5 Bahaya Riya’ dalam Ibadah

2 Januari 2026

5 Menit baca

Marek studzinski C0TCN0CZpqE unsplash

Bahaya Riya dalam Islam adalah ancaman nyata yang sering kali menyelinap masuk ke dalam relung hati kita tepat saat kita merasa sedang berada di puncak ketaatan. Pernahkah Anda merasa lebih bersemangat shalat saat berada di masjid yang ramai dibandingkan saat sendirian di rumah? Atau mungkin, pernahkah terbersit keinginan kecil agar postingan sedekah Anda di media sosial mendapatkan banyak pujian dan apresiasi? Jujur saja, sebagai manusia, kita semua pernah berada di titik dilema tersebut.

Sebagai Muslim yang selalu haus akan perbaikan diri, menyadari keberadaan riya bukan berarti kita harus berhenti berbuat baik. Sebaliknya, ini adalah panggilan bagi kita untuk lebih mengenal “pencuri pahala” ini agar setiap peluh dan lelah kita dalam beribadah tidak berujung pada kehampaan di akhirat kelak. Izinkan saya mengulasnya secara mendalam agar kita bisa menyelamatkan aset masa depan kita: pahala yang murni karena Allah.

Apa Itu Riya? Mengenal “Syirik Kecil” yang Tersembunyi

Secara etimologi, riya berasal dari kata ru’yah yang berarti melihat. Dalam terminologi syariat, riya adalah melakukan suatu amal ibadah dengan tujuan agar dilihat oleh manusia, sehingga pelakunya mendapatkan pujian, kedudukan, atau keuntungan duniawi lainnya.

Rasulullah SAW menyebut riya sebagai Syirik Asghar (syirik kecil) atau Syirik Khafi (syirik yang tersembunyi). Mengapa disebut tersembunyi? Karena ia tidak terlihat oleh mata, namun efek kerusakannya pada akidah sangatlah dahsyat.

Landasan Wahyu: Teguran Allah bagi Pelaku Riya

Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Al-Qur’an bagi mereka yang beribadah namun hatinya tertuju pada manusia:

“Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat riya.” (QS. Al-Ma’un: 4-6)

Bayangkan, bahkan ibadah sekelas shalat pun bisa menjadi jalan menuju celaka jika dicampuri dengan penyakit riya. Inilah mengapa kita harus benar-benar waspada.

5 Bahaya Riya dalam Islam yang Menghancurkan Pahala

Memahami risiko dari penyakit hati ini akan membuat kita lebih berhati-hati dalam menata niat. Berikut adalah bahaya fatal yang diakibatkan oleh riya:

1. Menghapuskan Seluruh Pahala Ibadah

Bahaya paling nyata dari riya adalah sifatnya yang merusak. Seberapa pun besarnya sedekah Anda atau seberapa lama pun tahajud Anda, jika niatnya adalah untuk manusia, maka nilainya di mata Allah adalah nol besar.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah: 264)

2. Mendatangkan Murka Allah SWT

Allah adalah Zat yang Maha Pencemburu. Dia tidak menerima amal yang di dalamnya terdapat persekutuan dengan selain-Nya. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfirman: “Aku adalah Zat yang paling tidak butuh kepada sekutu. Barangsiapa beramal suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya.” (HR. Muslim)

3. Terhina di Hari Kiamat

Orang yang mencari popularitas dengan ibadahnya di dunia akan dipermalukan oleh Allah di hadapan seluruh makhluk di hari kiamat. Allah akan membongkar rahasia hatinya yang busuk di saat semua orang mengharapkan keselamatan.

4. Merasa Lelah Tanpa Makna

Pernahkah Anda merasa lelah beribadah namun tidak merasakan ketenangan? Bisa jadi itu karena fokus Anda adalah penilaian manusia. Menunggu pujian manusia itu melelahkan, karena manusia tidak akan pernah puas. Sebaliknya, mencari rida Allah itu menenangkan.

5. Menutup Pintu Hidayah dan Keberkahan

Riya membuat seseorang menjadi sombong. Kesombongan ini adalah penghalang utama bagi masuknya cahaya hidayah ke dalam hati. Hidup mungkin terlihat sukses secara lahiriah, namun kering dari keberkahan spiritual.

Tabel: Perbedaan Ibadah Ikhlas vs Ibadah Riya

AspekIbadah yang Ikhlas (Lillaah)Ibadah yang Dicampuri Riya
Motivasi UtamaHanya mengharap rida dan pahala Allah.Mengharap pujian, pengakuan, atau materi.
KonsistensiTetap beramal baik saat ramai maupun sepi.Rajin saat dilihat orang, malas saat sendirian.
Respon terhadap KritikTidak goyah, fokus pada perbaikan diri.Sakit hati dan berhenti beramal jika dikritik.
Dampak pada JiwaMemberikan ketenangan dan tawadhu.Menimbulkan kecemasan dan kesombongan.

Expert Guide: 5 Cara Ampuh Menghindari Riya

Agar kita bisa selamat dari Bahaya Riya dalam Islam, berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda mulai terapkan hari ini:

1. Sembunyikan Amal Kebaikanmu

Sebagaimana Anda menyembunyikan dosa-dosa Anda, usahakanlah untuk memiliki “amal rahasia” yang hanya diketahui oleh Anda dan Allah. Sedekah secara sembunyi-sembunyi adalah pemadam kemurkaan Allah yang paling efektif.

