7 Cara Melatih Anak Puasa Seru Tanpa Nangis, Bunda Siap?

27 Januari 2026

5 Menit baca

Mufid majnun IaZpwL9y1 I unsplash

​Melatih Anak Puasa sejak dini merupakan sebuah seni menyentuh hati agar mereka tidak hanya menahan lapar, tetapi juga merasakan kehangatan iman di setiap detiknya. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa bimbang saat melihat wajah mungilnya yang memelas minta minum di siang bolong, sementara di sisi lain Anda ingin ia belajar tentang kewajiban agama?

​Menghadapi momen ini memang membutuhkan kesabaran seluas samudra dan strategi yang penuh keceriaan. Mari kita ubah rasa cemas itu menjadi momen self-healing bagi kita sebagai orang tua—momen di mana kita kembali belajar tentang makna syukur melalui mata jernih mereka. Melatih puasa bukan tentang memaksa, melainkan tentang membangun memori indah yang akan mereka kenang seumur hidup sebagai awal perjalanan spiritual mereka.

​Mengapa Melatih Puasa Harus Sejuk di Hati?

​Dalam Islam, anak-anak memang belum dibebani kewajiban (taklif) sebelum mereka baligh. Namun, melatih mereka adalah tradisi indah para Sahabat Nabi terdahulu. Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6).

​Menjaga keluarga berarti membekali mereka dengan ketahanan mental dan spiritual. Namun, Rasulullah SAW selalu menekankan kasih sayang dalam mendidik. Anak-anak di zaman para Sahabat bahkan dibuatkan mainan dari bulu domba untuk mengalihkan rasa lapar mereka hingga waktu berbuka tiba (HR. Bukhari & Muslim). Ini mengajarkan kita bahwa pendekatan yang persuasif dan kreatif jauh lebih efektif daripada ancaman atau amarah.

​7 Langkah Praktis Melatih Anak Puasa dengan Ceria

​Berikut adalah cara-cara yang bisa Sahabat Muslim praktikan di rumah agar suasana Ramadan tetap menyejukkan:

​1. Mulai dari Puasa Setengah Hari (Puasa Bedug)

​Jangan langsung meminta mereka puasa hingga Maghrib. Mulailah secara bertahap.

  • ​Izinkan mereka berbuka di waktu Dzuhur atau Ashar.
  • ​Berikan pujian yang tulus saat mereka berhasil mencapai jam yang disepakati.
  • ​Katakan, “Masya Allah, perut Kakak hebat sekali sudah belajar bersabar sampai jam 12!”

​2. Jadikan Sahur dan Buka sebagai Momen “Pesta” Kecil

​Anak-anak sangat menyukai perayaan. Buatlah suasana makan sahur dan berbuka menjadi sangat spesial.

  • ​Masaklah menu favorit mereka.
  • ​Hias meja makan dengan lampu kecil atau peralatan makan yang lucu.
  • ​Saat mereka merasa sahur dan buka adalah momen istimewa, mereka akan lebih semangat untuk menantikannya kembali esok hari.

​3. Jelaskan Makna Puasa Lewat Cerita Indah

​Hindari menjelaskan puasa hanya sebagai “tidak boleh makan”.

  • ​Gunakan analogi yang mudah: “Puasa itu seperti mengistirahatkan perut kita supaya nanti lebih sehat, dan cara kita berterima kasih kepada Allah.”
  • ​Ceritakan tentang saudara-saudara kita yang kurang beruntung, sehingga anak belajar empati (rasa peduli).

​4. Alihkan Rasa Lapar dengan Kegiatan Kreatif

​Waktu kritis biasanya terjadi antara jam 2 siang hingga menjelang Maghrib.

  • ​Ajak anak “Ngabuburit” dengan aktivitas yang tidak menguras fisik.
  • ​Mewarnai kaligrafi, mendengarkan kisah Nabi, atau membuat kartu ucapan Lebaran bisa menjadi pilihan cerdas.
  • ​Saat pikiran mereka teralihkan oleh kegembiraan, rasa lapar akan terasa lebih ringan.

​5. Berikan Apresiasi, Bukan Sekadar Janji

​Apresiasi tidak selalu harus berupa barang mewah.

  • ​Gunakan “Papan Bintang”. Setiap hari mereka berhasil puasa (meski hanya setengah hari), berikan satu stiker bintang.
  • ​Di akhir pekan, ajak mereka melakukan aktivitas yang mereka sukai sebagai hadiah atas perjuangannya.
  • ​Ini membangun kepercayaan diri bahwa mereka mampu melakukan hal besar.

​6. Jadilah Teladan yang Bahagia

​Anak adalah peniru ulung. Jika Sahabat Muslim berpuasa dengan wajah yang lesu dan sering mengeluh lapar, anak akan melihat puasa sebagai beban yang berat.

  • ​Tunjukkan wajah yang cerah dan tetap beraktivitas dengan riang.
  • ​Biarkan mereka melihat bahwa puasa justru membuat kita lebih sabar dan penyayang.

​7. Dengarkan Sinyal Tubuh Mereka

​Sahabat Muslim, ingatlah bahwa kesehatan fisik anak tetap utama.

  • ​Jika wajahnya tampak sangat pucat, lemas berlebihan, atau mengeluh sakit, jangan ragu untuk meminta mereka membatalkan puasanya.
  • ​Berikan pelukan dan katakan bahwa Allah tahu usahanya, dan mereka bisa mencoba lagi besok. Ini menjaga kesehatan mental mereka agar tidak merasa gagal.

​Puasa Sebagai Sarana Healing Keluarga

​Melatih anak berpuasa sebenarnya adalah momen bagi kita untuk melepaskan penatnya urusan dunia dan fokus pada kualitas hubungan dengan keluarga. Saat kita duduk melingkar menunggu adzan Maghrib sambil bertukar cerita, itulah healing yang sesungguhnya. Kedamaian itu muncul ketika kita menyadari bahwa setiap suapan yang kita berikan kepada anak saat berbuka adalah butiran pahala yang mengalir deras.

​Kesimpulan

Melatih Anak Puasa adalah perjalanan maraton, bukan lari cepat. Tidak perlu membandingkan pencapaian anak kita dengan anak tetangga. Setiap anak memiliki ritmenya masing-masing. Fokuslah pada bagaimana membangun rasa rindu mereka terhadap bulan Ramadan, bukan sekadar menghitung berapa hari mereka berhasil puasa penuh.

​Teruslah berdoa agar Allah melembutkan hati buah hati kita dan memberikan mereka kekuatan. Karena pada akhirnya, tugas kita adalah berusaha dengan sebaik-baiknya, sementara hidayah dan kesabaran adalah milik Allah SWT.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips parenting islami, jadwal imsakiyah terbaru, atau inspirasi kehidupan muslim lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar keislaman hanya di umroh.co. Mari terus perkaya wawasan dan perkuat iman kita demi membangun keluarga yang sakinah dan penuh berkah!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more