4 Aturan Jual Beli Via Telepon Agar Transaksi Jadi Berkah

19 Januari 2026

5 Menit baca

Seo galaxy GQ6bUqDNjZY unsplash

​Jual Beli Via Telepon kini telah menjadi bagian dari keseharian kita yang serba cepat, namun muncul sebuah tanya di lubuk hati terdalam: apakah cara ini sudah benar-benar sejalan dengan tuntunan syariat agar transaksi kita berbuah pahala dan hati tetap tenang?

​Dunia memang berubah, tapi prinsip kejujuran dalam Islam tetaplah abadi. Mari kita bedah bersama bagaimana Islam memberikan kelonggaran sekaligus batasan yang indah dalam transaksi jarak jauh ini, agar setiap rupiah yang kita keluarkan atau terima menjadi wasilah keberkahan.

​Menemukan Kedamaian dalam Transaksi Jarak Jauh

​Di tengah kesibukan, teknologi hadir sebagai rahmat untuk mempermudah silaturahmi dan urusan ekonomi. Namun, kenyamanan ini jangan sampai membuat kita melupakan esensi dari sebuah akad. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan detail, bukan untuk mempersulit, melainkan untuk menjaga agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau “terluka” hatinya di kemudian hari.

​Saat Sahabat Muslim mengangkat telepon untuk bertransaksi, sebenarnya Sahabat sedang membangun sebuah jembatan kepercayaan. Kepercayaan inilah yang dalam Islam disebut sebagai amanah.

​Bagaimana Islam Memandang Akad Tanpa Tatap Muka?

​Dalam istilah fikih klasik, sebuah transaksi memerlukan “Majelis Akad” atau tempat di mana penjual dan pembeli bertemu. Namun, para ulama kontemporer telah berijtihad bahwa di zaman modern, Majelis Akad tidak lagi harus berupa pertemuan fisik di satu ruangan.

​Pertemuan suara melalui telepon dianggap sebagai satu kesatuan waktu yang menyatukan penjual dan pembeli dalam satu “majelis virtual”. Selama sambungan telepon masih terhubung dan pembicaraan masih fokus pada transaksi, maka itulah Majelis Akad Sahabat.

​Dasar utama dari setiap transaksi adalah keridhaan kedua belah pihak, sebagaimana firman Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu…” (QS. An-Nisa: 29)

​4 Aturan Utama Jual Beli Via Telepon yang Harus Diperhatikan

​Agar hati Sahabat Muslim merasa tenang dan transaksi dianggap sah secara syar’i, perhatikan empat poin penting berikut ini:

​1. Kejelasan Spesifikasi Barang (Sifat dan Kriteria)

​Karena Sahabat tidak melihat barangnya langsung, maka penjual wajib menjelaskan kriteria barang secara detail. Dalam Islam, ini berkaitan dengan menghindari Gharar (ketidakpastian). Jika barang yang dipesan melalui telepon memiliki kriteria yang jelas (misalnya: merek, tipe, warna, kondisi baru/bekas), maka transaksi tersebut sah.

​2. Adanya Kesepakatan yang Jelas (Ijab dan Qabul)

​Meskipun hanya lewat suara, pernyataan “Saya beli barang ini dengan harga sekian” dan jawaban “Saya jual barang ini kepada Anda” harus terdengar jelas. Suara adalah pengganti dari jabat tangan. Pastikan tidak ada keraguan dalam nada bicara agar tidak muncul salah paham di kemudian hari.

​3. Berlakunya Hak Khiyar (Pilihan untuk Membatalkan)

​Inilah indahnya Islam. Sahabat Muslim memiliki hak yang disebut Khiyar Ru’yah. Artinya, jika setelah barang sampai ternyata kondisinya tidak sesuai dengan apa yang dijelaskan di telepon, Sahabat berhak membatalkan transaksi atau meminta penyesuaian. Ini adalah “self-healing” finansial agar kita tidak merasa tertipu.

