7 Cara Agar Anak Tenang Saat Ditinggal Umrah Orang Tua

13 Januari 2026

5 Menit baca

Aakash malik wxeDDI5hZlo unsplash

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada “ganjalan” di hati saat melihat wajah polos si kecil, sementara jadwal keberangkatan ke Tanah Suci sudah di depan mata?

Menghadapi momen saat anak harus Ditinggal Umrah Orang Tua memang seringkali menguras emosi dan air mata, bahkan sebelum perjalanan itu benar-benar dimulai. Rasa bersalah, cemas, dan sedih campur aduk menjadi satu, seolah-olah kita sedang menghadapi ujian yang sangat berat.

​Namun, mari kita tarik napas dalam-dalam sejenak. Tenangkan hati Bunda dan Ayah, karena perjalanan ini adalah undangan istimewa dari Allah SWT. Perasaan melow itu manusiawi, namun yakinlah bahwa dengan persiapan batin yang tepat, momen ini justru bisa menjadi sarana self-healing dan peningkatan iman bagi seluruh anggota keluarga. Mari kita bicara dari hati ke hati mengenai cara memberikan pengertian yang menyejukkan bagi si kecil.

​Mengapa Perpisahan Sementara Ini Begitu Penting?

​Bagi anak-anak, konsep waktu dan jarak adalah hal yang abstrak. Ketika mereka mendengar orang tuanya akan pergi ke tempat yang jauh, yang mereka rasakan adalah “kehilangan” kehadiran fisik. Namun, dalam Islam, setiap perpisahan yang didasari ketaatan kepada Allah menyimpan hikmah yang luar biasa.

​Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagi kamu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun: 15)

​Meninggalkan anak untuk beribadah adalah salah satu bentuk ujian cinta: apakah kita lebih mendahulukan cinta kepada Allah atau rasa berat hati meninggalkan buah hati? Dengan menata niat, Bunda dan Ayah sedang mengajarkan konsep tauhid yang nyata kepada anak, bahwa Allah adalah prioritas utama dalam hidup kita.

​Hikmah dari Kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as

​Saat kita bicara tentang Ditinggal Umrah Orang Tua, kita tidak bisa lepas dari sejarah awal mula ibadah haji dan umrah itu sendiri. Ingatlah betapa tegar Ibunda Hajar saat ditinggalkan Nabi Ibrahim as di lembah tandus Makkah bersama Ismail yang masih bayi.

​Ketika Hajar bertanya, “Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan ini?” dan Ibrahim menjawab “Ya”, maka Hajar dengan tenang berkata, “Kalau begitu, Allah tidak akan membiarkan kami telantar.” (HR. Bukhari).

​Keyakinan inilah yang perlu kita tanamkan pada anak: bahwa saat orang tua pergi memenuhi panggilan Allah, maka Allah pulalah yang akan menjadi Penjaga terbaik bagi mereka di rumah.

​7 Langkah Lembut Memberi Pengertian pada Anak

​Agar si kecil tidak merasa “dibuang” atau diabaikan, berikut adalah panduan praktis yang bisa Ayah dan Bunda lakukan dengan penuh kasih sayang:

​1. Mulailah Bercerita Sejak Jauh Hari

​Jangan memberikan kabar secara mendadak. Ceritakan tentang kehebatan Ka’bah, sumur Zamzam, dan kebaikan Allah. Gunakan gaya bahasa yang imajinatif agar anak merasa bahwa Ayah dan Bunda sedang pergi melakukan “misi mulia” untuk mendoakan mereka.

​2. Berikan “Misi Khusus” untuk Si Kecil

​Agar anak merasa terlibat, berikan mereka tugas selama ditinggal. Misalnya:

  • ​Menitipkan daftar doa yang ingin mereka sampaikan kepada Allah lewat perantara Ayah dan Bunda.
  • ​Menugaskan mereka untuk menjaga tanaman atau membantu nenek di rumah.
  • ​Menjadi “pahlawan kecil” yang menjaga rumah saat Ayah dan Bunda pergi.

