Mengajak Pasangan Shalat terkadang menjadi ujian kesabaran tersendiri dalam rumah tangga, terutama bagi keluarga yang tengah berjuang dengan tekanan ekonomi atau lelahnya rutinitas bekerja dengan gaji UMR. Di saat fisik terkuras untuk mencari nafkah, godaan untuk menunda atau bahkan meninggalkan kewajiban shalat sering kali muncul. Padahal, justru di tengah himpitan ekonomi itulah, sujud kepada Allah SWT menjadi kunci pembuka pintu rezeki dan ketenangan batin yang paling utama.
Sangat manusiawi jika Anda merasa sedih atau frustrasi saat melihat belahan jiwa seolah acuh terhadap panggilan azan. Namun, menghadapinya dengan amarah justru berisiko meretakkan keharmonisan. Mari kita pelajari bagaimana cara menyentuh hati pasangan agar ia kembali rindu bersujud, tanpa perlu ada perdebatan di meja makan.
Mengapa Shalat Menjadi Fondasi Keberkahan Rezeki?
Bagi keluarga dengan gaji UMR, keberkahan adalah segalanya. Uang yang cukup secara nominal belum tentu cukup secara rasa jika tidak disertai keberkahan dari Sang Pemberi Rezeki. Shalat adalah cara kita “melapor” dan meminta tambahan kekuatan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu…” (QS. Thaha: 132).
Ayat ini mengingatkan bahwa tugas kita adalah mengajak dan bersabar, sementara urusan rezeki sudah dijamin oleh-Nya bagi mereka yang menjaga hubungan dengan Tuhannya.
1. Menjadi Teladan, Bukan “Mandor” Ibadah
Langkah pertama dalam Mengajak Pasangan Shalat adalah dengan menunjukkan keindahan shalat melalui perilaku kita sendiri. Jika Anda mengajak shalat namun sering marah-marah setelahnya, pasangan akan melihat shalat tidak membawa perubahan positif.
- Tampilkan Ketenangan: Tunjukkan bahwa setelah shalat, Anda menjadi lebih sabar dan penyayang.
- Shalat di Awal Waktu: Konsistensi Anda akan menjadi sindiran halus yang lebih efektif daripada kata-kata pedas.
2. Gunakan Teknik “Soft Selling” dalam Mengajak
Dalam dunia copywriting, ajakan tidak langsung sering kali lebih memikat. Hindari kalimat perintah seperti “Cepat shalat, sudah azan!”. Cobalah kalimat yang lebih melibatkan emosi dan kebersamaan.
- Contoh Kalimat: “Sayang, aku mau shalat dulu ya. Doakan aku supaya sabar hari ini. Kalau kamu sudah senggang, yuk kita doa bareng sebentar supaya rezeki kita makin berkah.”
- Sentuhan Fisik: Mengajak sambil mengusap pundaknya atau memberikan segelas air saat ia baru pulang kerja bisa melunakkan hatinya.
3. Pahami Titik Lelahnya (Empati)
Sering kali, pasangan enggan shalat bukan karena benci agama, melainkan karena kelelahan fisik yang luar biasa setelah bekerja seharian demi gaji UMR.
- Hargai Lelahnya: Katakan bahwa Anda mengerti betapa berat kerjanya.
- Mudahkan Fasilitas: Siapkan sarung atau mukena yang bersih dan wangi. Jika memungkinkan, siapkan air hangat untuknya berwudu.
4. Kekuatan Doa di Sepertiga Malam
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari Allah yang Maha Rahman, Ia membolak-balikkan hati itu sekehendak-Nya.” (HR. Muslim).
Anda mungkin gagal mengetuk pintu hatinya dengan kata-kata, tetapi Anda tidak akan pernah gagal mengetuk pintu langit. Doakan namanya secara spesifik di dalam sujud Anda agar Allah memberikan hidayah dan rasa rindu pada shalat.
5. Ciptakan Lingkungan Rumah yang “Religius-Nyaman”
Rumah yang sempit atau gaji yang terbatas bukan alasan untuk tidak memiliki pojok ibadah yang nyaman.
- Pojok Shalat: Bersihkan satu sudut rumah, beri wewangian, dan pastikan pencahayaannya tenang.
- Konten Positif: Sesekali putar murrotal Al-Qur’an atau ceramah singkat yang menyejukkan hati (bukan yang menakut-nakuti) saat sedang bersantai bersama.
6. Tabel: Perbedaan Cara Mengajak vs. Memaksa
| Cara Mengajak (Humanis) | Cara Memaksa (Konfrontatif) |
|---|---|
| Menggunakan kalimat “Yuk kita…” | Menggunakan kalimat “Kamu harus…” |
| Menawarkan bantuan (siapkan perlengkapan) | Menyindir atau mencela |
| Memuji setiap kemajuannya | Fokus pada kesalahannya di masa lalu |
| Memberi ruang dan waktu | Memberondong dengan ancaman neraka |
7. Diskusikan Impian Bersama
Gunakan momen deep talk untuk menghubungkan ibadah dengan impian keluarga. Misalnya, impian memiliki rumah sendiri atau menyekolahkan anak setinggi mungkin. Katakan bahwa bantuan Allah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan itu semua, dan jalan utamanya adalah melalui shalat.
Kesimpulan
Mengajak Pasangan Shalat adalah maraton, bukan sprint. Dibutuhkan napas kesabaran yang panjang dan cinta yang tulus. Jangan biarkan perbedaan tingkat ketaatan merusak kasih sayang kalian. Tetaplah menjadi pelabuhan yang nyaman bagi pasanganmu, sehingga ia melihat bahwa agama adalah solusi, bukan beban tambahan di tengah kerasnya hidup.
Ingin mendapatkan tips rumah tangga islami lainnya atau panduan mengelola keuangan keluarga secara syariah? Jangan lewatkan informasi bermanfaat lainnya untuk menunjang kehidupan Muslim Anda.
Yuk, baca artikel inspiratif dan edukatif lainnya di umroh.co untuk mendapatkan wawasan keislaman yang mendalam dan update seputar dunia Muslim!





