7 Rahasia Mengajarkan Qana’ah pada Anak Agar Tak Mudah Iri

29 Januari 2026

5 Menit baca

Aldin nasrun 1Xq9EMStf2o unsplash

​Mengajarkan Qana’ah pada Anak adalah sebuah perjalanan panjang untuk menanamkan rasa cukup di dalam hati si kecil agar ia tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah silau dengan apa yang dimiliki orang lain. Sahabat muslim, pernahkah Anda merasa cemas melihat si kecil selalu membandingkan bajunya, mainannya, atau bahkan bekal sekolahnya dengan milik teman-temannya?

​Kegelisahan itu sangat manusiawi, namun mari kita jadikan momen ini sebagai sarana self-healing. Rasa iri pada anak sebenarnya adalah teriakan jiwanya yang belum mengenal konsep keberkahan. Dalam Islam, Qana’ah adalah kekayaan yang tidak akan pernah sirna. Dengan membimbing mereka memiliki sifat ini, kita sebenarnya sedang membebaskan mereka dari penjara “kurang” dan membawa mereka menuju oase “cukup” yang menenangkan.

​Mengapa Qana’ah adalah Kekayaan Terbesar?

​Sahabat muslim, seringkali kita terjebak dalam perlombaan dunia yang melelahkan. Namun, Rasulullah SAW memberikan resep kebahagiaan yang sangat mendalam bagi kita dan anak-anak kita. Beliau bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang hakiki adalah kekayaan jiwa (rasa cukup).” (HR. Bukhari dan Muslim).

​Bayangkan betapa tenangnya batin si kecil jika ia memahami bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh apa yang ia pakai, melainkan oleh apa yang ada di dalam hatinya. Qana’ah akan melindunginya dari rasa stres dan rendah diri saat dewasa nanti.

​7 Cara Humanis Menanamkan Sifat Qana’ah

​Berikut adalah langkah-langkah praktis dan menenangkan yang bisa Sahabat muslim terapkan di rumah:

​1. Menjadi Teladan “Lisan Syukur”

​Anak-anak adalah pengamat yang sangat tajam. Mereka akan meniru bagaimana kita bereaksi terhadap rezeki.

  • ​Sering-seringlah berucap “Alhamdulillah, ya Allah, makanan hari ini enak sekali” di depan anak.
  • ​Hindari mengeluh tentang barang yang rusak atau keinginan membeli barang baru di depan mereka.
  • ​Saat kita merasa cukup, anak akan belajar bahwa “cukup” itu menyenangkan.

​2. Ajarkan Prinsip “Melihat ke Bawah”

​Ini adalah teknik psikologi islami yang sangat kuat. Rasulullah SAW berpesan:

“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Muslim).

  • ​Ajak anak sesekali berkunjung ke tempat di mana ada teman-teman yang kurang beruntung.
  • ​Diskusikan betapa beruntungnya si kecil masih memiliki tempat tidur yang hangat atau sepatu yang utuh.

​3. Membedakan Antara “Butuh” dan “Ingin”

​Sahabat muslim bisa mulai mengajarkan literasi finansial berbasis iman.

  • ​Saat anak meminta sesuatu, ajak ia berpikir: “Ini karena Kakak butuh atau karena Kakak cuma ingin seperti teman?”
  • ​Bantu ia memahami bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang Allah jamin, sementara keinginan adalah ujian bagi kesabaran.

​4. Batasi Paparan Iklan dan Media Sosial

​Kita tahu bahwa banyak rasa iri muncul karena apa yang dilihat di layar.

  • ​Kurangi waktu anak melihat konten yang memamerkan kemewahan atau mainan baru.
  • ​Ganti dengan aktivitas fisik yang membuatnya merasa kompeten tanpa harus memiliki barang baru.

​5. Buatlah “Kotak Berkah” di Rumah

​Ini bisa menjadi aktivitas self-healing keluarga yang seru.

  • ​Setiap malam, ajak anak menuliskan satu hal yang ia syukuri hari itu di selembar kertas kecil dan masukkan ke kotak.
  • ​Di akhir bulan, baca bersama-sama. Ini akan melatih otak anak untuk selalu mencari nikmat Allah, bukan mencari apa yang tidak ada.

