Dzikir Pagi Petang untuk Anak adalah kunci utama untuk membentengi jiwa suci mereka dari gangguan yang tidak terlihat sekaligus menghadirkan penjagaan Allah SWT setiap detiknya.
Mari kita sejenak menarik napas sedalam-dalamnya. Sebagai orang tua, wajar jika kita ingin selalu ada di samping mereka 24 jam. Namun, kita tahu bahwa kemampuan kita terbatas. Lewat dzikir, kita sebenarnya sedang “menitipkan” mereka langsung kepada sebaik-baik penjaga, yakni Allah Azza wa Jalla. Ini adalah bentuk self-healing bagi kita sebagai orang tua agar tidak terlalu cemas, sekaligus pendidikan tauhid yang luar biasa bagi si kecil.
Mengapa Dzikir Adalah Perisai Terkuat bagi Jiwa Anak?
Dalam Islam, dzikir bukan sekadar deretan kata tanpa makna. Ia adalah ruh yang menghidupkan hati. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Anak-anak memiliki fitrah yang murni. Ketika lisan mereka terbiasa basah dengan asma Allah, maka frekuensi jiwa mereka akan selalu selaras dengan kebaikan. Dzikir pagi dan petang bertindak seperti “jaket pelindung” yang menepis energi negatif dan gangguan syaitan yang ingin merusak keceriaan mereka.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari).
Tentu kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan jiwa yang “hidup”, bercahaya, dan penuh keberanian karena merasa selalu dijaga.
7 Langkah Lembut Membiasakan Dzikir Pagi Petang untuk Anak
Mengajarkan anak berdzikir tentu tidak bisa dengan paksaan. Kita perlu pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang. Berikut adalah panduan Expert Guide untuk Sahabat Muslim:
1. Jadilah “Cermin” Dzikir yang Nyata
Anak adalah peniru ulung. Sebelum meminta anak duduk untuk berdzikir, biarkan mereka melihat lisan Bunda dan Ayah selalu bergerak pelan melantunkan dzikir saat menyapu, menyetir, atau memasak. Saat mereka bertanya, “Bunda lagi apa?”, katakan dengan senyum, “Bunda lagi ngobrol sama Allah supaya kita sekeluarga dijaga.”
2. Gunakan Kalimat Dzikir yang Pendek dan Berirama
Untuk tahap awal, jangan berikan teks yang terlalu panjang. Mulailah dengan kalimat-kalimat yang mudah dihafal namun punya kekuatan besar, seperti:
- Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.
- Ayat Kursi (jelaskan ini adalah ayat perlindungan terkuat).
- Tiga Qul (Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas).
3. Jelaskan Makna dengan Bahasa Imajinasi
Anak-anak menyukai cerita. Alih-alih hanya menyuruh, jelaskan bahwa saat kita membaca Bismillahi ladzi la yadhurru…, Allah akan mengirimkan “tentara malaikat” yang tak terlihat untuk menjaga kakak dari gangguan apa pun. Penjelasan seperti ini membuat mereka merasa aman dan bersemangat.
4. Manfaatkan “Golden Hour” (Waktu Emas)
Waktu terbaik untuk Dzikir Pagi Petang untuk Anak adalah setelah shalat Subuh dan sebelum waktu Maghrib. Saat itu, suasana biasanya lebih tenang. Ajak anak duduk di teras, melihat langit, dan rasakan betapa agungnya ciptaan Allah sambil bertasbih. Ini adalah momen bonding yang sangat menenangkan.
5. Praktikkan Sunnah Perlindungan Rasulullah
Tiru cara Rasulullah SAW menjaga cucu-cucunya, Hasan dan Husain. Beliau membacakan doa perlindungan:
“U’idzukuma bikalimatillahit tammah, min kulli syaithanin wa hammah, wa min kulli ‘ainin lammah.”
(Aku memohon perlindungan untuk kalian dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan dan binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat). (HR. Bukhari).
Bacakan ini sambil mengusap kepala mereka. Sentuhan fisik ini akan membuat anak merasa dicintai sekaligus dilindungi.
6. Gunakan Media Visual yang Menarik
Sahabat Muslim bisa membuat “Pohon Dzikir” di dinding kamar atau memberikan kartu dzikir berwarna-warni. Setiap kali mereka selesai berdzikir, berikan stiker bintang. Ini bukan tentang menyuap mereka, tapi memberikan apresiasi atas usaha mereka mendekat kepada Allah.
7. Hubungkan Dzikir dengan Ketenangan Hati (Self-Healing)
Jika anak sedang merasa takut atau sedih, ajak mereka beristighfar atau membaca tahlil. Tunjukkan bahwa dzikir adalah obat saat hati tidak enak. Ini akan membentuk mentalitas bahwa setiap kali mereka ada masalah, Allah-lah tempat kembali yang pertama.
Menjaga Anak dari “Penyakit ‘Ain” dan Gangguan Syaitan
Di era sosial media ini, risiko penyakit ‘ain (pengaruh buruk melalui pandangan mata) sangat nyata. Membiasakan anak membaca dzikir pagi dan petang adalah cara paling efektif untuk menangkal hal tersebut.
Ajarkan anak untuk selalu membaca Mu’awwidhatain (Surah Al-Falaq dan An-Naas) sebelum berangkat sekolah. Jelaskan bahwa Allah-lah satu-satunya yang bisa menjaga mereka saat Bunda dan Ayah tidak terlihat oleh mata mereka. Ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian yang berlandaskan tauhid.
Kesimpulan
Membiasakan Dzikir Pagi Petang untuk Anak adalah investasi jangka panjang. Mungkin saat ini mereka belum hafal seluruhnya, namun suara Bunda yang membacakannya setiap hari akan terekam dalam bawah sadar mereka sebagai memori yang penuh kasih dan perlindungan.
Ingatlah Sahabat Muslim, anak yang lisannya terbiasa berdzikir akan memiliki hati yang lembut, perilaku yang santun, dan perlindungan yang kokoh dari segala mara bahaya. Mari kita mulai hari ini, satu kalimat dzikir, satu langkah menuju keberkahan.
Ingin tahu lebih banyak tentang doa-doa harian lainnya atau tips mendampingi tumbuh kembang anak secara Islami?
Sahabat Muslim, mari perkaya khazanah pengetahuan dan ketenangan batin Anda dengan membaca artikel inspiratif lainnya hanya di umroh.co. Temukan berbagai panduan ibadah harian, hikmah dari tanah suci, hingga informasi umroh yang terpercaya. Mari terus belajar dan bertumbuh bersama untuk kehidupan Muslim yang lebih berkualitas!



