Jadi Makelar Berkah? Cek 5 Hukum Makelar Islam Ini!

16 Januari 2026

5 Menit baca

Swastik arora 1phE5M2D1z8 unsplash

​ Hukum Makelar Islam atau yang dalam bahasa fikih disebut sebagai Samsarah sebenarnya adalah jalan keluar yang indah bagi siapa pun yang ingin menjemput rezeki melalui jasa perantara tanpa harus memiliki modal besar di tangan. Memahami aturan ini bukan hanya soal teknis pekerjaan, melainkan sebuah bentuk self-healing finansial agar batin kita merasa “plong”, tenang, dan jauh dari rasa was-was saat menikmati hasil jerih payah kita.

​Dunia properti sering kali dianggap penuh dengan “permainan” harga atau ketidakjujuran. Namun, bagi Sahabat Muslim yang merindukan keberkahan, syariat telah memberikan panduan yang begitu humanistis. Menjadi makelar bukan sekadar mempertemukan penjual dan pembeli, tapi tentang menjadi jembatan amanah yang memudahkan urusan sesama manusia.

​Apa Itu Samsarah? Mengenal Sisi Humanis Perantara Dagang

​Sahabat Muslim, dalam literatur Islam, makelar disebut dengan istilah Simsar (bentuk jamaknya Samasirah). Secara sederhana, ini adalah jasa perantara antara penjual dan pembeli untuk memudahkan transaksi jual beli dengan imbalan upah (ujrah).

​Islam adalah agama yang sangat mengerti kebutuhan manusia akan kerja sama. Tidak semua orang punya waktu untuk memasarkan rumahnya, dan tidak semua orang tahu di mana mencari tanah yang bagus. Di sinilah peran Sahabat hadir sebagai penolong. Selama niatnya adalah membantu dan jujur, profesi ini sangatlah mulia.

​Landasan Syariat: Mengapa Menjadi Makelar Itu Boleh?

​Agar hati Sahabat Muslim semakin mantap, mari kita lihat landasan kebolehannya. Mayoritas ulama membolehkan praktik makelar karena ini termasuk dalam kategori pemberian jasa yang bermanfaat.

​Rasulullah SAW memberikan isyarat kebolehan ini dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari secara mu’allaq (tanpa sanad lengkap dalam judul bab), di mana Ibnu Abbas RA berkata:

“Tidak mengapa jika seseorang berkata: ‘Jualkan baju ini, jika terjual lebih dari sekian, maka kelebihannya untukmu’.”

​Hal ini menunjukkan bahwa selama kesepakatannya jelas dan tidak ada pihak yang dizalimi, upah yang diterima makelar adalah sah. Selain itu, Allah SWT berfirman mengenai prinsip tolong-menolong:

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (QS. Al-Ma’idah: 2)

​5 Aturan Emas Hukum Makelar Islam Agar Batin Tenang

​Agar setiap transaksi properti yang Sahabat Muslim tangani membuahkan ketenangan jiwa dan keberkahan harta, pastikan lima poin berikut terpenuhi dengan penuh kejujuran:

  • 1. Kejujuran Mutlak Atas Kondisi Barang (Amanah) Jangan pernah menyembunyikan cacat properti. Jika atapnya bocor atau legalitasnya masih dalam sengketa, katakanlah apa adanya. Kejujuran mungkin membuat transaksi sedikit lebih lama, tapi akan menjauhkan Sahabat dari beban dosa dan tuntutan di kemudian hari.
  • 2. Transparansi Harga dan Komisi Sampaikan secara terbuka berapa komisi yang Sahabat harapkan. Apakah itu persentase dari harga jual atau nilai tetap yang disepakati. Ketidakjelasan (gharar) dalam jumlah upah sering kali menjadi sumber pertengkaran yang merusak ketenangan hati.
  • 3. Menghindari Praktik Najasy (Penawaran Palsu) Jangan pernah menggunakan “pembeli bayangan” untuk menaikkan harga properti agar terlihat laku keras. Praktik ini sangat dilarang karena menipu pembeli asli dan merusak keadilan pasar.
  • 4. Kejelasan Peran: Mewakili Siapa? Pastikan Sahabat jelas mewakili siapa. Apakah Sahabat adalah wakil penjual, wakil pembeli, atau penengah keduanya? Kejelasan posisi ini penting agar tidak terjadi konflik kepentingan yang bisa melukai kepercayaan salah satu pihak.
  • 5. Izin dari Pemilik Barang yang Sah Jangan menjualkan properti orang lain tanpa seizin pemiliknya. Pastikan Sahabat memiliki mandat yang jelas (akad wakalah) agar transaksi tersebut sah secara syar’i dan hukum negara.

​Menjadi Makelar sebagai Bentuk Self-Healing Spiritual

​Mungkin Sahabat Muslim bertanya, apa hubungannya profesi makelar dengan penyembuhan diri? Sebenarnya, stres terbesar dalam bekerja berasal dari rasa bersalah dan ketakutan akan kegagalan.

  • Melepaskan Ego: Saat Sahabat membantu orang lain mendapatkan rumah impian, ada rasa syukur yang muncul karena menjadi wasilah kebahagiaan orang lain.
  • Ketenangan Pasca-Transaksi: Saat Sahabat jujur menjelaskan kekurangan sebuah tanah, Sahabat tidak akan pernah dihantui rasa takut akan komplain atau doa buruk dari pembeli.
  • Tawakal pada Hasil: Makelar mengajarkan kita bahwa kita hanya bisa berusaha memasarkan, namun yang menggerakkan hati pembeli untuk “deal” adalah Allah SWT. Kepasrahan ini adalah obat mujarab bagi kegelisahan.

​Tips Menjemput Rezeki Berkah di Dunia Properti

  • Edukasi Diri: Pahami aturan hukum agraria dan fikih muamalah agar Sahabat bisa memberikan solusi terbaik bagi klien.
  • Bangun Personal Branding yang Jujur: Biarlah orang mengenal Sahabat sebagai “Makelar yang Tidak Pernah Berbohong”. Ini adalah aset termahal Sahabat.
  • Niatkan Ibadah: Setiap kali Sahabat mengantar calon pembeli meninjau lokasi, niatkanlah untuk membantu saudara sesama Muslim mendapatkan tempat tinggal yang nyaman.

​Kesimpulan

​Memahami Hukum Makelar Islam menyadarkan kita bahwa tidak ada yang salah dengan mencari keuntungan, asalkan caranya tidak mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan ketaatan kepada Allah. Properti yang Sahabat pasarkan akan menjadi berkah jika prosesnya dilakukan dengan terang benderang tanpa ada yang ditutup-tupi. Saat batin kita tenang karena bekerja secara syar’i, maka rezeki yang sedikit pun akan terasa mencukupi, dan yang banyak akan membawa manfaat luas bagi umat.

​Mari kita jaga integritas kita. Jadikan setiap transaksi properti sebagai langkah nyata untuk meraih rida-Nya.

​Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang fiqh muamalah harian, panduan ibadah yang menyejukkan hati, atau informasi persiapan umroh agar perjalanan spiritual Sahabat semakin bermakna dan tenang? Yuk, perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif lainnya di umroh.co. Temukan segala bimbingan spiritual yang akan menuntun langkah Sahabat Muslim menuju kehidupan yang lebih tenang, kaffah, dan penuh cahaya keberkahan!

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah usaha kita dan menjaga hati kita agar tetap tenang dalam kejujuran. Amin.

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more