Mengajarkan Sedekah pada Anak memang membutuhkan kelembutan ekstra, karena kita sedang menanamkan benih kasih sayang di atas ego manusiawi yang masih sangat murni. Sahabat Muslim, pernahkah hati Anda merasa sedikit teriris atau khawatir saat melihat si kecil enggan berbagi mainan, atau mungkin ia menangis kencang ketika diminta menyisihkan sedikit uang jajannya untuk kotak amal di masjid?
Jangan berkecil hati ya, Sahabat Muslim. Hal itu sangat wajar karena anak-anak sedang belajar tentang konsep kepemilikan. Mari kita jadikan momen ini sebagai sarana self-healing bagi kita para orang tua—untuk kembali belajar tentang arti ikhlas sambil membimbing tangan mungil mereka menuju jalan keberkahan. Kita tidak ingin mereka memberi karena terpaksa, melainkan karena hatinya merasa damai saat membantu sesama.
Mengapa Menanamkan Jiwa Dermawan Sejak Dini Itu Penting?
Sahabat Muslim, sedekah bukan sekadar mengeluarkan materi. Dalam Islam, sedekah adalah bukti keimanan (burhan). Ketika kita melatih anak berbagi, kita sebenarnya sedang membangun kecerdasan emosional dan spiritualnya. Anak yang terbiasa berbagi akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih bersyukur, tidak mudah iri, dan memiliki empati yang tinggi terhadap penderitaan orang lain.
Allah SWT memberikan perumpamaan yang sangat indah tentang sedekah dalam Al-Qur’an:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Baqarah: 261).
Bayangkan jika kita berhasil menanam “biji” kebaikan ini di hati anak kita sekarang, betapa luas “hutan” keberkahan yang akan mereka tuai di masa depan.
7 Cara Praktis Mengajarkan Sedekah pada Anak dengan Bahagia
Berikut adalah beberapa langkah kreatif yang bisa Sahabat Muslim praktikan di rumah tanpa perlu ada drama atau paksaan:
1. Menjadi Teladan yang Nyata (The Power of Example)
Anak adalah peniru yang sangat ulung. Mereka tidak selalu mendengar apa yang kita katakan, tapi mereka tidak pernah gagal meniru apa yang kita lakukan.
- Biarkan si kecil melihat Anda memasukkan uang ke kotak amal.
- Jelaskan dengan wajah berseri, “Bunda senang sekali bisa bantu Pak Satpam tadi, semoga Allah rida ya.”
- Energi bahagia Anda saat bersedekah akan menular ke jiwa mereka.
2. Gunakan Metode “Tiga Tabungan” (Three Jars System)
Ajak anak untuk membagi uang jajannya ke dalam tiga celengan yang diberi label berbeda:
- Tabungan Jajan: Untuk keinginan mereka saat ini.
- Tabungan Impian: Untuk membeli barang yang agak mahal di masa depan.
- Tabungan Sedekah: Khusus untuk diberikan kepada yang membutuhkan.
- Metode ini melatih manajemen keuangan sekaligus memposisikan sedekah sebagai prioritas, bukan sisa.
3. Biarkan Mereka Memberi dengan Tangan Sendiri
Saat Sahabat Muslim bertemu pengemis atau melihat kotak amal, berikan uangnya kepada anak dan biarkan ia yang memasukkannya.
- Rasakan sensasi fisik saat ia melepaskan uang tersebut.
- Rasulullah SAW bersabda: “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR. Bukhari & Muslim).
- Pengalaman langsung ini akan membekas kuat di memori mereka.
4. Bercerita Tentang Keajaiban Berbagi
Gunakan waktu sebelum tidur untuk mendongengkan kisah para Sahabat Nabi yang sangat dermawan, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq atau Abdurrahman bin Auf.
- Fokuslah pada bagaimana mereka merasa bahagia setelah memberi.
- Hindari menakut-nakuti anak dengan ancaman jika tidak bersedekah, tapi bangunlah motivasi melalui cinta kepada Allah.
5. Libatkan dalam Aksi Sosial Langsung
Sesekali, ajaklah anak mengunjungi panti asuhan atau berbagi makanan di pinggir jalan.
- Biarkan mereka melihat realitas bahwa tidak semua orang seberuntung mereka.
- Ajarkan mereka untuk tersenyum dan memberikan dengan sopan. Ini adalah edukasi adab yang sangat tinggi nilainya.
6. Berikan Apresiasi, Bukan Hadiah Materi
Saat si kecil mau menyisihkan uang jajannya, berikan pelukan hangat dan pujian yang tulus.
- “Masya Allah, Kakak hebat sekali hatinya luas. Allah pasti sayang banget sama Kakak.” * Pujian yang menyentuh identitas diri (“Kakak anak dermawan”) jauh lebih efektif daripada hadiah cokelat.
7. Ajarkan Bahwa Sedekah Tidak Harus Uang
Bagi si kecil yang mungkin belum punya uang jajan, ajarkan bahwa senyum, membantu teman yang jatuh, atau menyingkirkan duri di jalan juga merupakan sedekah.
- Ini akan membuat mereka merasa bahwa menjadi orang baik itu mudah dan bisa dilakukan siapa saja, kapan saja.
Mengelola Ego: Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menolak Berbagi?
Sahabat Muslim, jangan langsung memarahi atau melabeli anak “pelit”. Itu akan melukai jiwanya dan membuat sedekah terasa seperti hukuman.
- Validasi Perasaan: “Kakak berat ya kasih mainan itu? Tidak apa-apa, mungkin lain kali kalau Kakak sudah siap ya.”
- Pelan-pelan: Mulailah dari benda-benda yang anak tidak terlalu terikat secara emosional.
- Doakan: Mintalah kepada Allah agar melembutkan hati buah hati Anda. Ingat, hidayah adalah milik-Nya, kita hanya perantara.
Kesimpulan
Menerapkan strategi Mengajarkan Sedekah pada Anak adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter yang mulia. Dengan pendekatan yang persuasif, penuh kasih sayang, dan mencontoh perilaku Nabi, kita sedang membantu anak-anak kita menjadi pribadi yang tenang dan bahagia karena mencintai kebaikan. Biarkan sedekah menjadi gaya hidup yang menyatu dalam napas mereka.
Semoga buah hati kita menjadi pintu keberkahan bagi keluarga dan umat. Teruslah bersabar, Sahabat Muslim, karena setiap benih yang kita tanam dengan cinta pasti akan membuahkan hasil yang manis.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang tips pola asuh islami atau inspirasi kehidupan muslim lainnya? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar dunia parenting dan keislaman hanya di umroh.co. Mari bersama-sama memperkaya ilmu demi masa depan generasi yang lebih gemilang dan diridhai Allah SWT!



