7 Rahasia Melatih Ketegasan Anak, Bunda Gak Perlu Cemas Lagi!

28 Januari 2026

5 Menit baca

Priscilla du preez 8u9Kz4yZLgg unsplash

​Melatih Ketegasan Anak menjadi pondasi utama agar mereka tidak mudah goyah ketika dihadapkan pada ajakan teman yang kurang baik atau tekanan sosial yang tidak sejalan dengan nilai-nilai agama kita. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa was-was saat si kecil mulai lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya dan perlahan perilakunya mulai berubah hanya karena ingin dianggap “keren”?

​Rasa cemas itu adalah bukti bahwa Anda adalah orang tua yang peduli. Namun, mari kita jadikan momen ini sebagai sarana self-healing bagi kita. Alih-alih mengekang mereka dengan aturan yang kaku, mari kita bekali mereka dengan “jangkar” nilai yang kuat. Ketegasan (asertivitas) bukan berarti mengajarkan anak untuk galak atau keras kepala, melainkan melatih mereka untuk berani berkata “tidak” pada hal yang salah dan tetap bangga dengan identitas muslimnya.

​Mengapa Peer Pressure Terasa Begitu Berat bagi Anak?

​Sahabat Muslim, pada dasarnya setiap manusia memiliki kebutuhan untuk diterima (belonging). Bagi anak-anak dan remaja, teman sebaya adalah cermin identitas mereka. Dalam Islam, lingkungan pergaulan memang memiliki dampak yang luar biasa besar.

​Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang sangat masyhur:

“Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa yang ia jadikan teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

​Tugas kita bukan menjauhkan mereka dari dunia, melainkan memberikan “kompas” di dalam hati mereka agar tetap tegak (istiqamah) meskipun badai tekanan teman sebaya menerpa.

​7 Langkah Praktis Melatih Ketegasan Anak dengan Cinta

​Berikut adalah beberapa rahasia yang bisa Sahabat Muslim praktikan di rumah agar si kecil tumbuh menjadi pribadi yang berprinsip:

​1. Jadikan Rumah sebagai “Pelabuhan Aman”

​Anak yang merasa diterima dan dicintai tanpa syarat di rumah cenderung tidak akan mencari validasi berlebihan di luar.

  • ​Luangkan waktu 15 menit sehari untuk mendengarkan cerita mereka tanpa menghakimi.
  • ​Saat mereka merasa “penuh” dengan cinta dari orang tua, mereka tidak akan mudah goyah saat dipojokkan oleh teman.

​2. Berlatih Mengatakan “Tidak” (Roleplay)

​Seringkali anak ikut-ikutan karena mereka bingung bagaimana cara menolak yang sopan namun tegas.

  • ​Ajak anak bermain peran. Katakan, “Kak, kalau ada teman yang ajak bolos shalat, Kakak mau bilang apa?”.
  • ​Bantu mereka merangkai kalimat: “Maaf ya, aku harus shalat dulu. Nanti kita lanjut mainnya lagi.”

​3. Tanamkan Konsep Izzah (Kemuliaan Diri)

​Ajarkan anak bahwa menjadi seorang muslim adalah sebuah kebanggaan, bukan beban.

  • ​Ceritakan kisah keberanian sahabat Nabi seperti Mush’ab bin Umair yang tetap teguh pada imannya meskipun kehilangan harta dan kemewahan.
  • ​Saat anak merasa mulia dengan agamanya, mereka akan merasa bahwa ajakan negatif adalah hal yang “murahan” bagi mereka.

​4. Ajarkan Cara Memilih Sahabat yang Baik

​Bantu anak memahami kriteria teman yang membawa kebaikan.

  • ​Beritahu mereka bahwa teman sejati adalah yang mengajak kita lebih dekat kepada Allah.
  • ​Ingatkan pesan Al-Qur’an: “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67).

​5. Bangun Kepercayaan Diri (Self-Esteem)

​Anak yang tegas biasanya memiliki kepercayaan diri yang baik.

  • ​Berikan pujian saat mereka berani mempertahankan pendapatnya yang benar di rumah.
  • ​Hindari mematahkan argumen anak secara kasar; dengarkan sudut pandangnya agar ia terbiasa berbicara secara asertif.

​6. Kenalkan Konsep Muraqabah (Merasa Diawasi Allah)

​Tanamkan bahwa ada Allah yang selalu melihat, meskipun orang tua tidak ada di sana.

  • ​Ajarkan bahwa standar benar dan salah datangnya dari Allah, bukan dari suara terbanyak teman-temannya.
  • ​Konsep ini akan menjadi “rem otomatis” saat mereka sendirian di tengah ajakan negatif.

​7. Perkuat dengan Doa Perlindungan

​Jangan pernah meremehkan jalur langit. Doakan mereka agar Allah berikan ketetapan hati.

  • ​Bacalah doa: “Ya Muqallibal quluub, thabbit qalbii ‘ala diinik” (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).
  • ​Doa orang tua adalah senjata paling ampuh untuk menjaga anak yang sudah di luar jangkauan penglihatan kita.

​Mengatasi Lelah Hati Orang Tua dalam Mendidik

​Sahabat Muslim, terkadang kita merasa lelah menghadapi keras kepalanya anak atau kekhawatiran yang tak kunjung usai. Mari kita ingat bahwa hidayah adalah milik Allah. Tugas kita hanyalah berusaha dengan cara yang paling humanistis dan penuh kasih.

​Ambillah waktu sejenak untuk menenangkan diri (self-healing). Jika batin Anda tenang, maka aura ketenangan itu akan menular pada anak. Anak akan lebih mudah menerima nasihat dari orang tua yang jiwanya damai daripada orang tua yang penuh kecemasan dan amarah.

​Kesimpulan: Ketegasan Lahir dari Kasih Sayang

Melatih Ketegasan Anak adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi. Dengan memberikan rasa aman di rumah, membekali mereka dengan keterampilan komunikasi, dan menanamkan rasa bangga terhadap iman, insyaAllah buah hati kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Mereka akan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, bukan pengikut arus yang tak menentu.

​Ingatlah, setiap peluh dan doa yang Sahabat Muslim curahkan adalah investasi abadi yang takkan pernah sia-sia di hadapan Allah SWT.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips parenting islami, panduan adab keluarga, atau informasi menarik seputar persiapan umroh keluarga? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel inspiratif dan edukatif lainnya seputar kehidupan muslim hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan iman kita demi membangun generasi yang shalih dan masa depan keluarga yang lebih berkah!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more