Mengatasi Anak Insecure bisa dimulai dengan menyadari bahwa setiap anak lahir dengan “bekal” unik yang telah dititipkan Allah SWT secara sempurna. Pernahkah Sahabat Muslim merasa sedih saat mendengar si kecil berkata, “Kenapa aku tidak sepintar dia?” atau “Kenapa aku tidak secantik teman-temanku?”. Kalimat-kalimat sederhana ini sebenarnya adalah alarm yang menunjukkan bahwa ada keraguan dalam hatinya tentang nilai dirinya sendiri.
Sebagai orang tua, tugas kita bukan hanya memuji mereka setinggi langit, tapi membimbing hati mereka untuk melihat keajaiban yang Allah titipkan di dalam diri mereka sendiri. Mari kita bicara santai, tarik napas dalam, dan temukan cara-cara menenangkan untuk membantu buah hati kita tumbuh dengan rasa bangga yang sehat, tanpa ada celah bagi rasa iri untuk masuk.
Memahami Bahwa Setiap Anak Adalah Ciptaan Terbaik
Sahabat Muslim, hal pertama yang perlu kita tanamkan pada diri kita sendiri sebelum mengajarkannya pada anak adalah keyakinan akan kesempurnaan ciptaan Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dengan sangat indah:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).
Ayat ini adalah fondasi utama untuk Mengatasi Anak Insecure. Jika Sang Pencipta semesta saja mengatakan bahwa si kecil adalah bentuk terbaik, lalu alasan apa yang membuat manusia merasa kurang? Tugas kita adalah membantu anak menemukan “sebaik-baiknya bentuk” itu dalam versi dirinya, bukan dalam versi orang lain.
5 Langkah Membangun Konsep Diri Positif pada Anak
Untuk membantu si kecil merasa percaya diri secara Islami (Tawadhu namun tetap tegap), Sahabat Muslim bisa mencoba langkah-langkah praktis dan humanis berikut ini:
1. Ajarkan Konsep “Rezeki Bakat” yang Berbeda
Jelaskan kepada anak bahwa kelebihan itu seperti pelangi—setiap warna berbeda tapi semuanya indah. Gunakan analogi yang mudah: ada orang yang Allah beri kelebihan di jarinya sehingga pandai melukis, ada yang di lisannya sehingga pandai bicara, dan ada yang di hatinya sehingga sangat perasa dan penyayang. Katakan, “Nak, kamu tidak perlu menjadi warna merah jika kamu adalah warna biru yang cantik.”
2. Fokus pada Proses, Bukan Sekadar Hasil
Anak sering merasa insecure karena merasa gagal mencapai standar tertentu. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghargai usaha. Bantu anak melihat bahwa Allah melihat setiap peluh dan usahanya, bukan hanya nilai di atas kertas. Hal ini memberikan efek self-healing bagi anak karena mereka merasa dicintai apa adanya, bukan karena prestasinya saja.
3. Batasi Membandingkan dan Ajarkan Syukur
Seringkali, tanpa sengaja kita membandingkan anak dengan saudaranya atau anak tetangga. Sahabat Muslim, mari kita hindari ini. Sebaliknya, ajarkan anak untuk melihat “ke bawah” dalam urusan duniawi agar muncul rasa syukur. Rasulullah SAW bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu (dalam urusan dunia). Hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kalian.” (HR. Muslim).
4. Jadikan “Zikir Pagi” sebagai Afirmasi Positif
Ajak anak rutin berzikir sambil menyelipkan kalimat-kalimat penguat jiwa. Misalnya, setelah membaca Alhamdulillah, tanyakan satu hal yang ia syukuri dari dirinya hari ini. “Alhamdulillah, Allah beri aku kaki yang kuat untuk berlari tadi di sekolah.” Ini akan melatih otaknya untuk selalu mencari kelebihan diri daripada kekurangan.
5. Bangun Kepercayaan Lewat Tanggung Jawab Kecil
Berikan anak kepercayaan untuk melakukan tugas di rumah sesuai kemampuannya. Saat ia berhasil membantu menyiapkan meja makan atau menyiram tanaman, rasa “aku mampu” akan tumbuh. Keberhasilan-keberhasilan kecil ini adalah obat paling manjur untuk mengusir rasa insecure.
Bagaimana Menghapus Rasa Iri (Hasad) Sejak Dini?
Iri hati muncul saat anak merasa bahwa kelebihan orang lain adalah ancaman bagi dirinya. Bantu anak untuk memahami bahwa “porsi” setiap orang sudah diatur oleh Allah. Katakan padanya bahwa mendoakan keberhasilan teman justru akan mengundang malaikat untuk mendoakan hal yang sama bagi dirinya.
Dengan mengajarkan anak untuk berkata “Barakallahu fiik” (Semoga Allah memberkahimu) saat melihat kelebihan teman, kita sedang membersihkan hatinya dari kotoran hasad yang merusak jiwa.
Menjadi Orang Tua yang Menyejukkan Hati
Sahabat Muslim, perjuangan Mengatasi Anak Insecure juga merupakan perjalanan kita sebagai orang tua untuk terus belajar ikhlas. Anak adalah amanah, bukan pajangan untuk ajang pamer antar orang tua. Saat kita bisa menerima anak dengan tulus, anak pun akan belajar menerima dirinya sendiri.
- Berikan Pelukan Tanpa Alasan: Pelukan melepaskan hormon ketenangan yang membantu anak merasa aman.
- Dengarkan Keluh Kesahnya: Terkadang anak hanya butuh didengar tanpa perlu langsung diberi solusi.
- Tunjukkan Kelebihan Rahasianya: Sesekali bisikkan padanya, “Ibu sangat suka cara kamu tersenyum saat membantu teman tadi.”
Kesimpulan
Membangun konsep diri yang positif adalah cara kita membentengi anak dari kejamnya dunia yang sering menuntut kesempurnaan. Dengan memahami bahwa setiap helai rambut dan setiap bakat yang mereka miliki adalah pemberian Allah yang penuh hikmah, si kecil tidak akan lagi sibuk memandang taman tetangga, karena ia sibuk merawat taman di hatinya sendiri.
Ingin mendapatkan lebih banyak tips pola asuh islami, panduan menenangkan hati dalam mendidik anak, hingga informasi inspiratif tentang dunia muslim lainnya? Yuk, Sahabat Muslim, perluas wawasan keislaman Anda dengan membaca berbagai artikel bermanfaat lainnya di umroh.co. Mari kita bersama-sama bertumbuh menjadi orang tua yang lebih bijak dan dicintai Allah!
Sudahkah Sahabat Muslim membisikkan satu kelebihan yang Allah titipkan pada si kecil hari ini? Cobalah sebelum mereka terlelap malam nanti.