​4. Kejujuran di Atas Segalanya

​Rasulullah SAW bersabda:

“Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (keadaan barang), maka transaksi mereka akan diberkahi. Namun, jika mereka berdusta dan menyembunyikan (cacat), maka keberkahan transaksi mereka akan dihapus.” (HR. Bukhari dan Muslim)

​Menghindari Ragu dalam Genggaman Telepon

​Kadang kala, gangguan sinyal atau suara yang tidak jelas bisa menimbulkan keraguan. Jika Sahabat merasa ragu, lebih baik tunda sesaat. Mintalah penjual untuk mengirimkan foto atau detail tambahan melalui pesan singkat sebagai penguat akad di telepon tadi.

​Pentingnya Transparansi Biaya

​Jangan lupa untuk menyepakati biaya pengiriman dan metode pembayaran sejak awal pembicaraan. Kejelasan angka di awal pembicaraan akan menghindarkan kita dari rasa “dongkol” atau tidak nyaman saat barang sampai nanti.

​Menciptakan Keberkahan dalam Suara

​Gunakanlah bahasa yang santun saat bertransaksi. Sebagaimana kita diajarkan untuk memudahkan urusan orang lain, maka mudahkanlah proses jual beli tersebut. Kata-kata yang baik adalah sedekah, dan transaksi yang dibalut kalimat thayyibah akan terasa jauh lebih menyejukkan.

​Membangun Kebiasaan Muamalah yang Sehat

​Menggunakan telepon untuk jual beli adalah bentuk kemajuan, namun tetap jadikan prinsip syariah sebagai kompasnya. Dengan mengikuti aturan yang ada, kita tidak hanya mendapatkan barang yang diinginkan, tetapi juga mendapatkan ketenangan jiwa karena tahu bahwa cara kita menjemput rezeki telah direstui oleh-Nya.

​Mari kita jadikan setiap getaran suara di telepon sebagai saksi bahwa kita adalah muslim yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran, bahkan saat tidak ada mata yang melihat.

​Kesimpulan

​Jual beli melalui telepon adalah sah dan diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi syarat kejelasan barang, adanya kesepakatan yang saling ridha, dan tidak adanya unsur penipuan. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, Sahabat Muslim bisa bertransaksi dengan lebih tenang, nyaman, dan tentu saja penuh keberkahan.

Ingin memperdalam ilmu tentang adab jual beli dan panduan hidup muslim lainnya?

Dunia Islam begitu luas dan indah untuk dipelajari. Temukan berbagai artikel menarik seputar muamalah, kisah inspiratif, hingga tips ibadah harian yang menenangkan hati hanya di umroh.co. Mari terus belajar agar setiap langkah kita dalam beraktivitas selalu bernilai ibadah.

Artikel Terkait

Baluran

26 Januari 2026

Hukum Jual Beli Hewan: 4 Hal Ini Bikin Ibadah Makin Berkah!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

21 Januari 2026

4 Hukum Jual Beli Hewan: Rahasia Hobi Jadi Berkah & Tenang!

​Hukum Jual Beli Hewan merupakan pengetahuan yang sangat penting untuk kita selami agar setiap interaksi kita dengan sesama makhluk ciptaan Allah tidak hanya mendatangkan ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

5 Doa Keberkahan Rezeki Agar Lelahmu Berbuah Surga, Cek!

​Doa Keberkahan Rezeki adalah kunci utama yang akan mengubah setiap lelah Sahabat Muslim menjadi lillah, sehingga apa pun yang kita dapatkan hari ini terasa ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

3 Rahasia Bisnis Tiket Pesawat Islam: Jujur & Pasti Berkah!

​Bisnis Tiket Pesawat Islam adalah peluang usaha yang sangat mulia jika dijalankan dengan landasan kejujuran dan transparansi, terutama bagi Sahabat Muslim yang ingin membantu ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

2 Jenis Akad Mudharabah Ini Bikin Investasi Kamu Lebih Tenang!

​Jenis Akad Mudharabah adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin menjalankan investasi syariah dengan prinsip bagi hasil yang adil dan transparan. Mudharabah sendiri ... Read more

Baluran

20 Januari 2026

Nikah Pakai Hafalan Surat? Cek 3 Syarat Mahar Jasa Ini!

​Mahar Jasa dalam Islam merupakan salah satu bentuk kemudahan yang Allah berikan agar ikatan suci pernikahan tidak terhalang oleh beratnya beban materi semata. Pernahkah ... Read more