Pernahkah Sahabat Muslim merasa terburu-buru memutuskan untuk membeli sebuah barang hanya karena melihat ada orang lain yang tampak sangat berminat dan terus menaikkan harga tawarannya? Apa itu Najasy adalah sebuah istilah dalam perdagangan Islam yang merujuk pada praktik manipulasi harga melalui penawaran palsu yang sering kali tidak kita sadari dampaknya bagi ketenangan hati dan keberkahan harta.
Di balik riuhnya suasana pasar atau pelelangan, ada sebuah prinsip kejujuran yang sedang diuji. Mari kita pelajari bersama dengan tenang, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak, baik saat menjadi penjual maupun pembeli, demi menjemput rezeki yang benar-benar bersih.
Mengenal Lebih Dekat Praktik Najasy dalam Keseharian
Najasy secara bahasa berarti “memancing” atau “mengobarkan”. Dalam konteks jual beli, ini adalah kondisi di mana seseorang (yang sebenarnya tidak berniat membeli) ikut masuk ke dalam proses tawar-menawar. Tujuannya hanya satu: untuk memprovokasi calon pembeli asli agar mereka mau membayar dengan harga yang lebih mahal.
Mungkin di dunia modern, kita mengenalnya sebagai shill bidding atau penggunaan “orang dalam” untuk meramaikan suasana. Namun, bagi seorang muslim, setiap tindakan memiliki catatan di sisi Allah SWT.
Mengapa Islam Melarang Keras Praktik Ini?
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan. Sesuatu yang didapatkan dengan cara menipu atau memanipulasi perasaan orang lain tidak akan pernah membawa kedamaian jangka panjang.
Larangan Langsung dari Rasulullah SAW
Ketegasan larangan ini bukan tanpa alasan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang sangat populer:
“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian melakukan najasy (menawar barang untuk menjerumuskan orang lain), dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Melindungi Hak Sesama Muslim
Praktik najasy mengandung unsur penipuan (gharar) dan menyakiti hati pembeli yang merasa “terpaksa” menaikkan harga karena persaingan palsu. Islam ingin memastikan bahwa transaksi yang terjadi adalah atas dasar kerelaan hati (an-taradin), bukan karena manipulasi keadaan.
3 Dampak Najasy yang Perlu Kita Waspadai
Mengenali dampak dari praktik ini akan membantu kita untuk lebih waspada dan menjauhinya demi kesehatan spiritual kita.
- Terhapusnya Keberkahan Perniagaan Harta yang didapat dari menaikkan harga secara tidak jujur mungkin terlihat banyak secara angka, namun ia kehilangan “ruh” keberkahannya. Uang tersebut cenderung cepat habis untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau justru mendatangkan kegelisahan.
- Merusak Ukhuwah (Persaudaraan) Ketika pembeli menyadari bahwa ia telah dijebak oleh penawar palsu, akan muncul rasa sakit hati dan ketidakpercayaan. Padahal, hubungan antar muslim seharusnya dibangun di atas landasan saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.
- Hati yang Selalu Merasa Kurang Seseorang yang terbiasa menggunakan tipu daya dalam bisnisnya akan sulit merasakan ketenangan (thuma’ninah). Ia akan selalu merasa cemas dan kurang, karena ia bersandar pada trik manusia, bukan pada jaminan dari Allah Sang Maha Pemberi Rezeki.
Cara Menghindari Jebakan Najasy Saat Berbelanja
Sahabat Muslim, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam skema najasy:
- Lakukan Riset Harga: Sebelum membeli barang yang cukup mahal, pastikan Sahabat tahu harga pasaran normalnya.
- Jangan Terbawa Suasana: Jika melihat persaingan tawar-menawar yang terasa tidak wajar, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam dan tetap tenang. Jangan biarkan ego atau rasa takut kehilangan (FOMO) mengendalikan keputusan Sahabat.
- Bertanya pada Ahlinya: Mintalah pendapat orang ketiga yang jujur dan mengerti tentang barang tersebut agar Sahabat mendapatkan perspektif yang objektif.
Menjemput Rezeki dengan Jalan yang Indah
Setiap dari kita pasti menginginkan hidup yang tenang dan berkecukupan. Ketenangan sejati datang ketika kita yakin bahwa rezeki kita sudah ditetapkan oleh Allah dan tidak akan pernah tertukar. Dengan menjauhi praktik najasy, kita sedang menyatakan pada dunia bahwa kita lebih memilih rida Allah daripada keuntungan sesaat yang menipu.
Kejujuran mungkin terasa berat di awal, namun ia adalah obat (self-healing) terbaik bagi jiwa. Bisnis yang jujur akan membuat tidur kita lebih nyenyak dan setiap suapan makanan yang kita berikan kepada keluarga menjadi energi kebaikan yang tak terputus.
Kesimpulan
Najasy adalah praktik manipulasi harga yang sangat dilarang dalam Islam karena mengandung unsur penipuan dan merugikan orang lain. Dengan memahami bahaya najasy, kita diajak untuk kembali pada prinsip muamalah yang bersih, jujur, dan penuh kasih sayang. Mari kita bangun ekosistem ekonomi muslim yang sehat, di mana setiap transaksi menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat.
Ingin memperdalam pengetahuan seputar adab muamalah dan cara hidup muslim yang lebih tenang?
Sahabat Muslim dapat menemukan berbagai panduan spiritual, tips bisnis islami, hingga kisah inspiratif tentang kejujuran dalam beribadah hanya di umroh.co. Mari terus bertumbuh dalam ilmu agar setiap jengkal kehidupan kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT.
[Klik di Sini untuk Membaca Artikel Islami Menarik Lainnya di Umroh.co]




