7 Aturan Ambil Buah Orang: Halal atau Malah Dosa?

20 Januari 2026

5 Menit baca

Maksim zaviktorin LQs6NmEtBe4 unsplash

​Hukum ambil buah orang sebenarnya adalah cerminan dari bagaimana Islam mengatur keseimbangan antara hak milik pribadi dengan rasa kemanusiaan serta keberkahan dalam hidup kita sehari-hari.

​Seringkali kita menganggap remeh satu dua buah yang jatuh atau air yang mengalir di lahan kosong. Namun, bagi jiwa yang merindukan ketenangan (self-healing), setiap butir makanan yang masuk ke tubuh haruslah berasal dari jalan yang benar. Mari kita urai benang kusut ini agar hati kita kembali lapang dan tidak ada rasa was-was saat menikmati rezeki dari bumi Allah.

​Memahami Konsep Kepemilikan dalam Islam yang Menyejukkan

​Sahabat Muslim, dalam Islam, harta adalah amanah. Memahami batasan milik orang lain bukan hanya soal hukum, tapi soal menjaga kebersihan batin. Ketika kita menghargai apa yang ditanam orang lain, kita sebenarnya sedang memupuk rasa syukur atas apa yang kita miliki sendiri.

​Allah SWT mengingatkan kita dalam Al-Qur’an untuk selalu berhati-hati dalam bermuamalah:

​”Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil…” (QS. Al-Baqarah: 188)

​Ayat ini adalah payung besar yang melindungi hak setiap Muslim. Namun, indahnya Islam, ada ruang-ruang kemanusiaan yang juga diatur agar kita tidak menjadi pribadi yang kaku dan kikir.

​Hukum Ambil Buah Orang: Apa Kata Rasulullah SAW?

​Ada sebuah hadits yang sangat populer dan menyejukkan hati mengenai situasi ini. Rasulullah SAW memberikan kelonggaran dalam kondisi tertentu, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau sangat membutuhkan.

​Hadits Tentang Mengambil Makanan di Kebun

​Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda:

​”Jika salah seorang di antara kalian mendatangi sebuah kebun, maka jika ada pagar maka mintalah izin. Jika tidak ada pagar, maka panggillah pemiliknya sebanyak tiga kali. Jika ia menjawab, mintalah izin. Jika tidak menjawab, maka makanlah namun jangan membawa pulang (sebagai simpanan).” (HR. Ibnu Majah no. 2297 dan Tirmidzi, dengan sanad yang didiskusikan ulama namun maknanya diamalkan dalam konteks darurat).

​Hadits ini mengajarkan kita tentang adab. Poin utamanya bukan pada “boleh mengambilnya”, tapi pada “proses meminta izin” dan “hanya mengambil seperlunya untuk dimakan di tempat”.

​3 Syarat Agar Mengambil Buah di Lahan Kosong Tetap Berkah

​Nah, Sahabat Muslim, agar batin kita tetap tenang dan tidak terjerumus dalam dosa yang tak disadari, ada 3 rambu yang harus kita perhatikan saat melihat buah atau air di lahan yang tampak tak bertuan:

  1. Hanya untuk Menghilangkan Lapar/Haus Sesaat: Kelonggaran ini diberikan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan (seperti musafir) dan hanya dimakan secukupnya di lokasi tersebut.
  2. Tidak Membawa Pulang: Mengambil untuk disimpan di rumah tanpa izin pemiliknya jelas dilarang. Ini sudah masuk dalam kategori mengambil hak orang lain secara tidak sah.
  3. Lahan Tidak Berpagar/Terbuka: Jika kebun atau lahan tersebut dipagari atau dijaga, maka privasi pemilik sangat diutamakan. Mengambil tanpa izin di lahan berpagar bisa dianggap sebagai pencurian.

​Bagaimana dengan Air di Lahan Kosong?

​Dalam Islam, air, rumput (pakan ternak), dan api adalah tiga hal yang pada dasarnya milik bersama (public goods) jika berada di alam bebas. Rasulullah SAW bersabda:

​”Umat Islam berserikat (memiliki hak bersama) dalam tiga hal: air, rumput (hutan/padang rumput), dan api.” (HR. Abu Dawud No. 3477)

​Jika air tersebut adalah air mengalir di sungai atau sumber alami di lahan kosong yang tidak dikelola secara khusus oleh pemiliknya (seperti sumur bor pribadi), maka Sahabat Muslim boleh memanfaatkannya untuk berwudu atau minum dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

​Menjaga Hati: Antara Rasa Lapar dan Kejujuran

​Satu hal yang paling indah dalam menjaga Hukum Ambil Buah Orang adalah latihan kejujuran pada diri sendiri. Saat kita memilih untuk tetap meminta izin meski pemiliknya tidak ada, atau memilih untuk tidak memetik meski tidak ada yang melihat, di situlah letak kemenangan jiwa kita.

Self-healing yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa tidur nyenyak karena tahu tidak ada satu tetes pun makanan haram atau syubhat yang masuk ke tubuh kita. Meminta izin adalah pintu silaturahmi, sementara mengambil diam-diam adalah pintu kegelisahan.

​Kesimpulan

​Sahabat Muslim, kejujuran dalam hal-hal kecil seperti mengambil buah di lahan kosong adalah fondasi dari karakter Muslim yang kuat. Islam memberikan kelonggaran bagi yang darurat untuk makan di tempat secukupnya, namun tetap mengedepankan adab meminta izin jika memungkinkan. Menjaga hak orang lain adalah cara terbaik untuk menjaga hak kita sendiri di hadapan Allah kelak.

​Mari kita jadikan setiap langkah kita di bumi Allah ini sebagai langkah yang penuh berkah. Jangan biarkan sedikit rasa lapar merusak ketenangan batin kita yang sudah susah payah kita bangun dengan ibadah.

​Ingin memperdalam pengetahuan seputar fikih muamalah yang membuat hidup makin tenang? Atau Sahabat Muslim sedang mencari inspirasi tentang bagaimana menjalani gaya hidup Muslim yang lebih bermakna di era modern?

​Yuk, temukan berbagai artikel menarik dan edukatif lainnya seputar dunia keislaman dan kehidupan Muslim harian hanya di umroh.co. Mari terus perkaya ilmu dan jemput keberkahan hidup bersama kami!

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more