5 Alasan Penting Surat Wasiat Sebelum Umrah: Perjalanan Tenang!

15 Januari 2026

5 Menit baca

Oktavia ningrum OIdpkMcHKtI unsplash

Pernahkah Sahabat Muslim merasa ada beban yang mengganjal di sudut hati saat mulai mengepak koper untuk keberangkatan ke Tanah Suci, seolah-olah ada urusan yang tertinggal namun sulit dijelaskan? Menyiapkan Surat Wasiat Sebelum Umrah serta membereskan catatan hutang piutang sebenarnya adalah bentuk self-healing spiritual yang paling mendalam, karena dengan menuntaskan urusan dunia, kita memberikan ruang bagi jiwa untuk terbang bebas menuju rumah Allah tanpa beban yang tertinggal di belakang.

Sering kali kita merasa tabu atau takut membicarakan wasiat karena identik dengan kematian. Padahal, dalam Islam, menulis wasiat adalah bentuk kedewasaan iman dan kasih sayang kita kepada orang-orang yang kita tinggalkan. Mari kita bahas bersama dengan hati yang lapang, mengapa langkah ini justru akan membuat ibadah Sahabat terasa jauh lebih ringan dan khusyuk.

Mengapa Hutang Adalah Beban Spiritual yang Berat?

Sahabat Muslim, Umrah adalah perjalanan memenuhi panggilan Allah. Namun, tahukah Sahabat bahwa Allah sangat memperhatikan hak-hak sesama manusia (haqqu adami)? Hutang yang belum terselesaikan atau belum tercatat dengan jelas bisa menjadi penghalang bagi ketenangan ibadah kita selama di sana.

Rasulullah SAW memberikan peringatan yang sangat lembut namun tegas dalam sebuah hadis:

“Jiwa seorang mukmin itu tergantung karena hutangnya sampai hutang itu dilunasi.” (HR. Tirmidzi).

Bayangkan betapa tenangnya hati jika saat kita bersujud di depan Ka’bah, kita tahu bahwa semua urusan amanah harta kita sudah terdokumentasi dengan baik. Jika belum mampu melunasi semuanya, minimal kita sudah mencatatnya agar ahli waris tahu apa yang harus mereka lakukan. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang menenangkan jiwa.

Keutamaan Menulis Wasiat dalam Islam

Menulis wasiat bukan berarti kita sedang “mengundang” ajal, melainkan kita sedang menjalankan sunnah dan menjaga kemaslahatan keluarga. Surat Wasiat Sebelum Umrah membantu mencegah terjadinya perselisihan di antara ahli waris dan memastikan amanah Sahabat tersampaikan dengan benar.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak pantas bagi seorang Muslim yang memiliki sesuatu yang ingin diwasiatkan untuk melewati dua malam, melainkan wasiatnya itu sudah tertulis di sisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan menulis wasiat, Sahabat Muslim sedang menunjukkan cinta yang tulus. Sahabat tidak ingin meninggalkan kebingungan atau beban bagi orang-orang tercinta. Kesadaran akan fana-nya dunia justru akan membuat setiap detik ibadah Sahabat di Masjidil Haram terasa jauh lebih berharga.

5 Poin Penting yang Harus Ada dalam Surat Wasiat Sahabat

Agar hati Sahabat benar-benar plong, berikut adalah daftar hal yang sebaiknya dicatat sebelum berangkat:

  • Daftar Hutang dan Piutang: Tuliskan secara rinci kepada siapa Sahabat berhutang dan siapa yang berhutang kepada Sahabat. Sertakan kontak yang bisa dihubungi.
  • Amanah yang Belum Tertunaikan: Jika Sahabat memiliki janji atau amanah barang titipan orang lain, tuliskan di mana barang tersebut berada dan kepada siapa harus dikembalikan.
  • Wasiat Spiritual: Berikan pesan-pesan kebaikan, nasihat takwa, dan harapan Sahabat kepada anak-anak atau pasangan agar mereka tetap istiqomah di jalan Allah.
  • Pembagian Harta (Opsional): Sahabat bisa memberikan wasiat harta (maksimal sepertiga dari total harta) untuk tujuan sosial atau orang yang bukan ahli waris.
  • Informasi Penting Lainnya: Seperti lokasi dokumen penting, akses akun tertentu yang bersifat mendesak, atau instruksi khusus lainnya.

Ketenangan Batin: Bekal Utama Menuju Baitullah

Mengapa proses menulis wasiat ini bisa menjadi sarana self-healing? Karena saat kita menuliskan semuanya, kita sebenarnya sedang melakukan decluttering mental. Kita sedang memindahkan beban pikiran dari otak ke atas kertas.

  • Mengurangi Anxiety: Rasa cemas “bagaimana jika sesuatu terjadi” akan hilang karena semua sudah teratur.
  • Fokus pada Ibadah: Pikiran Sahabat tidak lagi melayang ke urusan kantor atau utang yang belum dicatat saat sedang thawaf.
  • Kepasrahan Total (Tawakal): Menulis wasiat adalah bentuk ikhtiar maksimal, setelah itu kita benar-benar berserah diri kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

“Diwajibkan atas kamu, apabila maut menjemput salah seorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 180).

Tips Menulis Wasiat dengan Hati yang Tenang

  1. Cari Waktu Luang: Jangan menulis saat terburu-buru. Cari waktu di sepertiga malam atau saat suasana hening.
  2. Gunakan Bahasa yang Lembut: Tuliskan wasiat dengan penuh kasih sayang agar yang membaca merasakannya sebagai pelukan hangat, bukan perintah yang kaku.
  3. Libatkan Orang Terpercaya: Beritahu satu atau dua orang terdekat di mana Sahabat menyimpan dokumen tersebut.
  4. Perbarui Secara Berkala: Wasiat bukan dokumen sekali seumur hidup. Sahabat bisa mengubahnya seiring berjalannya waktu.

Kesimpulan

Mempersiapkan Surat Wasiat Sebelum Umrah adalah tanda bahwa Sahabat Muslim benar-benar menghargai setiap detik perjalanan suci ini. Dengan membereskan catatan hutang dan wasiat, Sahabat sedang membersihkan jalan menuju ridha Allah. Jangan biarkan urusan duniawi yang belum tuntas menjadi ganjalan bagi kemabruran ibadah Sahabat.

Berangkatlah dengan jiwa yang ringan, hati yang jernih, dan kepasrahan yang bulat. Semoga setiap doa yang Sahabat panjatkan di depan Multazam dijawab oleh-Nya dengan cara yang paling indah.

Ingin mendapatkan lebih banyak panduan spiritual, tips kesehatan selama umroh, atau informasi tentang paket perjalanan religi yang amanah dan membimbing Sahabat sepenuhnya? Yuk, perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Mari kita siapkan perjalanan terbaik menuju rumah-Nya dengan ilmu dan persiapan yang matang!

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Sahabat dan keluarga, serta memudahkan niat suci Sahabat untuk bertamu ke Baitullah. Amin.

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more