Apakah Sahabat Muslim sering merasa cemas meskipun omzet bisnis sedang naik daun, seolah-olah ada beban yang mengganjal di tengah kesuksesan tersebut? Memahami Cara Hitung Zakat Mal adalah jawaban spiritual untuk melepaskan beban tersebut, karena zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bentuk self-healing untuk membersihkan harta dan menenangkan jiwa dari sifat kikir serta kecemasan akan masa depan.
Sebagai pengusaha muda, kita seringkali fokus pada pertumbuhan brand dan ekspansi pasar. Namun, dalam Islam, pertumbuhan yang sejati adalah pertumbuhan yang diiringi dengan keberkahan. Harta yang kita kelola sejatinya adalah titipan, dan di dalamnya terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan agar sisa harta yang kita miliki menjadi murni dan mendatangkan ketenangan.
Mengenal Zakat Mal sebagai Pembersih Jiwa Bisnis
Zakat Mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ajaran agama. Bagi seorang pengusaha, ini mencakup aset bisnis, simpanan, hingga investasi.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)
Ayat di atas menegaskan bahwa zakat adalah instrumen “pembersih”. Bayangkan bisnis Sahabat Muslim seperti sebuah taman; zakat adalah aktivitas mencabut rumput liar agar bunga-bunga kesuksesan bisa tumbuh lebih indah dan sehat.
Syarat Sebelum Mulai Menghitung Zakat
Sebelum kita masuk ke teknis perhitungan, Sahabat Muslim perlu memastikan apakah harta bisnis tersebut sudah wajib dizakati atau belum. Berikut adalah syarat utamanya:
- Milik Penuh: Harta tersebut berada di bawah kontrol dan kepemilikan Sahabat sepenuhnya.
- Mencapai Nisab: Ambang batas minimal harta wajib zakat, yaitu setara dengan 85 gram emas.
- Mencapai Haul: Harta tersebut telah tersimpan atau dimiliki selama satu tahun hijriah.
- Melebihi Kebutuhan Pokok: Harta yang dizakati adalah kelebihan dari kebutuhan dasar hidup Sahabat.
4 Langkah Praktis Cara Hitung Zakat Mal untuk Bisnis
Mari kita bahas langkah-langkahnya dengan sederhana. Jangan khawatir, Sahabat Muslim, menghitung zakat bisnis tidak serumit laporan pajak tahunan jika kita memahaminya dengan hati yang lapang.
1. Hitung Seluruh Aset Lancar Bisnis
Langkah pertama adalah menjumlahkan semua aset yang sifatnya likuid atau mudah dicairkan. Ini mencakup:
- Saldo kas di tangan maupun di rekening bank bisnis.
- Nilai barang dagangan yang siap dijual (dihitung berdasarkan harga pasar saat ini, bukan harga modal).
- Piutang lancar yang kemungkinan besarnya akan terbayar.
2. Kurangi dengan Hutang Jangka Pendek
Dalam Cara Hitung Zakat Mal, Islam sangat adil. Sahabat diperbolehkan mengurangi total aset lancar dengan hutang bisnis yang jatuh tempo dalam waktu dekat (kurang dari satu tahun), seperti hutang ke supplier atau cicilan modal bulanan.
3. Bandingkan dengan Nisab Emas
Setelah mendapatkan angka bersih (Aset Lancar – Hutang), bandingkan dengan nilai 85 gram emas saat ini. Jika saldo bersih Sahabat lebih tinggi dari nilai emas tersebut, maka Sahabat sudah wajib mengeluarkan zakat.
4. Kalikan dengan Kadar Zakat 2,5%
Inilah bagian yang paling membahagiakan. Sahabat cukup mengeluarkan 2,5% dari saldo bersih tersebut. Angka yang kecil bagi kita, namun sangat besar maknanya bagi mereka yang membutuhkan.
Kenapa Zakat Mal itu Self-Healing bagi Pengusaha?
Mungkin Sahabat bertanya, bagaimana mengeluarkan uang bisa menjadi penyembuhan diri? Secara psikologis, zakat melatih kita untuk detachment atau tidak terikat secara berlebihan pada dunia.
- Mengurangi Rasa Takut Kehilangan: Dengan berzakat, kita mengakui bahwa Allah-lah sumber rezeki. Ini menghilangkan stres akibat ketakutan akan kebangkrutan.
- Meningkatkan Rasa Syukur: Melihat angka yang harus dizakati menyadarkan kita betapa banyaknya nikmat yang telah Allah titipkan.
- Menciptakan Kebahagiaan Sosial: Memberi melepaskan hormon dopamin yang membuat perasaan kita lebih bahagia dan tenang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah (zakat).” (HR. Muslim)
Tips Agar Zakat Bisnis Terasa Ringan
- Pisahkan Rekening Bisnis dan Pribadi: Ini memudahkan Sahabat memantau mana aset yang masuk dalam perhitungan zakat mal bisnis.
- Lakukan Pencatatan Rutin: Gunakan aplikasi keuangan sederhana agar saat mencapai haul, Sahabat tidak bingung menghitung aset.
- Niatkan Sebagai Investasi Langit: Ubah pola pikir dari “pengeluaran” menjadi “tabungan di akhirat”.
- Segerakan Pembayaran: Menunda kewajiban hanya akan menambah beban pikiran. Segerakan agar hati lebih plong.
Kesimpulan
Sahabat Muslim, memahami Cara Hitung Zakat Mal adalah langkah nyata untuk menjadi pengusaha muslim yang profesional sekaligus bertaqwa. Kesuksesan finansial yang tidak dibarengi dengan ketenangan batin hanyalah sebuah fatamorgana. Dengan berzakat, Sahabat sedang mengundang Allah untuk menjadi “mitra” dalam bisnis Sahabat, dan kita tahu bahwa bermitra dengan-Nya tidak akan pernah mendatangkan kerugian.
Mari kita jadikan zakat sebagai gaya hidup, bukan sekadar beban tahunan. Semoga bisnis yang Sahabat bangun tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi jembatan kebaikan bagi umat.
Ingin memperdalam ilmu tentang fiqh muamalah, panduan ibadah harian, atau tips persiapan umroh agar perjalanan religi Sahabat semakin bermakna? Yuk, kunjungi dan baca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Temukan segala informasi yang Sahabat butuhkan untuk menjalani kehidupan muslim yang lebih kaffah dan penuh berkah!




