nyata bagi sesama.
Mengenal Konsep Amal Jariyah yang Menyejukkan Jiwa
Sahabat Muslim, dalam sebuah hadis yang sangat populer, Rasulullah SAW memberikan sebuah bocoran tentang rahasia “pahala yang tidak pernah mati”. Beliau bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, atau doa anak yang shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Bagi seorang anak, memahami bahwa tindakan kecilnya hari ini bisa berbuah pahala ribuan tahun adalah bentuk self-healing yang luar biasa. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri bahwa hidup mereka sangat berarti dan berdampak luas bagi semesta.
Mengajak Anak Terlibat dalam Pembangunan Masjid
Membangun masjid mungkin terdengar seperti proyek raksasa bagi seorang anak. Namun, keterlibatan mereka tidak harus dalam jumlah besar. Berikut cara humanis untuk melibatkannya:
1. Celengan “Batu Bata” Surga
Ajak anak menyisihkan sebagian uang jajannya ke dalam celengan khusus yang Sahabat Muslim namai “Celengan Batu Bata Surga”. Jelaskan padanya bahwa setiap koin yang ia masukkan kelak akan menjadi bagian dari dinding masjid di mana orang-orang bersujud kepada Allah.
2. Kunjungan ke Lokasi Pembangunan
Sesekali, ajaklah si kecil melihat langsung proses pembangunan masjid. Biarkan dia melihat para pekerja, mencium bau semen, dan merasakan semangat gotong royong. Katakan padanya, “Nak, lihat semen itu? Itu adalah sebagian dari tabunganmu. Kelak, setiap orang yang shalat di sini, pahalanya akan lari juga kepadamu.”
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Baqarah: 261).
Menanam Pohon: Sedekah Hijau untuk Semesta
Selain bangunan fisik, Mengajarkan Amal Jariyah juga bisa dilakukan melalui pelestarian alam. Menanam pohon adalah salah satu bentuk jariyah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
1. Menanam Harapan Bersama
Ajak anak menanam bibit pohon di halaman rumah atau di lahan wakaf. Biarkan tangannya menyentuh tanah dan menyiram air. Jelaskan bahwa selama pohon itu tumbuh, memberikan oksigen untuk manusia bernapas, atau memberikan tempat berteduh bagi burung, maka pahalanya akan terus mengalir untuknya.
2. Memahami Hadis tentang Sedekah Tanaman
Beritahukan anak tentang sabda Nabi Muhammad SAW yang sangat indah ini:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan pahala sedekah.” (HR. Bukhari & Muslim).
Ini adalah pelajaran empati yang luar biasa. Anak akan belajar mencintai makhluk hidup lainnya sekaligus mencari keridaan Allah.
Tips Menanamkan Kebiasaan Jariyah Tanpa Paksaan
Sahabat Muslim, kunci agar nilai ini meresap ke dalam hati anak adalah dengan tidak memaksakannya. Jadikan ini sebagai momen yang menyenangkan dan menenangkan hati.
- Jadilah Teladan: Biarkan anak melihat Sahabat Muslim sendiri senang berbagi. Mereka adalah peniru yang ulung.
- Gunakan Narasi yang Menyentuh: Gunakan bahasa yang imajinatif. Katakan bahwa sedekah jariyah itu seperti menanam pohon ajaib yang buahnya bisa dipetik selamanya di surga.
- Berikan Apresiasi: Saat anak mau berbagi, peluklah mereka dan katakan betapa bangganya Allah kepada mereka.
Kesimpulan
Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, namun apa yang kita tanam di sini bisa berbuah selamanya. Dengan Mengajarkan Amal Jariyah, Sahabat Muslim tidak hanya sedang mendidik anak untuk menjadi dermawan, tapi juga sedang membekali mereka dengan ketenangan jiwa karena memiliki “aset” abadi di sisi Allah. Mari mulai dari hal kecil, dari sebatang pohon atau dari koin-koin receh, untuk masa depan mereka yang gemilang.
Ingin mendapatkan panduan lebih dalam mengenai pola asuh islami, tips mengelola keuangan keluarga secara syar’i, atau inspirasi ibadah lainnya? Yuk, Sahabat Muslim, perluas wawasan keislaman Anda dengan membaca berbagai artikel menarik dan menenangkan lainnya di umroh.co. Mari bersama-sama kita jemput rida-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita!
Sudahkah Sahabat Muslim mengajak si kecil merencanakan satu amal jariyah sederhana hari ini? Mari kita mulai sebelum hari berganti!



