5 Tips Mengajarkan Berbagi pada Anak: Melatih Hati yang Dermawan

2 Februari 2026

5 Menit baca

Jelleke vanooteghem chuzevDl4qM unsplash

​Mengajarkan Berbagi pada Anak bisa menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai orang tua, terutama ketika melihat si kecil begitu protektif terhadap mainan kesayangannya. Pernahkah Sahabat Muslim merasa sedikit bingung atau bahkan frustrasi saat melihat tumpukan mainan lama yang sudah tidak terpakai, namun si kecil langsung menangis histeris ketika kita berniat memberikannya kepada anak yang lebih membutuhkan?

​Wajar jika Sahabat Muslim merasa lelah menghadapinya. Namun, mari kita tarik napas dalam-dalam. Apa yang dialami si kecil sebenarnya adalah fase wajar dalam perkembangannya untuk mengenali hak milik. Tugas kita adalah membimbing mereka secara perlahan, menyentuh sisi kemanusiaan mereka dengan lembut, agar berbagi bukan lagi menjadi sebuah “kehilangan”, melainkan sebuah “kebahagiaan”. Mari kita bahas cara-cara yang menenangkan hati untuk melatih kedermawanan buah hati kita.

​Mengapa Mengajarkan Berbagi pada Anak Adalah Bentuk Syukur?

​Sahabat Muslim, sebelum masuk ke tips praktis, mari kita renungkan sejenak makna berbagi dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan standar yang luar biasa tentang bagaimana seharusnya kita memberi:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Ali ‘Imran: 92).

​Ayat ini mengingatkan kita bahwa nilai pemberian yang paling tinggi adalah saat kita memberikan sesuatu yang masih kita sukai. Dengan Mengajarkan Berbagi pada Anak, kita sedang melatih mereka untuk tidak menjadi budak dunia sejak dini dan menanamkan bahwa di setiap nikmat yang kita punya, ada hak orang lain di dalamnya.

​5 Langkah Lembut Mengajak Anak Menyedekahkan Mainannya

​Mendidik anak bukan soal memaksa, tapi soal memenangkan hatinya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Sahabat Muslim coba:

​1. Validasi Perasaan si Kecil (Emotional Connection)

​Jangan langsung mengambil mainan anak secara sepihak. Ajak ia berbicara dari hati ke hati. “Ibu tahu kamu sayang sekali dengan mobil-mobilan ini, ya? Dulu kamu sering main ini seharian.” Ketika anak merasa perasaannya dihargai, ia akan lebih terbuka untuk mendengarkan usul kita selanjutnya.

​2. Gunakan Konsep “Memberi Kado” Bukan “Membuang”

​Kata “dibuang” atau “dikasih orang” sering kali terdengar menakutkan bagi anak. Ubahlah narasinya menjadi “Memberi Kado Spesial”. Katakan bahwa di luar sana ada teman sebaya mereka yang belum pernah punya mainan sebagus miliknya, dan ia berkesempatan menjadi “pahlawan” yang membawa kebahagiaan.

​3. Ajak Anak Memilih dan Membersihkan Mainannya Sendiri

​Libatkan anak dalam proses seleksi. Berikan dua kotak: satu untuk disimpan, satu untuk disedekahkan. Setelah terpilih, ajak anak untuk membersihkan mainan tersebut bersama-sama. Katakan, “Ayo kita bikin mainan ini jadi cantik lagi, biar nanti teman yang menerimanya merasa senang sekali!”

​4. Kenalkan Sosok di Balik Penerima Sedekah

​Jika memungkinkan, ajak anak melihat langsung proses penyerahan sedekah tersebut. Melihat senyum lebar dari teman sebaya yang menerima mainan bisa menjadi terapi self-healing yang luar biasa bagi anak. Mereka akan belajar bahwa melihat orang lain bahagia ternyata jauh lebih menyenangkan daripada sekadar menumpuk barang.

​5. Ceritakan Keutamaan Menjadi Orang Bermanfaat

​Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni).

​Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa setiap kali mainan itu dimainkan oleh teman barunya, pahala akan terus mengalir untuknya. Ini adalah investasi langit yang akan menjaganya selamanya.

​Melatih Jiwa Dermawan Sebagai Sarana Healing bagi Orang Tua

​Seringkali, saat kita berusaha Mengajarkan Berbagi pada Anak, kitalah yang sebenarnya sedang belajar. Kita belajar untuk lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peka. Proses ini bisa menjadi momen penyembuhan bagi kita yang mungkin selama ini terlalu sibuk mengejar dunia. Melihat anak kita tumbuh menjadi pribadi yang tidak pelit memberikan rasa tenang yang luar biasa di hati.

​Tips Tambahan untuk Sahabat Muslim:

  • Berikan Contoh Nyata: Biarkan anak melihat kita rutin menyedekahkan barang-barang kita sendiri.
  • Jangan Memaksa: Jika anak benar-benar belum siap melepas mainan tertentu, jangan dipaksa. Berikan waktu dan coba lagi di lain kesempatan.
  • Puji Prosesnya: Berikan pelukan hangat saat anak berhasil merelakan mainannya. Katakan, “Ibu bangga sekali punya anak yang hatinya seluas samudera.”

​Kesimpulan

​Membiasakan anak untuk berbagi mainan lama adalah langkah awal untuk membentuk mentalitas muslim sejati yang peduli sesama. Dengan pendekatan yang humanis dan tidak memaksa, kita tidak hanya membersihkan rumah dari tumpukan barang, tapi juga membersihkan hati si kecil dari sifat kikir. Mengajarkan Berbagi pada Anak adalah warisan akhlak yang jauh lebih berharga daripada tumpukan materi itu sendiri.

​Ingin tahu lebih banyak tentang tips mendidik anak secara Islami, panduan keluarga sakinah, atau info bermanfaat seputar dunia muslim lainnya? Yuk, Sahabat Muslim, temukan berbagai artikel menarik dan menenangkan jiwa lainnya di umroh.co. Mari kita terus belajar menjadi orang tua yang lebih bijak demi masa depan gemilang buah hati kita di dunia dan akhirat!

Sudahkah Sahabat Muslim memeluk si kecil dan membisikkan betapa indahnya berbagi hari ini? Mari kita mulai dari hal terkecil.

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more