7 Rahasia Surah Al-A’la: Kunci Sukses Dunia & Akhirat!

22 Februari 2026

5 Menit baca

Bryan goff f7YQo eYHdM unsplash

Makna Surat Al-A’la: Mensucikan Nama Tuhan Yang Maha Tinggi memberikan kita panduan komprehensif tentang bagaimana seorang hamba seharusnya memposisikan diri di hadapan Sang Khalik, sekaligus menjadi rahasia kebahagiaan bagi mereka yang senantiasa menjaga kesucian jiwanya. Sahabat Muslim, pernahkah kita merasakan kekosongan hati di tengah hiruk pikuk dunia, seolah-olah semua pencapaian materi tidak memberikan ketenangan yang hakiki?

Surah ke-87 dalam Al-Qur’an ini hadir sebagai “oase” yang mengingatkan kita bahwa kunci keberuntungan bukan terletak pada seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, melainkan pada seberapa suci jiwa kita dan seberapa sering nama Allah membasahi lisan kita.

​Surah yang terdiri dari 19 ayat ini termasuk dalam kelompok Makkiyah. Rasulullah SAW sangat sering membacanya dalam shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) serta shalat Jumat. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya pesan-pesan yang terkandung di dalam Surah Al-A’la bagi kehidupan sosial dan spiritual umat Islam. Mari kita bedah lebih dalam hikmah-hikmah di baliknya.

​1. Keagungan Nama Allah dan Perintah Tasbih

​Sahabat Muslim, ayat pertama surah ini dibuka dengan perintah yang sangat jelas: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.” (QS. Al-A’la: 1). Perintah ini bukan sekadar ucapan lisan, melainkan sebuah transformasi kesadaran.

  • Tasbih sebagai Pengakuan: Ketika kita mengucapkan Subhana Rabbiyal A’la, kita sedang mengakui bahwa Allah bersih dari segala kekurangan, sifat lemah, maupun sekutu.
  • Kaitan dengan Shalat: Diriwayatkan bahwa setelah ayat ini turun, Rasulullah SAW bersabda, “Jadikanlah (bacaan) ini dalam sujud kalian.” (HR. Abu Daud & Ahmad). Ini adalah momen di mana posisi fisik kita paling rendah (sujud), namun lisan kita mengagungkan Yang Maha Tinggi.

​2. Keteraturan Alam Semesta: Bukti Kehebatan Sang Pencipta

​Setelah memerintahkan untuk bertasbih, Allah mengajak kita merenungi bukti-bukti kekuasaan-Nya melalui proses penciptaan yang sangat teratur. Penjelasan tentang penciptaan alam yang teratur ini bisa kita lihat pada ayat 2 hingga 5:

“Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya). Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan Yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.”

​Proses Penciptaan yang Sempurna (Taswiyah)

​Sahabat Muslim, perhatikanlah anatomi tubuh kita atau struktur daun di hutan. Semuanya diciptakan dengan proporsi yang sempurna (sawwa). Tidak ada satu pun ciptaan Allah yang sia-sia atau cacat dalam desain awalnya.

​Ketentuan Kadar dan Hidayah (Taqdir)

​Allah memberikan Taqdir atau ukuran pada setiap makhluk. Matahari memiliki orbitnya, lebah tahu cara membuat madu, dan bayi tahu cara menyusu. Inilah hidayah fithriyah—petunjuk alami yang Allah tanamkan pada setiap ciptaan agar mereka bisa bertahan hidup dan menjalankan fungsinya.

​Siklus Kehidupan Tumbuhan

​Ayat tentang rumput yang hijau lalu menjadi kering kehitaman adalah metafora bagi kehidupan dunia. Sebagaimana tumbuhan yang indah akan layu, demikian pula kejayaan duniawi Sahabat Muslim akan berakhir. Hal ini menuntut kita untuk tidak terlalu terpaku pada keindahan yang fana.

​3. Janji Allah: Kemudahan dalam Menghafal Al-Qur’an

​Salah satu mu’jizat dalam surah ini adalah jaminan Allah kepada Nabi Muhammad SAW (dan secara umum kepada umatnya) mengenai penjagaan wahyu.

“Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa, kecuali jika Allah menghendaki.” (QS. Al-A’la: 6-7).

​Sahabat Muslim, ayat ini memberikan ketenangan bahwa agama Islam akan terus terjaga. Allah-lah yang memudahkan lisan kita untuk menghafal ayat-ayat-Nya. Jika hari ini Sahabat merasa sulit mempelajari agama, ingatlah bahwa Allah berjanji akan memberikan jalan kemudahan selama niat kita ikhlas karena-Nya.

​4. Jalan Kemudahan (Al-Yusra) bagi Orang Beriman

​Allah berfirman pada ayat 8: “Dan Kami akan memudahkan bagimu jalan kemudahan.”

​Ini adalah janji yang luar biasa. Para mufassir seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah akan membimbing hamba-Nya menuju syariat yang mudah, penuh toleransi, dan memberikan taufik dalam setiap amal kebaikan. Sahabat Muslim, saat kita merasa hidup terasa berat, mungkin yang perlu kita perbaiki adalah kedekatan kita kepada Sang Pemberi Kemudahan.

​5. Bahagia bagi Orang yang Mensucikan Diri dengan Berdzikir

​Inilah inti dari kebahagiaan sejati yang sering dicari manusia. Allah berfirman dengan sangat tegas di ayat 14 dan 15:

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.”

​Apa Itu Keberuntungan (Aflaha)?

​Dalam bahasa Arab, Aflaha berasal dari kata yang sama dengan petani (falah). Sebagaimana petani yang bersusah payah menanam lalu memanen hasilnya, orang yang mensucikan jiwanya akan “memanen” kebahagiaan di dunia dan akhirat.

​Langkah Menuju Kebahagiaan Menurut Al-A’la:

  • Tazkiyatun Nafs (Membersihkan Diri): Membersihkan hati dari penyakit syirik, sombong, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan.
  • Dzikrullah (Mengingat Allah): Mengisi pikiran dan hati dengan asma Allah. Hati yang selalu tersambung dengan penciptanya tidak akan mudah goyah oleh badai masalah.
  • Shalat: Manifestasi dari kesucian jiwa dan dzikir adalah mendirikan shalat dengan khusyuk.

​Sahabat Muslim, kebahagiaan bagi orang yang mensucikan diri dengan berdzikir adalah ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli dengan uang. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari).

​6. Penyakit Hubbud Dunya: Penghambat Kesuksesan Hakiki

​Mengapa banyak manusia yang gagal meraih kesucian diri? Allah mengungkap penyebabnya di ayat 16: “Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia.”

​Sahabat Muslim, kecenderungan manusia untuk lebih memprioritaskan yang tampak di depan mata (dunia) daripada yang dijanjikan (akhirat) adalah sifat dasar yang harus kita lawan. Padahal, Allah mengingatkan: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 17).

  • Dunia itu fana: Sebagaimana rumput yang kering kehitaman tadi.
  • Akhirat itu abadi: Itulah tempat tinggal kita yang sebenarnya.

​7. Kesinambungan Dakwah: Dari Ibrahim hingga Muhammad

​Surah Al-A’la ditutup dengan penegasan bahwa pesan-pesan ini bukanlah hal baru. Pesan tentang tauhid, penyucian diri, dan prioritas akhirat sudah ada dalam lembaran-lembaran (Suhuf) nabi-nabi terdahulu.

“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (QS. Al-A’la: 18-19).

​Ini menunjukkan bahwa Islam adalah kelanjutan dari dakwah para nabi. Sahabat Muslim, kita berada di atas jalan yang sama dengan Nabi Ibrahim AS yang hanif dan Nabi Musa AS yang tegar. Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

​Kesimpulan

​Sahabat Muslim, Makna Surat Al-A’la: Mensucikan Nama Tuhan Yang Maha Tinggi memberikan pelajaran bahwa hidup yang teratur bermula dari hati yang teratur. Ketika kita menempatkan Allah di posisi tertinggi dalam hidup kita, maka Allah akan mengatur segala urusan kita menjadi lebih mudah.

​Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk mengamalkan Surah Al-A’la dalam keseharian:

  1. Basahi lisan dengan tasbih: Biasakan mengucap Subhanallah saat melihat keindahan alam ciptaan-Nya.
  2. Lakukan Tazkiyah secara rutin: Luangkan waktu sebelum tidur untuk mengevaluasi hati kita dari penyakit-penyakit batin.
  3. Prioritaskan Akhirat: Sebelum mengambil keputusan besar, tanyalah pada diri sendiri: “Apakah keputusan ini akan membawa manfaat bagi akhiratku?”
  4. Dzikir dan Shalat: Jangan tinggalkan shalat, dan iringilah dengan dzikir yang tulus agar hati tetap hidup.

​Semoga dengan memahami surah ini, kita termasuk golongan orang-orang yang “beruntung” (Al-Muflihun) dan mendapatkan keridhaan Allah di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Dapatkan Wawasan Keislaman Lebih Dalam di Umroh.co

​Sahabat Muslim ingin tahu lebih banyak tentang tafsir surah-surah Al-Qur’an lainnya, atau ingin mendapatkan tips inspiratif seputar kehidupan muslim harian? Jangan biarkan semangat belajar Sahabat berhenti di sini!

​Kunjungi website Umroh.co untuk menemukan berbagai artikel berkualitas tentang hikmah keislaman, panduan ibadah, hingga informasi terpercaya seputar perjalanan umroh dan haji. Mari terus bertumbuh dalam iman dan ilmu bersama komunitas muslim lainnya.

​👉 Klik di sini untuk membaca artikel Keislaman menarik lainnya di Umroh.co

​Semoga langkah kita senantiasa dibimbing menuju jalan yang diredhai-Nya. Sampai jumpa di artikel penuh manfaat selanjutnya, Sahabat Muslim!

Artikel Terkait

Baluran

22 Februari 2026

5 Fakta Ngeri & Indah Hari Kiamat di Surah Al-Ghashiyah

​Penjelasan Surat Al-Ghashiyah: Peristiwa yang Menyelubungi membawa kita pada sebuah perjalanan spiritual tentang kedahsyatan hari kiamat, di mana semua rahasia akan terbongkar dan setiap ... Read more

Baluran

22 Februari 2026

7 Rahasia Surah Al-A’la: Kunci Sukses Dunia & Akhirat!

​Makna Surat Al-A’la: Mensucikan Nama Tuhan Yang Maha Tinggi memberikan kita panduan komprehensif tentang bagaimana seorang hamba seharusnya memposisikan diri di hadapan Sang Khalik, ... Read more

Baluran

22 Februari 2026

7 Tafsir Surat At-Tariq: Bintang Penembus Kegelapan!

​Tafsir Surat At-Tariq: Bintang yang Menembus Kegelapan merupakan salah satu renungan paling menakjubkan dalam Al-Qur’an yang mengajak kita melihat ke langit malam sekaligus menengok ... Read more

Baluran

22 Februari 2026

6 Rahasia Surah Al-Buruj: Antara Langit dan Api Parit!

​Tafsir Surat Al-Buruj membawa kita pada sebuah perenungan mendalam mengenai kekuatan iman yang tak tergoyahkan, bahkan ketika berhadapan dengan kobaran api yang sangat dahsyat. ... Read more

Baluran

22 Februari 2026

5 Rahasia Surah Al-Inshiqaq: Saat Langit Patuh Pada Allah

​Makna Surat Al-Inshiqaq memberikan kita gambaran yang sangat menggetarkan jiwa tentang bagaimana seluruh alam semesta, termasuk langit yang luas, menunjukkan kepatuhan mutlak kepada Sang ... Read more

Baluran

22 Februari 2026

3 Ancaman Ngeri Bagi Orang Curang di Surah Al-Mutaffifin

​Tafsir Surat Al-Mutaffifin membuka mata kita tentang betapa Allah SWT sangat membenci ketidakjujuran, terutama dalam urusan muamalah atau jual beli yang menyangkut hak orang ... Read more