7 Adab Makan Anak Sesuai Sunnah Agar Hidup Lebih Berkah!

27 Januari 2026

5 Menit baca

Providence doucet 5za6niH4qpw unsplash

​Adab Makan Anak adalah pondasi karakter yang tidak hanya soal etiket di meja makan, tetapi juga tentang menanamkan benih keberkahan dan rasa syukur dalam setiap suapan yang masuk ke tubuh mungil mereka.

​Memahami bahwa setiap butir makanan adalah rezeki dari Allah akan membantu kita mendidik dengan lebih tenang. Mari kita jadikan momen makan bukan sekadar rutinitas mengisi perut, melainkan sebuah proses self-healing bagi orang tua untuk melatih kesabaran dan sarana ibadah bagi anak.

​Mengapa Adab Makan Begitu Penting dalam Islam?

​Islam memandang makan bukan hanya aktivitas biologis. Apa yang kita makan dan bagaimana cara kita memakannya akan berpengaruh pada kejernihan hati dan kesehatan fisik. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi…” (QS. Al-Baqarah: 168).

​Ketika Sahabat Muslim mengajarkan adab yang benar, Anda sebenarnya sedang menjaga fitrah anak agar tumbuh dengan energi yang bersih (halalan thayyiban).

​7 Sunnah Rasulullah SAW dalam Adab Makan Anak

​Berikut adalah panduan praktis yang bisa Sahabat Muslim ajarkan kepada si kecil dengan cara yang persuasif dan penuh kasih sayang:

​1. Memulai dengan Mencuci Tangan

​Sebelum menyentuh rezeki Allah, pastikan tangan dalam keadaan bersih. Ini adalah langkah awal mengajarkan kebersihan (thaharah) sekaligus menjaga kesehatan pencernaan anak. Ajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman.

​2. Keajaiban Kalimat “Bismillah”

​Jangan biarkan setan ikut menikmati makanan si kecil. Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala (membaca Bismillah)…” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

  • ​Jika anak lupa, ajarkan membaca: “Bismillahi fii awwalihi wa aakhirihi”.
  • ​Ini melatih anak untuk selalu sadar bahwa ada Allah yang memberi mereka rezeki.

​3. Kekuatan Tangan Kanan

​Mendidik anak laki-laki maupun perempuan untuk menggunakan tangan kanan adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW pernah menasihati seorang anak (Umar bin Abi Salamah):

“Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

​4. Mengambil Makanan yang Paling Dekat

​Ini adalah pelajaran tentang rasa cukup dan tidak serakah. Ajarkan anak untuk tidak “mengacak-acak” piring saji hanya demi mencari potongan daging yang paling besar. Mengambil yang terdekat melatih rasa hormat pada hak orang lain di meja makan.

​5. Duduk dengan Tenang (Tidak Sambil Berdiri)

​Secara kesehatan, makan sambil duduk membantu katup lambung bekerja dengan baik. Secara adab, duduk menunjukkan ketenangan jiwa. Hindari membiarkan anak makan sambil berlarian karena hal itu bisa mengganggu pencernaan dan menghilangkan kekhusyukan syukur.

​6. Larangan Mencela Makanan

​Ini adalah bagian dari self-healing untuk anak agar selalu berpikir positif. Nabi SAW tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka, beliau makan; jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa berkomentar buruk.

  • ​Ajarkan anak mengucapkan “Alhamdulillah” atas apa pun yang terhidang.
  • ​Ini akan membentuk mental anak yang mudah bersyukur dan tidak banyak menuntut.

​7. Prinsip Sepertiga: Tidak Berlebihan

​Ajarkan anak untuk berhenti sebelum kekenyangan. Rasulullah SAW memberikan rumus kesehatan terbaik:

“…Sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi).

Ini adalah pencegahan dini terhadap obesitas dan sifat malas yang timbul akibat kekenyangan.

​Tips Menghadapi Anak yang Sulit Tertib Makan

​Sahabat Muslim, jangan berkecil hati jika si kecil belum bisa langsung sempurna menjalankan adab ini.

  • Jadilah Teladan: Anak adalah peniru ulung. Mereka akan mengikuti cara kita memegang sendok dan cara kita bersyukur.
  • Gunakan Bahasa Cinta: Alih-alih membentak, “Jangan berdiri!”, cobalah berkata, “Ayo duduk sebentar sayang, supaya makanan ini jadi tenaga yang barakah di perutmu.”
  • Doa Bersama: Tutup momen makan dengan doa Alhamdulillah dan apresiasi karena mereka sudah mencoba mengikuti sunnah Nabi.

​Menemukan Kedamaian di Meja Makan

​Mendidik Adab Makan Anak memang membutuhkan waktu, namun setiap kesabaran Sahabat Muslim akan berbuah pahala. Bayangkan jika setiap suapan yang mereka makan menjadi saksi di akhirat kelak bahwa Anda telah menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Biarkan meja makan menjadi tempat yang paling hangat di rumah, tempat di mana cinta dan sunnah bertemu.

​Kesimpulan

​Mengajarkan sunnah saat makan adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental buah hati. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kita tidak hanya mencetak anak yang sopan, tapi juga anak yang memiliki ikatan spiritual yang kuat dengan Sang Pemberi Rezeki.

​Ingin mendalami lebih banyak tips seputar adab islami sehari-hari atau mencari panduan ibadah lainnya untuk keluarga? Sahabat Muslim bisa menemukan berbagai artikel inspiratif dan edukatif seputar dunia keislaman dan kehidupan muslimah hanya di umroh.co. Mari terus bertumbuh menjadi muslim yang lebih baik bersama kami!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more