Apa itu Hak Khiyar merupakan sebuah anugerah luar biasa dari syariat Islam yang memberikan ruang bagi kita untuk mempertimbangkan kembali keputusan transaksi agar hati tetap tenang dan bebas dari rasa tertekan.
Di tengah budaya konsumerisme yang serba cepat saat ini, memahami hak istimewa ini bukan sekadar soal teori ekonomi, melainkan sebuah bentuk self-healing dalam bermuamalah agar jiwa kita terhindar dari beban penyesalan yang menguras energi.
Islam tidak ingin hamba-Nya merasa terjepit atau tertipu dalam urusan harta. Melalui Hak Khiyar, Allah SWT memberikan “nafas” bagi pembeli maupun penjual untuk berpikir jernih.
Mengenal Makna di Balik Hak Khiyar
Sahabat Muslim, kata “Khiyar” secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang berarti “memilih” atau “pilihan”. Dalam ilmu fikih, Hak Khiyar adalah hak yang dimiliki oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi untuk melanjutkan akad jual beli atau membatalkannya karena alasan tertentu yang dibenarkan oleh syariat.
Tujuannya sangat humanistis: untuk mewujudkan keadilan dan memastikan tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau “terpaksa” dalam sebuah transaksi. Dengan adanya hak ini, kejujuran menjadi fondasi utama, dan rasa saling rida (An-Taradin) benar-benar terjaga.
Landasan Langit yang Menyejukkan Hati
Agar batin Sahabat tetap mantap, mari kita simak bagaimana Rasulullah SAW memberikan legitimasi atas hak ini. Beliau sangat peduli pada ketenangan umatnya dalam berdagang.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis sahih:
“Dua orang yang melakukan jual beli mempunyai hak khiyar (hak untuk memilih antara membatalkan atau meneruskan akad) selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (keadaan barang yang dijual), niscaya jual beli mereka diberkahi. Namun, jika mereka menyembunyikan (cacat) dan berdusta, niscaya keberkahan jual beli mereka akan dihapus.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa kejujuran adalah kunci dari keberkahan. Ketika kita jujur, Allah memberikan ketenangan. Namun, jika ada yang ditutup-tutupi, kegelisahanlah yang akan muncul sebagai pengingat dari-Nya.
3 Rahasia Hak Khiyar yang Bikin Belanja Jadi Tenang
Bagi Sahabat Muslim yang ingin mendalami ilmu ini, berikut adalah tiga jenis Khiyar utama yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari:
1. Khiyar Majlis (Pilihan di Tempat Transaksi)
Ini adalah hak untuk membatalkan akad selama Sahabat dan penjual masih berada di tempat transaksi atau belum berpisah secara fisik. Selama Sahabat masih berdiri di toko tersebut, Sahabat berhak berkata, “Maaf, sepertinya saya belum jadi membeli ini,” tanpa perlu merasa berdosa atau takut. Ini adalah ruang bagi hati untuk memastikan kemantapan niat.
2. Khiyar Syarat (Pilihan dengan Tenggat Waktu)
Khiyar ini terjadi jika salah satu pihak atau keduanya memberikan syarat dalam waktu tertentu. Misalnya, Sahabat berkata, “Saya beli baju ini dengan syarat jika besok kekecilan, boleh saya kembalikan ya.” Jika penjual setuju, maka Sahabat memiliki hak untuk membatalkannya dalam jangka waktu yang disepakati (biasanya maksimal 3 hari dalam fikih klasik). Ini sangat menenangkan bagi Sahabat yang sering merasa ragu saat membeli barang untuk orang lain.
3. Khiyar Aib (Pilihan karena Cacat Barang)
Inilah bentuk perlindungan konsumen paling nyata dalam Islam. Jika setelah sampai di rumah Sahabat menemukan cacat pada barang yang tidak diberitahukan sebelumnya, Sahabat memiliki hak untuk mengembalikannya. Allah tidak rida jika ada hamba-Nya yang mendapatkan uang dari hasil menyembunyikan kekurangan.
Hak Khiyar sebagai Sarana Self-Healing Finansial
Mungkin Sahabat bertanya, apa hubungannya hak hukum ini dengan penyembuhan diri? Stres terbesar dalam ekonomi modern adalah “tekanan” (pressure). Kita sering kali dipaksa oleh iklan atau tenaga penjual untuk membeli saat itu juga.
- Melepaskan Kontrol yang Melelahkan: Dengan mengetahui Hak Khiyar, Sahabat tidak perlu lagi merasa “terjebak”. Sahabat memegang kendali atas ketenangan batin sendiri.
- Membangun Budaya Jujur: Saat kita menerapkan Khiyar, kita sedang melatih diri untuk menjadi pribadi yang transparan. Kejujuran adalah obat terbaik bagi kegelisahan jiwa.
- Mencegah Konflik Persaudaraan: Banyak silaturahmi putus karena urusan jual beli yang tidak jelas. Khiyar hadir untuk menyelesaikan masalah sebelum menjadi sengketa.
Kesimpulan
Memahami Apa itu Hak Khiyar menyadarkan kita bahwa Islam adalah agama yang sangat detail dalam menjaga kebahagiaan manusia. Transaksi yang berkah bukan hanya soal mendapatkan untung, tapi soal bagaimana proses tersebut membuat hati kita merasa ringan dan rida. Jangan biarkan keraguan merusak hari Sahabat. Gunakan hak-hak yang telah Allah berikan agar setiap rupiah yang Sahabat keluarkan menjadi wasilah ketenangan di dunia dan tabungan di akhirat.
Mari kita praktikkan muamalah yang santun dan jujur. Karena pada akhirnya, yang paling berharga bukan hanya barang yang kita beli, melainkan kemurnian hati saat mendapatkannya.
Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang fiqh muamalah harian yang menyejukkan jiwa, panduan ibadah yang kaffah, atau informasi persiapan umroh agar perjalanan spiritual Sahabat semakin bermakna dan tenang? Yuk, kunjungi dan temukan berbagai artikel inspiratif serta bimbingan spiritual lainnya hanya di umroh.co. Mari bersama-sama kita bangun kehidupan Muslim yang lebih tenang, berkah, dan penuh cahaya rida-Nya!
Semoga Allah SWT senantiasa memberkati setiap transaksi dan langkah hidup Sahabat Muslim sekalian. Amin.




