7 Langkah Mengatasi Bullying: Bangun Mental Baja Anak di Sekolah

12 Januari 2026

5 Menit baca

La fabbrica dei sogni lJfgwQ1nNQo unsplash

Mengatasi Bullying adalah langkah preventif yang harus dilakukan orang tua sejak dini untuk membekali anak dengan ketangguhan mental (resilience) dan kemuliaan akhlak agar mereka tidak menjadi korban maupun pelaku perundungan di lingkungan sekolah. Sebagai orang tua, melepaskan anak ke sekolah sering kali memunculkan rasa cemas yang tak kasat mata.

Kita khawatir apakah mereka bisa beradaptasi, atau justru menjadi sasaran empuk bagi mereka yang suka menindas. Fenomena perundungan bukan sekadar masalah kenakalan remaja biasa, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan mental dan perkembangan spiritual buah hati kita.

Dalam perspektif Islam, menjaga kehormatan sesama manusia adalah hal yang sangat prinsipil. Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan Izzah (harga diri) yang kuat, namun tetap memiliki kelembutan hati. Mengajarkan anak untuk menghadapi perundungan tidak berarti mengajari mereka untuk menjadi pendendam atau kasar, melainkan membekali mereka dengan keberanian untuk membela kebenaran dan kemampuan untuk mencari pertolongan dengan cara yang tepat.

Artikel ini akan menjadi panduan ahli bagi Anda untuk membangun benteng perlindungan bagi anak, baik secara psikologis maupun spiritual.

Mengapa Mengatasi Bullying Menjadi Amanah Besar Bagi Orang Tua?

Islam mengajarkan bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah dan memiliki kemuliaan yang diberikan langsung oleh Allah SWT. Perilaku bullying, baik secara verbal, fisik, maupun sosial, adalah bentuk kezaliman yang merusak kemuliaan tersebut.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS. Al-Isra: 70).

Menghadapi tantangan di sekolah, orang tua memegang peran sebagai “penggembala” yang bertanggung jawab atas keselamatan “domba-dombanya”. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya…” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu, membekali anak dengan strategi Mengatasi Bullying adalah bagian dari menunaikan amanah pendidikan (Tarbiyah) agar anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh secara mental.

7 Langkah Efektif Menyiapkan Anak Menghadapi Bullying

Berikut adalah panduan praktis yang bisa Anda terapkan untuk membangun “perisai” bagi anak sebelum mereka melangkah ke gerbang sekolah:

1. Membangun “Izzah” (Harga Diri) Sejak dari Rumah

Strategi utama dalam Mengatasi Bullying dimulai dengan memastikan tangki kasih sayang anak terisi penuh di rumah. Anak yang merasa dicintai, dihargai, dan diterima oleh orang tuanya cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Mereka tidak akan mudah goyah saat seseorang mencoba merendahkan mereka. Ajarkan anak bahwa nilai diri mereka ditentukan oleh ketakwaan mereka kepada Allah, bukan oleh penilaian teman sebaya.

2. Melatih Komunikasi Asertif

Banyak anak menjadi korban karena mereka terlihat lemah atau tidak berani bersuara. Latihlah anak untuk bicara dengan nada tegas namun tidak kasar. Ajarkan kalimat-kalimat pendek seperti, “Aku tidak suka kamu bicara begitu,” atau “Hentikan, itu tidak lucu.” Komunikasi asertif menunjukkan bahwa anak memiliki batasan yang tidak boleh dilanggar.

3. Menjadi Pendengar yang Aman

Pastikan anak tahu bahwa mereka bisa menceritakan apa pun kepada Anda tanpa takut dihakimi. Sering kali anak korban bullying enggan bercerita karena takut dianggap lemah atau justru dimarahi oleh orang tuanya. Jadikan rumah sebagai pelabuhan tenang di mana anak merasa aman untuk menumpahkan segala keluh kesahnya.

4. Mengenalkan Batasan dan Perlindungan Diri

Ajarkan anak perbedaan antara “bercanda” dan “merundung”. Berikan pemahaman bahwa jika ada seseorang yang menyentuh fisik mereka secara kasar atau menyakiti perasaan mereka berkali-kali, itu adalah tanda mereka harus segera menjauh dan melapor. Dalam Islam, mempertahankan diri dari kezaliman adalah hak setiap muslim.

5. Mengajarkan Doa Perlindungan (Isti’adzah)

Bekali anak dengan senjata spiritual. Ajarkan mereka zikir pagi dan petang, serta doa-doa perlindungan seperti Surah Al-Falaq dan An-Nas. Jelaskan bahwa Allah adalah sebaik-baik penjaga. Menanamkan ketergantungan kepada Allah sejak dini akan memberikan kekuatan batin yang luar biasa saat anak menghadapi situasi yang menakutkan.

