Melatih kepemimpinan anak adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, dan mengizinkan mereka aktif di organisasi sekolah seperti OSIS atau Rohis adalah pintu gerbangnya.
Mari kita sejenak menarik napas dalam-dalam. Menjadi orang tua di era digital ini memang penuh tantangan, namun melihat anak mampu berdiri tegak memimpin teman-temannya dalam kebaikan adalah sebuah self-healing tersendiri yang menenangkan hati.
Mengapa Kepemimpinan Adalah Amanah Sejak Dini?
Dalam Islam, setiap individu diciptakan sebagai pemimpin. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadits yang sangat masyhur:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya…” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bagi anak-anak kita, organisasi sekolah bukan sekadar tempat kumpul-kumpul. Ini adalah miniatur kehidupan tempat mereka belajar mengelola amanah, berinteraksi dengan karakter yang berbeda, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Saat mereka memilih aktif di Rohis (Rohani Islam) misalnya, mereka tidak hanya belajar berorganisasi, tapi juga berdakwah dan menjaga identitas keislaman mereka.
5 Langkah Lembut Memotivasi Anak Aktif Berorganisasi
Sahabat Muslim, bagaimana cara kita mengajak mereka tanpa memberikan kesan memaksa? Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda coba dengan gaya bicara yang menyentuh hati.
1. Bantu Mereka Menemukan “Passion” yang Tepat
Jangan paksakan anak harus masuk OSIS jika jiwanya lebih cenderung ke arah kegiatan keagamaan atau seni. Jika mereka senang berdiskusi tentang agama, arahkan ke Rohis. Jika mereka senang mengatur acara besar, OSIS adalah tempatnya. Membiarkan mereka memilih adalah langkah awal melatih kepemimpinan anak secara natural.
2. Diskusikan Makna Tanggung Jawab (Bukan Beban)
Bicaralah pada anak di waktu santai, mungkin sambil menikmati teh sore. Katakan bahwa tanggung jawab di organisasi adalah bentuk latihan agar mereka kuat di masa depan. Gunakan pendekatan bahwa Allah menyukai hamba-Nya yang kuat dan bermanfaat bagi orang lain.
3. Berikan Dukungan Penuh pada Inisiatif Mereka
Saat anak bercerita ingin mencalonkan diri menjadi ketua divisi, sambut dengan antusias. Validasi keberanian mereka. Rasa percaya yang kita berikan adalah energi terbesar bagi mereka untuk melangkah keluar dari zona nyaman.
4. Ajarkan Manajemen Waktu dengan Bijak
Banyak anak ragu berorganisasi karena takut nilai sekolahnya turun. Di sinilah peran kita sebagai Sahabat Muslim bagi anak. Bantu mereka menyusun jadwal. Ajarkan bahwa dengan berorganisasi, mereka justru belajar menjadi orang yang lebih disiplin dan menghargai setiap detik waktu.
5. Tekankan Bahwa Organisasi Adalah Ladang Amal
Ingatkan anak bahwa setiap lelahnya saat mengurus kegiatan sekolah bisa bernilai ibadah. Sebagaimana firman Allah SWT:
“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2).
Jelaskan bahwa di OSIS atau Rohis, mereka sedang membantu teman-temannya dalam kebaikan. Niat yang benar akan membuat rasa lelah mereka menjadi lillaah (karena Allah).
Organisasi Sebagai Tempat “Self-Healing” dan Pendewasaan
Mungkin terdengar asing, namun bagi anak remaja, memiliki komunitas yang positif bisa menjadi obat dari rasa jenuh dan stres akademik. Di organisasi, mereka belajar bahwa kegagalan saat menjalankan program kerja bukanlah akhir dunia, melainkan pelajaran berharga. Ini melatih resiliensi atau ketangguhan mental mereka.
Ketika anak belajar memimpin, mereka sebenarnya sedang belajar mengenal diri mereka sendiri. Mereka belajar mengontrol emosi, belajar mendengarkan orang lain, dan belajar untuk tetap tenang di bawah tekanan.
Membangun Karakter Ulul Albab Sejak Sekolah
Sahabat Muslim, tujuan kita bukan sekadar menjadikan anak populer di sekolah. Kita ingin mencetak generasi Ulul Albab—generasi yang cerdas akalnya dan bersih hatinya. Pemimpin yang tidak hanya mahir dalam administrasi, tapi juga taat dalam sujudnya.
Dengan aktif di organisasi yang sehat, anak-anak kita akan terhindar dari pergaulan yang sia-sia. Mereka memiliki tujuan, mereka memiliki misi, dan yang terpenting, mereka memiliki rasa tanggung jawab terhadap sesama.
Kesimpulan
Mengajak anak aktif berorganisasi adalah cara kita mempersiapkan mereka menghadapi dunia yang sesungguhnya. Melatih kepemimpinan anak adalah investasi yang hasilnya mungkin tidak terlihat hari ini, namun akan terasa saat mereka menjadi dewasa yang bijaksana dan penuh integritas.
Mari kita dampingi proses mereka dengan doa dan dukungan yang tak putus. Jangan biarkan ketakutan kita sebagai orang tua menghalangi mereka untuk bersinar di jalannya masing-masing.
Ingin tahu lebih banyak tentang tips mendidik anak secara Islami atau informasi seputar dunia Muslim lainnya?
Sahabat Muslim, mari perkaya wawasan dan ketenangan hati dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya hanya di umroh.co. Temukan beragam panduan ibadah, hikmah kehidupan, hingga informasi perjalanan suci yang akan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Mari terus bertumbuh dan belajar bersama untuk kehidupan yang lebih berkah!



