8 Rahasia Cara Memuji Pasangan Agar Makin Sayang & Berkah!

6 Januari 2026

5 Menit baca

Nathan dumlao EdULZpOKsUE unsplash

Memahami Cara Memuji Pasangan dengan tulus adalah bumbu rahasia yang sering kali terlupakan, padahal setetes pujian yang tulus mampu memadamkan api perselisihan dan menyuburkan taman kebahagiaan dalam rumah tangga Muslim. Dalam perjalanan pernikahan, kita sering kali terjebak dalam rutinitas hingga menganggap kebaikan pasangan sebagai hal yang “sudah seharusnya.” Padahal, bagi seorang Muslim, lisan yang basah dengan kalimat thayyibah (perkataan baik) kepada pasangan adalah bentuk ibadah yang mendatangkan rida Allah SWT.

Sebagai pasangan yang haus akan keberkahan, memberikan pujian bukan sekadar tentang merayu, melainkan tentang mengakui eksistensi dan kerja keras pasangan sebagai amanah dari Allah. Mari kita pelajari bagaimana seni mengapresiasi ini dapat mengubah dinamika hubungan Anda menjadi lebih hangat dan penuh energi positif.

Pentingnya Pujian dalam Pernikahan Islami

Mengapa kita harus belajar cara memuji? Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam menunjukkan kasih sayang melalui kata-kata. Beliau tidak segan memuji kecerdasan Aisyah RA atau kesetiaan Khadijah RA. Pujian adalah bentuk syukur kita kepada manusia, dan siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, ia belum dikatakan bersyukur kepada Allah.

Pujian Sebagai Sedekah Lisan

Dalam Islam, al-kalimatuth thayyibatu shadaqah (perkataan yang baik adalah sedekah). Bayangkan betapa banyak pahala yang Anda kumpulkan hanya dengan memberikan apresiasi tulus kepada suami atau istri Anda setiap hari. Ini adalah investasi akhirat yang paling mudah dilakukan di dalam rumah sendiri.

Mengapa Kita Sering Sulit Memuji?

Sebelum masuk ke panduan praktis, kita perlu mengidentifikasi hambatan internal. Sering kali, ego atau rasa gengsi menjadi penghalang. Beberapa orang merasa takut pasangannya menjadi “besar kepala” atau merasa aneh karena tidak terbiasa. Padahal, pujian yang tepat justru akan memotivasi pasangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

8 Rahasia Cara Memuji Pasangan Secara Efektif

Agar pujian Anda tidak terdengar hambar atau sekadar basa-basi, berikut adalah strategi Expert Guide yang bisa Anda terapkan:

1. Spesifik dan Tidak General

Hindari pujian yang terlalu umum seperti “Kamu hebat.” Cobalah lebih spesifik: “Aku bangga banget lihat kesabaran kamu tadi saat menghadapi anak-anak yang sedang rewel. Kamu tenang sekali.” Pujian spesifik menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan detail perjuangannya.

2. Puji Proses dan Usahanya, Bukan Hanya Hasil

Terkadang hasil tidak sesuai harapan, namun usahanya luar biasa. Misalnya, istri sudah memasak tapi rasanya kurang pas, atau suami sudah mencoba memperbaiki keran tapi tetap bocor. Tetaplah memuji niat dan jerih payah mereka. Ini akan menjaga harga diri mereka di hadapan Anda.

3. Fokus pada Akhlak dan Karakter (Kecantikan Batin)

Pujian terhadap fisik memang menyenangkan, namun pujian terhadap karakter jauh lebih membekas. “Aku bersyukur punya suami yang sangat menjaga salat berjemaah di masjid,” atau “Aku kagum dengan sifat amanahmu dalam menjaga keuangan keluarga.”

4. Gunakan Kalimat Syukur (Jazakallahu Khairan)

Sebagai Muslim, selipkan doa dalam pujian Anda. Mengucapkan “Jazakallahu khairan” (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) setelah memuji pasangan akan membuat apresiasi tersebut bernilai spiritual tinggi dan mengingatkan bahwa kebaikan pasangan adalah taufik dari Allah.

5. Pilih Waktu yang Tepat (Golden Moments)

Pujian saat pasangan sedang lelah setelah pulang kerja atau saat ia baru saja menyelesaikan tugas berat akan terasa seperti oase di padang pasir. Jangan tunda untuk memberikan apresiasi; sampaikan segera saat Anda melihat hal positif tersebut.

6. Berikan Pujian di Depan Orang Lain (Secara Bijak)

Memuji istri di depan anak-anak atau memuji suami di depan keluarga besar (tanpa berlebihan atau riya) dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kehormatan mereka. Ini juga menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dalam berkomunikasi.

7. Gunakan Bahasa Tubuh yang Mendukung

Pujian yang disampaikan sambil menatap mata, memberikan senyuman tulus, atau disertai sentuhan fisik (seperti menggenggam tangan atau pelukan) akan memiliki dampak emosional berkali-kali lipat lebih kuat dibandingkan hanya lewat pesan singkat.