6. Membangun Lingkungan Pertemanan yang Sehat

Dorong anak untuk berteman dengan anak-anak yang memiliki nilai-nilai yang sama. Memiliki satu atau dua sahabat baik dapat menjadi pendukung yang kuat saat menghadapi perundung. Rasulullah SAW bersabda bahwa seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka pilihlah teman yang bisa saling menguatkan dalam kebaikan.

7. Kerja Sama dengan Pihak Sekolah

Jangan ragu untuk menjalin komunikasi rutin dengan guru kelas. Pastikan sekolah memiliki kebijakan yang tegas terhadap perundungan. Mengatasi Bullying memerlukan kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah untuk menciptakan ekosistem yang zero-tolerance terhadap kekerasan.

Tabel: Perbedaan Antara Konflik Normal vs Bullying

Memahami perbedaan ini sangat penting agar kita tidak salah dalam mengambil tindakan:

AspekKonflik Normal (Sesekali)Bullying (Perundungan)
FrekuensiTerjadi sesekali karena perbedaan pendapat.Terjadi berulang kali secara sistematis.
Keseimbangan KekuatanKekuatan emosional/fisik cenderung seimbang.Ada ketidakseimbangan kekuatan (senioritas/geng).
NiatTidak ada niat sengaja untuk menyakiti secara permanen.Ada niat sengaja untuk menyakiti dan mendominasi.
PenyesalanBiasanya kedua belah pihak merasa bersalah/menyesal.Pelaku tidak merasa bersalah dan puas menyakiti.
Upaya PenyelesaianBisa diselesaikan dengan mediasi sederhana.Memerlukan intervensi tegas dari orang dewasa.

Pandangan Islam Terhadap Perilaku Merendahkan Orang Lain

Islam sangat melarang segala bentuk penghinaan dan ejekan. Perilaku bullying verbal seperti memberi julukan buruk atau meremehkan orang lain secara tegas dilarang dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)… dan janganlah memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.” (QS. Al-Hujurat: 11).

Ayat ini harus menjadi dasar bagi kita untuk mendidik anak agar tidak menjadi pelaku. Mengatasi Bullying juga berarti memastikan anak kita tidak menjadi bagian dari lingkaran pelaku. Ajarkan mereka untuk menjadi “pembela” bagi teman-teman yang lemah, karena itulah sifat ksatria seorang muslim.

Mengembangkan Kecerdasan Emosional untuk Menghadapi Tekanan

Selain strategi praktis, anak butuh kecerdasan emosional (EQ) yang kuat. Ajarkan mereka cara mengatur napas saat merasa takut, cara menenangkan diri saat marah, dan cara berpikir jernih saat ditekan. Anak yang memiliki kontrol emosi yang baik akan lebih sulit untuk diprovokasi oleh perundung. Ingatlah bahwa perundung biasanya mencari reaksi emosional; jika anak kita tetap tenang, perundung akan kehilangan minatnya.

Kesimpulan

Mempersiapkan anak dalam Mengatasi Bullying adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi antara doa dan ikhtiar. Sebagai orang tua, kita mungkin tidak bisa menemani mereka 24 jam di sekolah, namun kita bisa menitipkan nilai-nilai iman dan ketangguhan mental ke dalam jiwa mereka. Percayalah bahwa setiap usaha kita dalam mendidik mereka dengan kasih sayang akan menjadi benteng yang kuat bagi masa depan mereka.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga anak-anak kita dari segala macam keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan menjadikan mereka generasi yang kuat iman serta mulia akhlaknya.

Apakah Anda ingin menemukan lebih banyak panduan parenting Islami, tips menjaga kesehatan mental anak sesuai syariat, atau informasi seputar kehidupan muslim lainnya? Dunia pendidikan anak di zaman sekarang memang penuh tantangan, namun dengan bimbingan ilmu yang tepat, insya Allah kita bisa melaluinya dengan tenang.

Jangan lewatkan berbagai artikel mencerahkan lainnya seputar adab pergaulan remaja, kisah inspiratif pemuda muslim, hingga panduan lengkap ibadah harian yang aplikatif hanya di website umroh.co. Dapatkan informasi tepercaya yang disajikan dengan bahasa yang ringan namun mendalam untuk membimbing Anda menjadi orang tua yang lebih bijak dan kaffah. Yuk, kunjungi kami sekarang dan temukan jawaban atas setiap kegelisahan spiritual keluarga Anda!

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more