Self Care Orang Tua adalah sebuah keharusan, bukan kemewahan, agar kita bisa memberikan kasih sayang terbaik bagi buah hati tanpa harus kehilangan jati diri dan kewarasan batin. Sahabat Muslim, pernahkah Anda merasa ingin menangis di pojok dapur hanya karena tumpahan susu yang sepele, atau merasa amarah begitu mudah meledak padahal si kecil hanya sedang aktif bermain?
Jika iya, janganlah merasa bersalah berlebihan. Rasa lelah itu adalah sinyal bahwa “tangki cinta” Anda sedang kosong dan butuh diisi ulang. Mengasuh anak adalah maraton spiritual yang panjang, dan seorang pelari maraton butuh waktu untuk minum dan mengatur napas agar bisa sampai ke garis finis dengan selamat. Mari kita jadikan momen ini sebagai sarana self-healing untuk menyadari bahwa menjadi orang tua yang bahagia jauh lebih penting daripada sekadar menjadi orang tua yang tampak sempurna.
Mengapa Ayah dan Ibu Butuh Jeda?
Banyak dari kita yang merasa berdosa jika mengambil waktu untuk diri sendiri. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk adil terhadap segala hal, termasuk kepada diri kita sendiri. Tubuh dan jiwa kita adalah amanah dari Allah yang juga butuh perawatan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (QS. Al-Baqarah: 286).
Jika Allah saja Maha Mengetahui batas kemampuan kita, mengapa kita justru sering memaksakan diri melampaui batas hingga jiwa kita kering? Istirahat sejenak bukan berarti Anda berhenti menjadi orang tua, tetapi Anda sedang bersiap untuk menjadi orang tua yang lebih sabar dan penuh cahaya di esok hari.
Memberi Hak pada Jiwa dan Raga
Sahabat Muslim, mari kita ingat pesan indah dari Rasulullah SAW melalui sebuah hadis yang sangat relevan untuk kesehatan mental kita. Beliau bersabda:
“…Sesungguhnya badanmu memiliki hak atas dirimu, matamu memiliki hak atas dirimu, dan isterimu (keluargamu) memiliki hak atas dirimu.” (HR. Bukhari).
Hadis ini mengajarkan kita tentang keseimbangan. Saat jiwa Anda lelah, daya sabar Anda akan menipis. Sebaliknya, saat jiwa Anda tenang, tantrum anak pun akan lebih mudah dihadapi dengan senyuman. Inilah mengapa menjaga kesehatan mental melalui aktivitas mandiri itu sangatlah penting.
7 Langkah Praktis Self Care Orang Tua yang Menenangkan
Berikut adalah beberapa cara sederhana namun bermakna yang bisa Sahabat Muslim praktikan untuk mengembalikan kesegaran jiwa:
1. Jeda 15 Menit Tanpa Gangguan (Micro-Break)
Coba luangkan waktu 15 menit saja setelah Subuh atau saat anak tidur siang untuk tidak memegang ponsel sama sekali. Gunakan waktu ini untuk duduk diam, menikmati udara, atau sekadar melakukan pernapasan dalam.
2. Menemukan Kedamaian dalam Tilawah dan Zikir
Jadikan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai sarana healing. Tidak perlu banyak, bacalah satu atau dua ayat yang maknanya menenangkan hati. Dzikir pagi dan petang juga merupakan pelindung mental yang luar biasa bagi orang tua.
3. Komunikasi Terbuka dengan Pasangan
Jangan menanggung semuanya sendirian. Sahabat Muslim, bicaralah pada pasangan saat merasa jenuh. Mintalah waktu “bergantian” untuk menjaga anak agar masing-masing memiliki waktu untuk sekadar mandi lebih lama atau pergi keluar sebentar.
4. Berhenti Menuntut Kesempurnaan (Lower the Bar)
Rumah tidak harus selalu rapi seperti galeri foto. Mainan yang berantakan adalah tanda ada keceriaan di rumah tersebut. Terimalah bahwa ada hari-hari di mana kita hanya bisa melakukan hal-hal minimal, dan itu sama sekali tidak mengurangi nilai Anda sebagai orang tua.
5. Lakukan Hobi yang Menghidupkan Jiwa
Membaca buku, merawat satu dua pot tanaman, atau sekadar menulis jurnal harian bisa menjadi saluran emosi yang sangat sehat. Hobi membantu kita mengingat kembali bahwa kita adalah individu yang juga memiliki kesenangan, selain peran sebagai ayah atau ibu.
6. Olahraga Ringan dan Sinar Matahari
Aktivitas fisik meski hanya jalan kaki 10 menit di sekitar rumah bisa membantu tubuh melepaskan hormon endorfin (hormon kebahagiaan). Sinar matahari pagi juga sangat baik untuk menjaga suasana hati agar tetap stabil.
7. Meminta Bantuan Tanpa Rasa Malu
Jika Sahabat Muslim memiliki keluarga atau teman yang bisa dipercaya, jangan sungkan untuk meminta bantuan menjaga anak sebentar. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, dan mendidik anak memang membutuhkan “satu kampung” (it takes a village to raise a child).
Merawat Diri adalah Bagian dari Syukur
Sahabat Muslim, saat Anda merawat diri, Anda sebenarnya sedang bersyukur atas nikmat nyawa dan kesehatan yang Allah berikan. Dengan jiwa yang sehat, Anda bisa mengajarkan kebaikan kepada anak dengan cara yang lebih lembut dan penuh kasih. Jangan biarkan kelelahan merampas kebahagiaan Anda dalam melihat pertumbuhan buah hati.
Ingatlah, anak-anak tidak butuh orang tua yang sempurna, mereka butuh orang tua yang hadir secara utuh—baik secara fisik maupun emosi. Dan kehadiran yang utuh itu hanya bisa dicapai jika Anda sudah berdamai dan cukup beristirahat dengan diri sendiri.
Kesimpulan
Self Care Orang Tua bukanlah tentang mementingkan diri sendiri, melainkan tentang menjaga kualitas amanah yang Allah berikan. Dengan memberi ruang bagi diri untuk bernapas, bersantai, dan beribadah dengan tenang, Sahabat Muslim sedang membangun pondasi keluarga yang lebih kuat dan harmonis. Jeda itu perlu, istirahat itu berpahala, dan kesehatan mental Anda adalah investasi berharga bagi masa depan anak-anak.
Ingin mendapatkan inspirasi lebih dalam tentang tips keluarga sakinah, panduan adab islami, atau informasi menarik seputar persiapan umroh keluarga? Sahabat Muslim bisa menjelajahi berbagai artikel edukatif dan menyejukkan hati lainnya seputar kehidupan muslim hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan iman kita demi membangun kehidupan keluarga yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT!