​6. Ceritakan Kisah Kesederhanaan Para Nabi

​Sahabat muslim, ceritakanlah betapa sederhananya hidup Rasulullah SAW meskipun beliau adalah pemimpin umat.

  • ​Ceritakan bagaimana beliau tidur beralaskan tikar hingga membekas di tubuhnya, namun hatinya adalah yang paling bahagia di dunia.
  • ​Kisah-kisah ini membangun imajinasi anak bahwa pahlawan sejati tidak butuh “jubah emas” untuk menjadi hebat.

​7. Perkuat dengan Doa Meminta Hati yang Qana’ah

​Jangan lupa libatkan Sang Pemilik Hati dalam setiap usaha kita.

  • ​Ajarkan anak doa pendek: “Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang selalu merasa cukup.”
  • ​Doakan anak di waktu-waktu mustajab agar Allah hiasi hatinya dengan keindahan iman.

​Menemukan Kedamaian di Meja Makan Keluarga

​Salah satu momen terbaik untuk Mengajarkan Qana’ah pada Anak adalah saat makan bersama. Di sinilah seluruh nikmat Allah berkumpul dalam piring-piring kecil. Allah SWT berfirman:

“…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7).

​Jelaskan pada anak bahwa “menambah nikmat” tidak selalu berarti menambah jumlah makanannya, tapi menambah rasa lezat dan rasa tenang di dalam hati saat memakannya. Ketulusan Anda saat menjelaskan ini akan menjadi obat bagi hatinya yang mungkin sempat merasa iri pada teman.

​Kesimpulan

​Mendidik anak agar memiliki sifat Qana’ah adalah hadiah paling abadi yang bisa Sahabat muslim berikan. Dengan rasa cukup, anak kita tidak akan pernah merasa miskin, meski ia tidak memiliki segalanya. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang berwibawa, tenang, dan senantiasa dicintai oleh Allah dan lingkungannya. Teruslah bersabar dalam membimbingnya, karena kesabaran Anda adalah amal jariyah yang tak ternilai.

​Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips parenting islami, panduan adab keluarga, atau informasi menarik seputar persiapan umroh keluarga? Sahabat muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar kehidupan berkeluarga dan keislaman hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan iman kita demi membangun masa depan keluarga yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT!

Artikel Terkait

Baluran

5 Februari 2026

5 Fakta Kelahiran Nabi Muhammad: Cahaya di Tahun Gajah!

​Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi justru di tengah kegentingan luar biasa, saat kota Mekkah terancam runtuh oleh pasukan gajah, mengingatkan kita bahwa pertolongan Allah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Rahasia Agar Anak Kangen Ka’bah & Ingin Kembali Umrah

​Motivasi Umrah untuk Anak sebenarnya dimulai dari bagaimana kita merajut kenangan indah dan emosi positif selama berada di sana, agar pengalaman tersebut bukan sekadar ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

Rahasia Kain Putih: 5 Filosofi Ihram untuk Anak & Maknanya

​Filosofi Ihram untuk Anak adalah pintu masuk terbaik untuk menjelaskan bahwa di dunia ini, tidak ada yang lebih hebat, lebih kaya, atau lebih mulia ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Tips Sabar Umrah Bawa Anak: Rahasia Ibadah Tetap Tenang!

​Sabar Umrah Bawa Anak adalah kunci utama agar perjalanan suci ini tidak berubah menjadi ajang adu emosi, melainkan menjadi momen self-healing yang justru mendekatkan ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Mengajak Anak Berdoa di Mekkah: Hati Jadi Tenang!

​Mengajak Anak Berdoa di Mekkah adalah kesempatan emas yang Allah titipkan untuk memperkenalkan mereka pada konsep “berdialog” langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat, seolah ... Read more

Baluran

4 Februari 2026

7 Cara Emas Umrah Bawa Anak Jadi Momen Bonding Terbaik!

​ Umrah Bawa Anak: Bonding Time adalah kesempatan langka yang Allah hadiahkan kepada kita untuk menjeda dunia, melepaskan semua distraksi, dan kembali membangun jembatan ... Read more