5 Adab Menawar Barang ala Rasulullah

16 Januari 2026

5 Menit baca

Junaid rahim 9tbXVAhA dQ unsplash

​Adab Menawar Barang dalam Islam bukan hanya soal strategi mendapatkan harga terendah, melainkan tentang bagaimana kita menjaga martabat sesama manusia dan mengundang rida Allah dalam setiap transaksi yang kita lakukan.

​Kita sering kali lupa bahwa di balik tumpukan dagangan itu, ada seorang hamba Allah yang sedang berjuang mencari nafkah halal untuk keluarganya. Menawar dengan hati yang tulus dan adab yang mulia sebenarnya adalah bentuk self-healing spiritual; ia menyembuhkan sifat kikir dalam diri kita dan menggantinya dengan empati serta kasih sayang. Mari kita pelajari bersama bagaimana cara menawar yang tetap mendatangkan ketenangan jiwa dan keberkahan rezeki.

​Mengapa Menawar dengan Adab Bisa Menenangkan Hati?

​Sahabat Muslim, dalam kacamata iman, pasar bukan sekadar tempat pertukaran uang dan barang, melainkan ladang ujian akhlak. Ketika kita menawar dengan cara yang kasar atau memaksa, ada energi negatif yang muncul dan seringkali membuat batin kita sendiri tidak tenang setelahnya. Sebaliknya, saat kita bersikap lembut, kita sedang menjalankan sunnah yang sangat dicintai Allah.

​Rasulullah SAW memberikan prinsip keindahan dalam bermuamalah melalui sabdanya:

“Allah merahmati orang yang mudah (baik hati) ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya.” (HR. Bukhari).

​Sifat Samhah atau kemudahan inilah yang menjadi kunci. Bayangkan betapa damainya hati jika setiap kali kita berbelanja, kita tidak hanya membawa pulang barang, tetapi juga membawa doa tulus dari penjual yang merasa dihargai.

​5 Langkah Praktis Menerapkan Adab Menawar Barang yang Islami

​Agar aktivitas belanja Sahabat Muslim menjadi lebih berkah dan menyenangkan, berikut adalah panduan etika yang bisa mulai kita praktikkan:

​1. Awali dengan Salam dan Senyuman

​Senyuman adalah sedekah termudah. Sebelum menanyakan harga, sapa penjual dengan hangat. Ini membangun jembatan emosional yang baik. Penjual yang merasa dihormati biasanya akan lebih rida memberikan harga terbaik tanpa perlu Sahabat tawar dengan keras.

​2. Tawarlah dengan Harga yang Wajar

​Islam melarang kita untuk menzalimi orang lain. Menawar dengan harga yang sangat jauh di bawah modal penjual hanya akan menyakiti hatinya. Ingatlah, mereka juga butuh keuntungan untuk menyekolahkan anak-anak mereka atau sekadar makan hari ini. Menawar sewajarnya adalah bentuk keadilan yang menenangkan pikiran.

​3. Hindari Mencela Barang yang Dijual

​Terkadang, pembeli sengaja mencari-cari cacat barang agar bisa menawar dengan harga rendah. Sahabat Muslim, ini adalah tindakan yang kurang terpuji. Jika barangnya baik, akuilah kebaikannya. Jika ada cacat, sampaikan dengan santun tanpa harus menjatuhkan martabat dagangannya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu berkata baik atau diam.

​4. Jangan Menawar Jika Tidak Berniat Membeli

​Seringkali kita menemui praktik menawar hanya untuk “iseng” atau membandingkan harga tanpa niat serius untuk membeli. Dalam Islam, mengganggu waktu dan harapan penjual tanpa tujuan yang jelas bisa termasuk dalam perbuatan yang kurang amanah. Pastikan Sahabat benar-benar berminat sebelum membuka percakapan harga.

​5. Berhenti Menawar Jika Penjual Sudah Bilang “Pas”

​Jika penjual sudah menyatakan bahwa harga tersebut adalah harga neto atau harga modal, maka adab yang baik adalah berhenti menawar. Di sinilah letak ujian keridaan kita. Allah SWT berfirman mengenai prinsip kerelaan dalam perdagangan:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu…” (QS. An-Nisa: 29).

​Menawar sebagai Bentuk Self-Healing Spiritual

​Mungkin Sahabat Muslim bertanya, apa hubungannya menawar barang dengan penyembuhan diri? Sebenarnya, saat kita belajar untuk tidak terlalu keras kepala mengejar keuntungan duniawi yang kecil, kita sedang melatih otot-otot kepasrahan dan Qana’ah (merasa cukup).

  • Melepaskan Ego: Menawar dengan sopan melatih kita untuk tidak sombong meski kita adalah pemegang uang.
  • Menumbuhkan Rasa Syukur: Melihat perjuangan penjual membuat kita lebih menghargai setiap nikmat yang kita miliki.
  • Ketenangan Pasca-Transaksi: Tidak ada rasa bersalah yang membayangi karena kita tahu penjual melepas barangnya dengan senyuman.

​Ada sebuah level kebaikan yang lebih tinggi (Ihsan), di mana jika Sahabat Muslim melihat penjualnya adalah orang tua yang sudah renta atau orang yang tampak sangat membutuhkan, Sahabat memilih untuk tidak menawar sama sekali atau bahkan melebihkan bayarannya. Inilah puncak dari ketenangan hati yang tak ternilai harganya.

​Kesimpulan

​Menjalankan Adab Menawar Barang yang sesuai syariat adalah cara kita menjemput keberkahan di tengah hiruk-pikuk dunia. Jangan biarkan perbedaan harga yang hanya beberapa ribu rupiah merusak kemuliaan akhlak kita. Dengan bersikap mudah dan penuh empati, kita sedang membangun karakter Muslim yang sejati—manusia yang keberadaannya selalu memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang di sekitarnya.

​Mari kita jadikan setiap kunjungan kita ke pasar sebagai sarana untuk menebar kebaikan. Semoga setiap barang yang Sahabat beli dengan cara yang rida, menjadi saksi kebaikan dan membawa keberkahan bagi keluarga di rumah.

​Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang fiqh muamalah harian, panduan ibadah yang menyejukkan hati, atau tips persiapan umroh agar perjalanan spiritual Sahabat semakin bermakna? Yuk, perkaya pengetahuan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Temukan segala bimbingan spiritual yang akan menuntun langkah Sahabat Muslim menuju kehidupan yang lebih tenang, berkah, dan penuh cahaya rida-Nya!

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah dan transaksi kita semua. Amin.

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more