7 Kunci Support System Parenting: Kakek & Nenek Ikut Andil!

29 Januari 2026

5 Menit baca

Istockphoto 1146945208 612x612

​Support System Parenting yang kokoh bersama keluarga besar seperti kakek, nenek, paman, dan bibi bukanlah sekadar bantuan tenaga, melainkan wujud nyata dari silaturahmi yang membawa keberkahan bagi pendidikan karakter anak. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang serba cepat, banyak dari kita yang terjebak dalam pola “Nuclear Family” yang sangat mandiri, namun sering kali berujung pada kelelahan mental atau burnout.

​Sahabat Muslim, mengasuh anak adalah sebuah jihad yang panjang. Menyadari bahwa kita membutuhkan bantuan orang lain bukan berarti kita gagal menjadi orang tua. Sebaliknya, melibatkan keluarga besar dengan cara yang tepat adalah bentuk kebijaksanaan untuk menciptakan lingkungan yang kaya akan kasih sayang bagi si kecil. Mari kita jadikan momen membangun kolaborasi ini sebagai sarana self-healing, di mana kita belajar melepaskan ego dan merangkul kehangatan keluarga besar dengan visi yang selaras.

​Mengapa Keluarga Besar Adalah Berkah dalam Pengasuhan?

​Dalam Islam, keluarga besar memiliki kedudukan yang sangat mulia. Silaturahmi bukan hanya soal berkunjung, tapi juga tentang saling menopang dalam kebaikan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“…Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa: 1).

​Melibatkan kakek, nenek, paman, dan bibi memberikan anak-anak kita spektrum kasih sayang yang lebih luas. Mereka belajar tentang adab menghormati orang tua dari kakek-neneknya, dan belajar tentang keceriaan serta ketangkasan dari paman dan bibinya. Ini adalah miniatur masyarakat yang akan membentuk mental sosial anak menjadi lebih tangguh.

​7 Strategi Membangun Support System Parenting yang Harmonis

​Menyamakan visi dengan kakek-nenek yang mungkin memiliki pola asuh “zaman dulu” memang butuh kesabaran ekstra. Berikut adalah langkah-langkah humanistis yang bisa Sahabat Muslim terapkan:

​1. Komunikasi “Layn” (Lembut) dan Terbuka

​Saat ingin menyampaikan prinsip pengasuhan kita kepada orang tua atau saudara, gunakanlah bahasa yang rendah hati. Hindari kesan menggurui.

  • ​Katakan: “Bunda, kami sedang mencoba membiasakan si kecil untuk tidak makan sambil menonton, mohon bantuannya ya kalau kami sedang tidak di rumah.”
  • ​Ingatlah pesan Rasulullah SAW: “Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya…” (HR. Muslim).

​2. Sampaikan “Mengapa”, Bukan Hanya “Jangan”

​Keluarga besar akan lebih mudah mengikuti aturan kita jika mereka memahami alasannya. Misalnya, jelaskan dampak gula berlebih bagi konsentrasi anak dengan nada diskusi yang santai. Saat mereka paham tujuannya untuk kebaikan sang cucu, mereka akan cenderung mendukung.

​3. Berikan Peran Spesifik yang Menyenangkan

​Alih-alih memberikan beban “menjaga”, berikan mereka peran yang membanggakan. Misalnya, mintalah kakek untuk menceritakan kisah para nabi sebelum tidur, atau ajak bibi untuk melatih kreativitas anak lewat seni. Ini membuat mereka merasa dihargai dan dibutuhkan dalam proses pendidikan anak.

​4. Buatlah “Buku Panduan Kecil” yang Ramah

​Jika anak dititipkan dalam waktu lama, buatlah catatan kecil tentang rutinitasnya. Bukan sebagai instruksi kaku, tapi sebagai bantuan agar kakek dan nenek tidak kebingungan menghadapi jadwal makan atau tidur anak.

​5. Fleksibilitas Adalah Kunci Kedamaian

​Sahabat Muslim, terimalah fakta bahwa saat bersama kakek dan nenek, aturan mungkin sedikit “longgar”. Jangan langsung marah jika si kecil diberi cokelat tambahan. Selama tidak membahayakan atau melanggar prinsip agama yang fatal, berikan kelonggaran. Kesenangan cucu bersama kakek-neneknya adalah memori indah yang tak ternilai.

​6. Rutin Melakukan “Family Meeting” Singkat

​Sempatkan waktu untuk berkumpul tanpa anak-anak. Gunakan momen ini untuk mengapresiasi bantuan mereka. Katakan betapa berartinya kehadiran mereka bagi perkembangan anak. Apresiasi akan membuat mereka semakin semangat menjalankan visi pengasuhan yang sama.

​7. Perkuat dengan Doa Silaturahmi

​Jangan lupa untuk selalu mendoakan keluarga besar kita. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim). Support System Parenting yang didoakan akan menjadi jalan pembuka pintu-pintu keberkahan lainnya di rumah Anda.

​Mengelola Konflik Pola Asuh dengan Hati yang Tenang

​Pasti ada kalanya terjadi perbedaan pendapat. Jika kakek atau nenek melakukan sesuatu yang sangat bertentangan dengan prinsip Sahabat Muslim, tariklah napas, dan jangan merespons saat emosi sedang memuncak. Ingatlah adab Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua).

​Selesaikan masalah dengan duduk bersama di waktu tenang. Sampaikan perasaan Anda dengan jujur namun tetap hormat. Ingat, si kecil selalu memperhatikan bagaimana orang tuanya memperlakukan kakek dan neneknya. Teladan adab Anda adalah pelajaran terbaik bagi mereka.

​Kesimpulan

​Membangun Support System Parenting bukan hanya soal membagi tugas, tapi tentang menciptakan ekosistem cinta di sekitar anak. Saat kakek, nenek, paman, dan bibi terlibat dengan harmonis, anak akan tumbuh dengan perasaan aman dan dicintai oleh banyak orang. Inilah kekayaan yang sesungguhnya.

​Bagi Sahabat Muslim, kehadiran mereka adalah obat bagi rasa lelah. Izinkan mereka membantu, hargai setiap usaha mereka, dan jadikan proses ini sebagai jalan untuk mempererat tali persaudaraan yang diridhai Allah SWT.

​Sahabat Muslim ingin mendapatkan lebih banyak inspirasi seputar parenting islami, panduan adab keluarga, atau informasi menarik seputar persiapan umroh keluarga? Anda bisa menjelajahi berbagai artikel menyejukkan hati dan penuh ilmu pengetahuan lainnya hanya di umroh.co. Mari terus memperkaya wawasan dan memperkuat iman kita demi membangun masa depan keluarga yang lebih bercahaya dan penuh keberkahan!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more