7 Rahasia Latih Adab Bertamu untuk Anak, Bunda Siap?

29 Januari 2026

5 Menit baca

Premium photo 1667520019975 14397504d05f

​Adab Bertamu untuk Anak merupakan salah satu pondasi karakter sosial yang sangat penting untuk kita tanamkan sejak dini agar buah hati tumbuh menjadi pribadi yang menghargai orang lain dan membawa kesejukan bagi lingkungannya. Sahabat Muslim, pernahkah Bunda merasa deg-degan atau bahkan sedikit cemas saat hendak mengajak si kecil berkunjung ke rumah saudara atau teman, takut jika perilakunya justru mengganggu kenyamanan tuan rumah?

​Mengajarkan tata krama bukan berarti memadamkan keceriaan anak, melainkan mengarahkan energi mereka menjadi sebuah keanggunan budi pekerti. Dalam Islam, bertamu dan menerima tamu bukan sekadar kunjungan fisik, melainkan jembatan pahala dan keberkahan. Mari kita jadikan proses mendidik ini sebagai sarana self-healing bagi kita para orang tua, untuk kembali belajar tentang kesabaran dan ketulusan dalam menjalin silaturahmi.

​Mengapa Adab Bertamu Menjadi Cerminan Iman?

​Sahabat Muslim, dalam sebuah hadits yang sangat indah, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

​Jika orang dewasa diperintahkan memuliakan tamu, maka anak-anak perlu kita bekali bagaimana menjadi tamu yang membawa rahmat, bukan beban. Menanamkan adab ini sejak kecil akan membuat anak merasa percaya diri dalam pergaulan sosialnya di masa depan. Allah SWT juga telah memberikan aturan dasar tentang bertamu dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat.” (QS. An-Nur: 27).

​7 Langkah Praktis Mengenalkan Adab Bertamu pada Anak

​Mari kita mulai perjalanan edukasi ini dengan cara yang natural dan menyenangkan, Sahabat Muslim:

​1. Berlatih Memberi Salam dan Meminta Izin

​Ajarkan anak bahwa pintu rumah orang lain adalah batas privasi yang harus dihormati.

  • ​Ajarkan mereka untuk mengetuk pintu dengan lembut (tidak menggedor).
  • ​Ucapkan salam dengan nada yang sopan.
  • ​Ingatkan bahwa jika setelah tiga kali salam tidak ada jawaban, kita harus berlapang dada untuk pulang (sesuai sunnah).

​2. Memperhatikan Waktu Berkunjung

​Ajarkan anak bahwa ada waktu-waktu yang tidak tepat untuk bertamu, seperti saat jam istirahat siang, terlalu pagi, atau terlalu larut malam. Dengan mengerti waktu, anak belajar empati terhadap kondisi orang lain.

​3. Menjaga Pandangan dan Perilaku di Dalam Rumah

​Salah satu Adab Bertamu untuk Anak yang krusial adalah tidak “eksplorasi” tanpa izin.

  • ​Berikan pengertian agar anak tidak masuk ke kamar pribadi tuan rumah.
  • ​Ajarkan mereka untuk tidak melirik ke sana kemari mencari tahu isi rumah orang lain.
  • ​Tanamkan sifat qana’ah, yaitu merasa cukup dengan tempat duduk yang telah disediakan.

​4. Menghargai Jamuan dengan Tulus

​Ajarkan anak untuk selalu berterima kasih atas apa pun yang dihidangkan.

  • ​Jika anak kurang menyukai makanannya, ajarkan mereka untuk diam dan tetap sopan, bukan mencela.
  • ​Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan; jika beliau suka beliau makan, jika tidak beliau tinggalkan tanpa kata-kata buruk.

​5. Menjadi Tuan Rumah yang Hangat

​Adab juga berlaku saat ada tamu datang ke rumah kita.

  • ​Ajak anak menyambut tamu dengan wajah ceria (tabassam).
  • ​Ajarkan mereka untuk berbagi mainan sebentar dengan teman sebaya yang datang berkunjung.
  • ​Ini akan melatih kemurahan hati dan menekan sifat egois.

​6. Menghindari Keributan yang Berlebihan

​Anak-anak memang aktif, namun ajarkan mereka untuk membedakan tempat bermain.

  • ​Berikan “briefing” kecil sebelum masuk rumah orang: “Sayang, di rumah tante nanti kita bicaranya pelan ya, supaya tante tidak pusing.”
  • ​Puji mereka saat mereka berhasil bersikap tenang.

​7. Mendoakan Tuan Rumah Sebelum Pulang

​Ini adalah bagian yang sangat manis. Ajak anak untuk mendoakan orang yang sudah menjamu kita.

  • ​Doa yang diajarkan Nabi: “Allahumma barik lahum fima razaqtahum, waghfir lahum warhamhum” (Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan sayangilah mereka).

​Menghadapi Anak yang “Aktif” (Self-Healing Parenting)

​Sahabat Muslim, kadang kenyataan tidak sesuai rencana. Mungkin si kecil tetap lari-larian atau tidak sengaja menjatuhkan bantal. Saat itu terjadi, jangan langsung meledak dalam amarah.

  • ​Tarik napas dalam-dalam. Anak-anak masih dalam proses belajar.
  • ​Selesaikan masalah dengan tenang dan minta maaf kepada tuan rumah.
  • ​Jadikan kesalahan mereka sebagai bahan diskusi saat sudah di rumah, bukan bahan omelan di depan orang lain.
  • ​Kedamaian batin Bunda akan membuat anak lebih mudah menerima nasihat.

​Kesimpulan

​Membentuk Adab Bertamu untuk Anak adalah investasi karakter yang akan mereka bawa hingga dewasa. Dengan pendekatan yang humanistis, natural, dan berlandaskan cinta pada sunnah, kita sedang menyiapkan generasi yang santun dan berwibawa. Ingatlah, bahwa kesantunan anak adalah doa yang nyata bagi orang tuanya.

​Semoga rumah-rumah kita selalu dipenuhi dengan silaturahmi yang berkah dan anak-anak yang shalih serta beradab mulia.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang panduan mendidik anak sesuai sunnah, tips keluarga sakinah, atau inspirasi kehidupan muslim lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar dunia parenting dan keislaman hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan iman kita demi masa depan keluarga yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more