​3. Gunakan Alat Bantu Visual (Kalender Umrah)

​Anak-anak butuh kepastian kapan orang tuanya akan pulang. Buatlah kalender sederhana di mana anak bisa menempelkan stiker setiap harinya. Saat stiker sudah penuh, itu tandanya Ayah dan Bunda sudah sampai di rumah. Ini membantu mereka mengelola rasa rindu secara lebih terukur.

​4. Tinggalkan “Harta Karun” Kasih Sayang

​Bunda bisa menyiapkan beberapa amplop atau kotak kecil yang berisi surat singkat, cokelat, atau mainan sederhana untuk dibuka setiap beberapa hari sekali. Dalam surat itu, tuliskan betapa Bunda mencintai mereka dan betapa Allah bangga pada mereka karena sudah sabar menunggu.

​5. Bangun Kepercayaan pada Pengasuh di Rumah

​Siapa pun yang akan menjaga anak (Nenek, Kakek, atau kerabat), pastikan mereka sudah membangun kedekatan (bonding) dengan anak beberapa minggu sebelum keberangkatan. Pastikan pengasuh memahami rutinitas anak agar mereka tetap merasa nyaman dalam lingkungan yang stabil.

​6. Manfaatkan Teknologi Secukupnya

​Video call memang sangat membantu, namun hati-hati jangan sampai justru membuat anak semakin menangis. Jika anak tipe yang sensitif, pesan suara atau video pendek yang dikirimkan secara berkala mungkin lebih menenangkan daripada interaksi langsung yang emosional.

​7. Doakan dalam Setiap Sujud

​Inilah senjata paling ampuh. Saat Bunda dan Ayah berada di depan Ka’bah atau di Raudhah, sebutkan nama mereka satu per satu. Mintalah kepada Allah agar mereka dijaga hatinya dari rasa sedih yang berlebihan. Doa orang tua yang sedang menunaikan ibadah adalah doa yang mustajab.

​Menitipkan Anak pada Sang Maha Penjaga

​Bunda dan Ayah yang sedang gelisah, ketahuilah bahwa sejatinya kita tidak pernah benar-benar “meninggalkan” anak. Kita hanya menitipkan mereka kepada pemilik aslinya, yaitu Allah SWT.

​Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Sesungguhnya jika Allah dititipi sesuatu, maka Dia akan menjaganya.” (HR. Ahmad)

​Katakan kalimat ini dalam hati setiap kali rasa cemas melanda. Pasrahkan penjagaan anak-anak kepada Allah. Kedamaian yang Bunda rasakan akan terpancar dan ikut menenangkan batin si kecil di rumah.

​Kesimpulan

​Menghadapi situasi Ditinggal Umrah Orang Tua memang memerlukan kekuatan mental bagi seluruh anggota keluarga. Namun, dengan komunikasi yang jujur, persiapan yang matang, dan tawakal yang total, perpisahan sementara ini akan berubah menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran dan cinta kepada Sang Pencipta. Insya Allah, saat Bunda dan Ayah pulang nanti, kalian akan mendapati anak-anak yang tumbuh lebih mandiri dan kuat imannya.

​Semoga perjalanan ibadah Anda menjadi umrah yang mabrur dan penuh keberkahan bagi seluruh keluarga.

Cari Tahu Lebih Banyak Tentang Kehidupan Muslim!

​Ingin mendapatkan tips lebih lengkap tentang persiapan umrah keluarga, cara mendidik anak islami, atau informasi seputar jadwal umroh terbaru? Anda bisa menemukan berbagai artikel inspiratif dan edukatif lainnya yang disusun untuk menyejukkan hati dan memperluas wawasan keislaman Anda hanya di website umroh.co. Mari perkaya iman dan pengetahuan kita setiap hari bersama kami!

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more