Ghibah di Kantor sering kali menjadi godaan terberat yang bisa merusak ketenangan batin kita di tengah kesibukan mencari nafkah, dan tanpa sadar, ia menjadi pencuri kebahagiaan serta keberkahan dari gaji yang kita terima setiap bulannya.
Mencoba menjauh dari lingkaran gosip bukan berarti kita menjadi orang yang kaku atau sombong, melainkan sebuah bentuk self-healing untuk menjaga kesehatan mental dan kemurnian hati agar setiap butir rezeki yang kita bawa pulang ke rumah benar-benar suci dan menenangkan jiwa keluarga tercinta.
Bagi kita yang ingin terus bertumbuh dalam iman, memahami bahaya lisan di lingkungan profesional adalah langkah krusial.
Mengapa Ghibah Begitu Melelahkan Jiwa?
Sahabat muslim, Islam menggambarkan ghibah dengan perumpamaan yang sangat menyentuh hati sekaligus mengerikan sebagai pengingat bagi kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“…Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya…” (QS. Al-Hujurat: 12)
Ayat ini adalah “sentuhan lembut” dari Allah agar kita menyadari bahwa setiap kata buruk yang kita ucapkan tentang rekan kerja sebenarnya sedang melukai diri kita sendiri secara spiritual. Itulah mengapa, setelah bergosip, biasanya batin terasa sesak dan tidak tenang. Menghindari ghibah adalah cara terbaik untuk mengembalikan energi positif ke dalam diri Sahabat.
Definisi Ghibah yang Perlu Kita Ingat
Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimana kalau yang saya bicarakan itu kenyataan?” Rasulullah SAW telah menjelaskan hal ini dengan sangat jelas agar tidak ada keraguan di hati kita:
“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Yaitu engkau menceritakan tentang saudaramu sesuatu yang ia benci.” Ada yang bertanya, “Bagaimana jika pada saudaraku itu memang terdapat apa yang aku ceritakan?” Beliau menjawab, “Jika padanya terdapat apa yang engkau ceritakan, maka engkau telah berbuat ghibah terhadapnya. Namun jika tidak terdapat padanya apa yang engkau ceritakan, maka engkau telah berdusta (fitnah) terhadapnya.” (HR. Muslim)
7 Tips Menghindari Ghibah di Kantor Agar Hati Selalu Plong
Agar Sahabat muslim bisa tetap fokus bekerja dan menjaga lisan dengan cara yang humanistis dan natural, mari coba terapkan langkah-langkah berikut:
1. Awali Hari dengan Niat Penjagaan Diri
Sebelum melangkah masuk ke ruangan kantor, bisikkan niat di dalam hati bahwa Sahabat bekerja untuk mencari rida Allah. Niatkan agar lisan hanya digunakan untuk koordinasi pekerjaan yang produktif atau kata-kata yang memotivasi rekan kerja.
2. Jadilah “Penyaring” Obrolan
Saat ada rekan kerja yang mulai membuka percakapan dengan kalimat, “Eh, tahu nggak si itu…”, Sahabat bisa mencoba menjadi penyaring. Jika arahnya mulai negatif, cobalah untuk tidak memberikan tanggapan yang memancing cerita lebih dalam. Diamnya Sahabat adalah bentuk perlindungan bagi batin Sahabat sendiri.
3. Alihkan Pembicaraan dengan Halus
Sahabat tidak perlu mendikte atau memarahi rekan kerja. Gunakan cara yang humanistis, misalnya dengan mengalihkan topik ke urusan pekerjaan yang belum selesai atau sekadar bertanya tentang hobi mereka yang positif. Ini adalah seni komunikasi yang menjaga perasaan orang lain tanpa harus ikut berdosa.
4. Ingatlah Kelebihan Rekan yang Sedang Dibicarakan
Saat godaan untuk ikut menimpali keburukan seseorang datang, cobalah ingat satu saja kebaikan orang tersebut. Setiap manusia punya kekurangan, dan kita pun pasti tidak ingin kekurangan kita dibicarakan saat kita tidak ada. Teknik ini sangat efektif sebagai self-healing untuk menumbuhkan rasa empati.
5. Gunakan Waktu Istirahat untuk Hal yang Menyegarkan
Daripada berkumpul di “pojok gosip”, gunakan waktu istirahat Sahabat untuk membaca artikel bermanfaat, mendengarkan murottal, atau sekadar berzikir ringan. Mengingat Allah adalah obat terbaik untuk menenangkan saraf yang tegang karena urusan kantor.
6. Cari Lingkaran Pertemanan yang Saling Membangun
Lingkungan sangat memengaruhi karakter kita. Cobalah lebih banyak berinteraksi dengan rekan kerja yang memiliki aura positif, suka berdiskusi tentang ide, atau mereka yang rajin beribadah. Frekuensi yang sama akan membuat Sahabat lebih mudah menjaga lisan.
7. Segera Beristighfar Jika Tergelincir
Manusia tidak luput dari salah. Jika Sahabat tidak sengaja ikut dalam obrolan ghibah, segeralah beristighfar dan tarik diri dari percakapan tersebut. Jangan biarkan rasa bersalah menghantui, segera perbaiki dengan melakukan kebaikan lain.
Menjemput Keberkahan di Setiap Detik Jam Kerja
Sahabat muslim, bayangkan betapa indahnya jika lingkungan kantor kita bersih dari energi negatif ghibah. Kerja menjadi lebih fokus, hubungan antar rekan menjadi tulus, dan hati terasa sangat ringan. Ketenangan sejati bukan berasal dari jabatan yang tinggi, melainkan dari hati yang bersih dan lisan yang terjaga.
Setiap kata yang kita tahan dari membicarakan keburukan orang lain adalah kemenangan besar bagi jiwa kita. Dengan menjaga lisan, Sahabat sedang memastikan bahwa rezeki yang masuk ke kantong benar-benar membawa keberkahan bagi keluarga di rumah.
Kesimpulan
Menjauhi Ghibah di Kantor adalah investasi terbaik untuk kesehatan mental dan kebahagiaan Sahabat di tempat kerja. Saat kita memilih untuk membicarakan hal-hal yang baik atau diam, kita sedang memberikan ruang bagi cahaya kedamaian untuk masuk ke dalam hati. Mari jadikan setiap interaksi kita di kantor sebagai ladang amal yang menyejukkan.
Ingin mendapatkan lebih banyak wawasan tentang etika pergaulan islami yang menenangkan jiwa, panduan menjaga kesehatan batin, atau informasi persiapan umroh agar perjalanan spiritual Sahabat semakin bermakna? Yuk, perkaya wawasan keislaman Sahabat dengan membaca berbagai artikel inspiratif dan edukatif lainnya di umroh.co. Temukan segala bimbingan spiritual yang akan menuntun langkah Sahabat muslim menuju kehidupan yang lebih tenang, kaffah, dan penuh cahaya rida-Nya!
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga lisan kita dan memberkahi setiap butir keringat yang kita keluarkan untuk keluarga. Amin.