2. Selalu Melakukan Muhasabah Niat

Sebelum memulai ibadah, di tengah-tengah ibadah, dan setelah ibadah, tanyakan pada hati: “Untuk siapa saya melakukan ini?” Jika mulai muncul bisikan ingin dipuji, segeralah beristighfar dan perbarui niat.

3. Berdoa Memohon Perlindungan dari Syirik Kecil

Rasulullah SAW mengajarkan doa agar kita terhindar dari kesyirikan yang tidak kita sadari:

“Allahumma inni a’udzubika an usyrika bika wa ana a’lamu, wa astaghfiruka lima laa a’lamu” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui).

4. Sadari Bahwa Pujian Manusia Tidak Memberi Manfaat

Pujian manusia tidak akan menambah timbangan pahalamu di akhirat, dan celaan manusia tidak akan mengurangi kedudukanmu di sisi Allah jika Allah rida padamu. Manusia adalah makhluk lemah yang tidak memegang kunci surga.

5. Ingatlah Kedahsyatan Siksa bagi Pelaku Riya

Ingatlah kisah “tiga orang pertama yang dilemparkan ke neraka”: seorang mujahid, seorang dermawan, dan seorang qari Al-Qur’an. Mereka semua beramal besar, namun karena tujuannya adalah agar disebut “pahlawan”, “dermawan”, dan “alim”, mereka justru diseret ke neraka.

Bagaimana Pengaruh Riya terhadap Kehidupan Muslim Modern?

Di era media sosial seperti sekarang, Bahaya Riya dalam Islam menjadi tantangan yang berlipat ganda. Fitur like, share, dan komentar bisa menjadi bumerang bagi keikhlasan kita. Kita dituntut untuk selalu tampil sempurna dan religius di layar kaca.

Oleh karena itu, jadikanlah media sosial sebagai sarana dakwah, bukan sarana pamer. Jika Anda merasa niat Anda mulai bergeser saat ingin mengunggah momen ibadah, lebih baik urungkan niat tersebut sampai hati Anda benar-benar stabil hanya karena Allah.

Kesimpulan

Riya adalah musuh yang cerdik, namun ia tidak akan bisa mengalahkan hamba-hamba yang sungguh-sungguh bersandar kepada kekuatan Allah. Memahami Bahaya Riya dalam Islam bukan bertujuan agar kita berhenti berbuat baik karena takut riya, melainkan agar kita berbuat baik dengan pengawasan ketat terhadap hati kita sendiri.

Biarlah dunia tidak mengenal kebaikanmu, asalkan penduduk langit mengenalinya. Karena pada akhirnya, hanya amal yang tuluslah yang akan menemani kita di liang lahat yang gelap.

Ingin Memperdalam Wawasan Keislaman Lainnya?

Perjalanan memperbaiki hati adalah proses seumur hidup. Jangan biarkan iman Anda kering tanpa asupan ilmu yang memadai. Masih banyak pembahasan menarik mengenai tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), fiqih ibadah, hingga tips hidup berkah yang perlu kita pelajari bersama.

Yuk, temukan artikel-artikel edukatif dan inspiratif lainnya seputar dunia Islam dan kehidupan Muslim hanya di umroh.co. Mari perkuat benteng iman kita dan raihlah rida Allah dengan amal yang murni setiap hari!

Artikel Terkait

Baluran

6 Januari 2026

7 Alasan Mencintai Allah: Rahasia Menemukan Cinta Sejati

Alasan mencintai Allah sering kali menjadi pencarian terdalam bagi setiap jiwa yang merasa lelah dengan hiruk-pikuk dunia yang sering kali mengecewakan dan meninggalkan luka. ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

10 Manfaat Mengingat Kematian: Rahasia Hidup Lebih Bahagia

Mengingat kematian sering kali dianggap sebagai topik yang menakutkan bagi sebagian orang, padahal bagi seorang mukmin, hal ini adalah kunci utama untuk meraih kebahagiaan ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

7 Kedalaman Makna Al-Hayyu: Rahasia Hidup yang Lebih Berarti

Memahami Makna Al-Hayyu adalah langkah awal bagi setiap Muslim untuk menyadari betapa fana dan terbatasnya kehidupan yang kita jalani saat ini dibandingkan dengan Sang ... Read more

Baluran

6 Januari 2026

7 Hikmah Larangan Putus Asa: Mengapa Muslim Harus Optimis?

Hikmah Larangan Putus Asa dalam ajaran Islam bukan sekadar kalimat motivasi biasa, melainkan fondasi akidah yang menentukan kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta. Pernahkah ... Read more

Baluran

3 Januari 2026

Bahaya Fanatisme Golongan yang Merusak Persatuan

Bahaya Fanatisme Agama adalah duri dalam daging yang sering kali tidak kita sadari sedang mencabik-cabik ukhuwah Islamiyah dari dalam, mengubah energi yang seharusnya digunakan ... Read more

Baluran

3 Januari 2026

Mengenal Nama Allah Al-Haqq (Maha Benar)

Makna Al-Haqq adalah satu-satunya pelabuhan kebenaran tempat jiwa kita bisa bersandar dengan tenang saat dunia ini mulai terasa seperti panggung sandiwara yang penuh dengan ... Read more