Akad Istishna adalah sebuah solusi indah dari syariat Islam yang memungkinkan kita untuk memesan barang yang belum tersedia secara fisik, namun dengan spesifikasi yang telah disepakati bersama agar hati tetap tenang dan bebas dari rasa was-was. Dalam dunia yang serba instan ini, memahami akad pemesanan barang kustom ini bukan sekadar soal teori ekonomi, melainkan sebuah bentuk self-healing finansial agar kita terhindar dari konflik dan keraguan yang menguras energi negatif.
Menjemput rida Allah bisa dimulai dari bagaimana kita berinteraksi dengan sesama dalam urusan dunia. Islam sangat menghargai setiap tetes keringat pengrajin dan setiap rupiah yang dikeluarkan pembeli. Mari kita tarik napas dalam-dalam, tenangkan pikiran, dan bahas bersama bagaimana indahnya syariat mengatur kemudahan ini untuk kita.
Mengenal Lebih Dekat: Apa itu Akad Istishna?
Sahabat Muslim, secara harfiah Istishna berasal dari kata shana’a yang berarti membuat atau memproduksi. Dalam konteks ekonomi syariah, Akad Istishna adalah kontrak jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan khusus yang disepakati antara pemesan (pembeli) dan pembuat (penjual).
Keindahan dari akad ini terletak pada fleksibilitasnya. Berbeda dengan jual beli biasa yang mengharuskan barang ada di depan mata, Istishna memberikan ruang bagi kreativitas dan kebutuhan personal kita. Kita bisa menentukan warna, bahan, hingga ukuran yang paling sesuai dengan kepribadian kita. Keteraturan dan kejelasan inilah yang membawa ketenangan bagi jiwa.
Mengapa Istishna Diperbolehkan?
Mungkin Sahabat Muslim bertanya-tanya, bukankah kita dilarang menjual sesuatu yang belum ada? Nah, di sinilah letak keistimewaan syariat kita. Para ulama, khususnya dari Mazhab Hanafiyah, memperbolehkan Istishna karena sudah menjadi kebutuhan umum masyarakat (urf) dan membawa maslahat bagi banyak orang.
Allah SWT berfirman secara umum mengenai kehalalan perdagangan:
“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah: 275)
Selain itu, Rasulullah SAW sendiri pernah memberikan teladan dalam memesan barang yang harus dibuat terlebih dahulu. Diriwayatkan bahwa beliau pernah memesan sebuah cincin (khatam) dan juga memesan pembuatan mimbar untuk masjid. Praktik ini menunjukkan bahwa Islam mendukung kemajuan industri dan keterampilan tangan selama dilakukan dengan kejujuran.
5 Keistimewaan Akad Istishna untuk Ketenangan Batin Sahabat
Agar Sahabat Muslim semakin mantap dalam bertransaksi, mari kita pahami beberapa rahasia mengapa akad ini sangat humanistis dan menyejukkan batin:
- Sesuai dengan Keinginan Hati (Kustomisasi): Sahabat tidak perlu memaksakan diri menyukai barang yang sudah jadi. Sahabat punya hak untuk menentukan spesifikasi yang paling membuat hati rida.
- Fleksibilitas Pembayaran: Berbeda dengan akad Salam yang mengharuskan bayar lunas di muka, dalam Istishna Sahabat bisa bersepakat untuk membayar di awal, mencicil selama proses pembuatan, atau melunasinya saat barang sudah sampai. Hal ini tentu meringankan beban pikiran dan finansial.
- Transparansi yang Menenangkan: Semua detail mulai dari bahan hingga waktu penyelesaian dibicarakan di awal. Tidak ada ruang untuk “kucing dalam karung”, sehingga hubungan Sahabat dengan pengrajin tetap harmonis.
- Mendukung UMKM dan Pengrajin: Dengan memesan barang kustom, Sahabat secara langsung membantu menghidupkan kreativitas saudara seiman dan memberikan mereka waktu untuk bekerja secara maksimal tanpa tekanan stok barang.
- Kepastian Hukum Syar’i: Karena akadnya jelas dan diakui secara fikih, Sahabat bisa menjalankan aktivitas belanja ini dengan perasaan “plong” tanpa takut terjebak dalam transaksi yang tidak berkah.
Perbedaan Akad Istishna dan Akad Salam
Sahabat Muslim yang haus akan ilmu mungkin sedikit bingung membedakan Istishna dengan Akad Salam (jual beli pesanan). Mari kita sederhanakan agar batin Sahabat semakin tercerahkan:
- Subjek Barang: Istishna selalu melibatkan proses pembuatan atau manufaktur (seperti membuat lemari atau baju), sedangkan Salam biasanya digunakan untuk hasil alam atau barang yang sudah standar spesifikasinya.
- Cara Pembayaran: Dalam Salam, pembayaran harus tunai 100% di awal. Dalam Istishna, pembayaran jauh lebih fleksibel sesuai kesepakatan bersama.
- Pembatalan Akad: Akad Istishna bisa dibatalkan secara sepihak selama produsen belum mulai mengerjakan barang tersebut. Namun, jika sudah mulai dikerjakan, maka kesepakatan harus dijaga hingga selesai sebagai bentuk amanah.
Tips Menjalankan Akad Istishna yang Berkah
Agar setiap transaksi yang Sahabat lakukan menjadi tabungan pahala dan sarana self-healing, berikut adalah beberapa langkah bijak yang bisa diambil:
- Tuliskan Spesifikasi dengan Detail: Jangan biarkan ada ruang untuk asumsi. Tuliskan warna, ukuran, dan jenis bahan serinci mungkin untuk menghindari kekecewaan di kemudian hari.
- Pilihlah Pengrajin yang Amanah: Carilah mereka yang memiliki rekam jejak kejujuran yang baik. Mempercayakan urusan pada orang jujur adalah setengah dari ketenangan.
- Sepakati Waktu Penyelesaian: Berikan waktu yang wajar bagi pengrajin agar mereka tidak tergesa-gesa yang bisa merusak kualitas barang.
- Niatkan sebagai Ibadah: Niatkan setiap pemesanan barang untuk mendukung keluarga atau mempercantik tempat ibadah agar setiap rupiahnya menjadi berkah.
Kesimpulan
Memahami Apa itu Akad Istishna menyadarkan kita bahwa Islam adalah agama yang sangat mengerti kebutuhan manusia akan kenyamanan dan kepastian. Dengan menerapkan prinsip transparansi, fleksibilitas, dan kejujuran dalam memesan barang, Sahabat Muslim sebenarnya sedang membangun budaya ekonomi yang sangat sehat bagi kesehatan mental dan spiritual. Tidak ada lagi rasa curiga, tidak ada lagi kekhawatiran berlebih, yang ada hanyalah rida antara penjual dan pembeli.
Mari kita tata kembali setiap muamalah kita agar selalu selaras dengan rida-Nya. Karena kebahagiaan sejati bukan hanya pada saat barang sampai di tangan, tapi pada saat proses mendapatkannya kita tetap terjaga dalam koridor takwa.
Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang fiqh muamalah harian, panduan ibadah yang menyejukkan jiwa, atau informasi persiapan umroh agar perjalanan spiritual Sahabat semakin bermakna dan tenang? Yuk, kunjungi dan temukan berbagai artikel inspiratif serta bimbingan spiritual lainnya hanya di umroh.co. Mari bersama-sama kita persiapkan kehidupan Muslim yang lebih kaffah dan penuh kedamaian batin!
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati setiap langkah dan transaksi kita. Amin.