8. Puji Pasangan dalam Doa yang Terdengar

Sesekali, biarkan pasangan mendengar Anda mendoakan kebaikannya di hadapan Allah setelah salat. “Ya Allah, terima kasih telah menitipkan istri yang begitu sabar untukku…” Mendengar dirinya dipuji di hadapan Sang Pencipta adalah level tertinggi dari apresiasi seorang pasangan.

Perbandingan: Dampak Kalimat Positif vs Negatif

Berikut adalah tabel yang menunjukkan betapa besarnya pengaruh kata-kata terhadap keharmonisan rumah tangga:

SituasiKomentar Negatif/KritikKomentar Positif (Pujian)Dampak Psikologis
Pasangan merapikan rumah“Tumben rapi, biasanya berantakan.”“MasyaAllah, rumah jadi segar sekali. Terima kasih ya sudah capek-capek merapikannya.”Merasa dihargai dan termotivasi untuk menjaga kebersihan.
Pasangan berdandan“Lipstiknya ketebalan, deh.”“Warna ini cocok sekali di wajahmu, kamu terlihat lebih bercahaya hari ini.”Meningkatkan rasa percaya diri dan kedekatan emosional.
Suami pulang membawa nafkah“Cuma segini? Mana cukup buat bulan ini.”“Alhamdulillah, terima kasih ya atas kerja kerasnya. Semoga Allah berkahi setiap tetes keringatmu.”Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat mencari rezeki halal.

Landasan Dalil: Kata-Kata Baik Sebagai Pondasi

Allah SWT memberikan perumpamaan yang indah tentang kata-kata baik dalam Al-Qur’an:

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya…” (QS. Ibrahim: 24-25).

Hubungan yang dibangun dengan Cara Memuji Pasangan yang baik akan seperti pohon tersebut: kuat menghadapi badai dan selalu memberikan buah kemanisan dalam interaksi sehari-hari.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR. Tirmidzi).

Penutup

Menjaga keharmonisan tidak selalu membutuhkan hadiah mewah atau liburan mahal. Sering kali, ia hanya membutuhkan ketulusan hati untuk melihat sisi baik pasangan dan keberanian lisan untuk menyuarakannya. Dengan menerapkan Cara Memuji Pasangan secara konsisten, Anda sedang membangun benteng kokoh bagi rumah tangga Anda dari godaan pihak luar dan rasa bosan.

Jadikan pujian sebagai napas dalam pernikahan Anda. Jangan biarkan hari berlalu tanpa ada satu kalimat pun yang membuat pasangan Anda tersenyum dan merasa berharga di mata Anda.

Ingin Meningkatkan Kualitas Kehidupan Keluarga Muslim Anda?

Kehidupan pernikahan hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang kita menuju rida-Nya. Masih banyak ilmu keislaman yang perlu kita gali bersama untuk menjadi hamba yang lebih kaffah. Dapatkan berbagai artikel edukatif lainnya seputar gaya hidup Muslim, tips mendidik anak sesuai sunnah, hingga panduan ibadah umroh dan haji hanya di umroh.co.

Mari perkaya wawasan keislaman kita demi membangun keluarga yang tidak hanya bahagia di dunia, tapi juga bertetangga di surga kelak.

Artikel Terkait

Baluran

13 Januari 2026

7 Cara Menjaga Kemabruran Keluarga, Ibadah Jadi Berkah!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa ada kekosongan atau kerinduan yang mendalam, sekaligus rasa takut kalau “vibes” ibadah yang begitu kuat di Tanah Suci perlahan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Khusyuk Umrah Bawa Anak: Ibadah Tenang & Berkah!

​Khusyuk Umrah Bawa Anak adalah dambaan setiap orang tua yang ingin merasakan keheningan batin di depan Ka’bah tanpa harus merasa “bersalah” karena tingkah laku ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Checklist P3K Umrah Keluarga: Ibadah Jadi Lebih Tenang!

​Pernahkah Bunda atau Ayah merasa cemas saat membayangkan tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit atau sekadar kelelahan di tengah kerumunan jutaan jamaah di ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

5 Rahasia Hindari Konflik Saat Safar: Perjalanan Jadi Berkah!

​Pernahkah Anda membayangkan perjalanan yang seharusnya penuh tawa dan kekhusyukan justru berubah menjadi suasana dingin karena adu argumen antara anggota keluarga? Upaya untuk Hindari ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

4 Makna Umrah sebagai Titik Balik Hidup Anda, Siap Hijrah?

​Pernahkah Anda merasa lelah dengan rutinitas dunia yang terasa hampa dan merindukan sebuah momen di mana seluruh beban di pundak seolah luruh seketika? Menjadikan ... Read more

Baluran

13 Januari 2026

7 Kunci Sabar saat Umrah: Rahasia Tenang di Tengah Kerumunan

​Sabar saat Umrah merupakan fondasi utama yang akan menentukan sejauh mana kualitas ibadah kita di hadapan Allah SWT. Pernahkah Anda membayangkan betapa syahdunya momen ... Read more