Pernahkah Bunda atau Ayah merasa bingung harus mengenakan pakaian seperti apa agar tetap merasa nyaman di tengah cuaca Madinah, namun tetap menjaga kesopanan di hadapan Rasulullah ﷺ?
Memahami Adab Berpakaian di Madinah bukan sekadar soal gaya busana, melainkan bentuk penghormatan terdalam kita saat memasuki Masjid Nabawi yang penuh dengan kemuliaan dan kedamaian batin.
Berada di Madinah adalah momen self-healing yang luar biasa. Suasananya yang tenang, wangi semerbak di setiap sudut masjid, dan kelembutan penduduknya seringkali membuat hati kita bergetar. Agar kekhusyukan ibadah keluarga tidak terganggu oleh rasa tidak nyaman atau rasa salah kostum, mari kita bicara dari hati ke hati mengenai panduan berpakaian yang akan membuat ziarah Anda semakin berkesan.
Pakaian Sebagai Bentuk Penghormatan (Ta’zim)
Dalam Islam, pakaian adalah nikmat yang Allah berikan untuk menutup aurat dan memperindah penampilan, terutama saat kita hendak menghadap-Nya di rumah-rumah-Nya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid…” (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini adalah undangan dari Allah agar kita tampil dalam kondisi terbaik. Bayangkan, jika kita memakai baju terbaik saat bertemu pejabat atau menghadiri undangan penting, bukankah berziarah ke makam Rasulullah ﷺ dan beribadah di Masjid Nabawi jauh lebih berhak untuk mendapatkan perhatian busana terbaik kita?
5 Panduan Utama Adab Berpakaian di Madinah untuk Keluarga
Mempersiapkan busana keluarga untuk ke Madinah memerlukan keseimbangan antara syariat, fungsi, dan kenyamanan. Berikut adalah Expert Guide untuk Anda:
1. Pastikan Menutup Aurat Secara Sempurna dan Longgar
Pilar utama dalam Adab Berpakaian di Madinah adalah menutup aurat. Bagi muslimah, gunakanlah abaya atau gamis yang tidak membentuk lekuk tubuh. Sementara bagi laki-laki, hindarilah pakaian yang terlalu ketat atau celana di atas lutut.
- Pilihlah bahan yang tidak menerawang.
- Pastikan kerudung atau jilbab menutupi dada dengan sempurna.
- Bagi suami, menggunakan gamis atau baju koko yang rapi akan memberikan kesan yang sangat berwibawa di masjid.
2. Memilih Bahan yang Menyerap Keringat (Breathable)
Cuaca di Madinah bisa sangat kontras antara siang yang terik dan malam yang dingin. Bahan katun atau linen seringkali menjadi pilihan terbaik untuk menjaga ketenangan hati Anda.
- Bahan katun membantu tubuh tetap sejuk sehingga Anda bisa fokus berdoa tanpa terganggu rasa gerah.
- Untuk anak-anak, pilihlah bahan kaus katun yang lembut agar mereka tidak rewel karena kepanasan di dalam masjid.
3. Menghindari Warna dan Motif yang Terlalu Mencolok
Di Madinah, kesahajaan adalah keindahan. Meskipun tidak ada larangan menggunakan warna selain hitam atau putih, sebaiknya pilihlah warna-warna yang kalem (earth tone atau pastel).
- Menghindari motif yang terlalu ramai atau tulisan yang mencolok membantu menjaga kekhusyukan jamaah lain di sekitar kita.
- Ingatlah prinsip Haya’ (rasa malu). Rasulullah ﷺ bersabda: “Malu itu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari). Berpakaian yang tidak menarik perhatian berlebih adalah cerminan dari rasa malu yang mulia.
4. Menjaga Kebersihan dan Wangi Sunnah
Masjid Nabawi adalah tempat yang sangat bersih dan wangi. Kita tentu ingin menjadi bagian dari keasrian tersebut.
- Pastikan pakaian yang digunakan adalah pakaian yang suci dari najis.
- Gunakan wewangian bagi laki-laki sebelum berangkat ke masjid. Rasulullah ﷺ sangat menyukai bau harum dan sering menggunakannya.
- Menjaga kebersihan diri adalah bentuk healing bagi jiwa, karena hati yang bersih seringkali bermula dari raga yang bersih.
5. Mengajarkan Kesopanan pada Anak-anak Sejak Dini
Mengajak anak-anak ke Masjid Nabawi adalah pendidikan karakter yang luar biasa. Meskipun anak-anak belum terkena kewajiban hukum syariat secara penuh, melatih mereka berpakaian rapi dan sopan adalah langkah awal menanamkan cinta pada Rasulullah ﷺ.
- Kenakan baju koko atau jubah kecil untuk anak laki-laki.
- Kenakan gaun atau gamis mungil untuk anak perempuan.
- Pujilah penampilan mereka agar mereka merasa bangga dan senang pergi ke masjid.
Filosofi Pakaian dalam Perjalanan Ruhani
Bunda dan Ayah, pakaian yang kita kenakan di Madinah sebenarnya adalah cerminan dari apa yang ada di dalam hati. Saat kita memilih baju yang paling rapi, bersih, dan sesuai sunnah, kita sebenarnya sedang berkata pada Allah, “Ya Allah, inilah bentuk kesungguhanku merindukan kekasih-Mu.”
Ketenangan yang Anda rasakan saat berjalan di pelataran Masjid Nabawi dengan pakaian yang nyaman akan membantu Anda masuk ke dalam kondisi muraqabah (merasa diawasi Allah). Jangan biarkan masalah teknis seperti baju yang terlalu sempit atau bahan yang gatal merusak momen berharga Anda di kota suci ini.
Kesimpulan
Menjaga Adab Berpakaian di Madinah adalah bagian tak terpisahkan dari kesempurnaan ibadah Umrah dan Ziarah Anda. Dengan memperhatikan ketentuan syariat, kenyamanan bahan, dan kebersihan busana, insya Allah perjalanan Anda akan terasa lebih ringan, damai, dan penuh keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.
Semoga Allah SWT menerima setiap langkah ziarah kita dan menjadikan keluarga kita sebagai pengikut Rasulullah ﷺ yang senantiasa menjaga adab dan akhlak dalam setiap keadaan.
Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Persiapan Umrah dan Kehidupan Islami?
Mempersiapkan diri ke Tanah Suci bukan hanya soal pakaian, tapi juga soal ilmu dan kesiapan batin. Dapatkan berbagai panduan eksklusif lainnya tentang manasik umrah, tips kesehatan keluarga di Arab Saudi, hingga artikel-artikel menyejukkan hati seputar dunia islam lainnya.
Mari perkaya wawasan keislaman Anda dengan mengunjungi website umroh.co sekarang juga. Temukan berbagai inspirasi dan informasi terpercaya untuk mendukung perjalanan spiritual dan kehidupan Muslim sehari-hari Anda bersama keluarga tercinta.





